5 Kekurangan TV QLED yang Baru Terasa Setelah Dipakai, Calon Pembeli Perlu Tahu

Author: Cung Media

TV QLED masih menarik banyak pembeli karena warna yang cerah dan harga yang relatif ramah di kelas terjangkau hingga menengah. Namun, setelah dipakai untuk menonton harian, ada beberapa keterbatasan yang mulai terasa dan membuat pengalaman visualnya tidak selalu sekuat kesan pertama.

Masalah utamanya bukan pada kualitas gambar secara umum, melainkan pada karakter QLED yang masih berbasis teknologi LED tradisional. Di sejumlah situasi, terutama saat menonton di ruangan gelap atau dari samping, keterbatasan itu lebih mudah terlihat dibandingkan saat melihat spesifikasi di etalase.

Hitam Tidak Sepekat OLED

Salah satu kelemahan yang paling sering terasa ada pada tampilan warna hitam. Karena masih mengandalkan backlight, TV QLED tidak bisa mematikan cahaya di tiap piksel secara penuh seperti OLED.

Akibatnya, adegan gelap bisa tampak agak abu-abu, terutama ketika ruangan di sekitar layar juga gelap. Local dimming memang membantu, tetapi jumlah zona pencahayaan yang terbatas membuat tingkat kontrasnya belum setara OLED.

Halo di Sekitar Objek Terang

Keterbatasan zona dimming juga bisa memunculkan blooming atau halo di sekitar objek yang bercahaya. Efek ini biasanya terlihat saat ada titik terang kecil di latar gelap, lalu cahaya tampak bocor ke area sekitarnya.

Masalah ini lebih mudah muncul saat menonton konten HDR atau ketika layar dilihat dari samping. Pada kondisi seperti itu, perbedaan terang dan gelap menjadi lebih ekstrem, sementara OLED tidak mengalami gangguan serupa karena tiap piksel mengatur cahaya sendiri.

Sudut Pandang Masih Terbatas

TV QLED juga mewarisi karakter LCD yang sudut pandangnya tidak seluas OLED. Artinya, kualitas terbaik tetap didapat saat penonton berada tepat di depan layar.

Jika dilihat dari samping, gambar bisa terlihat lebih pudar, warna kurang akurat, dan area hitam berubah menjadi keabu-abuan. Kekurangan ini terasa nyata di ruang keluarga, kecuali pada model yang memakai panel IPS.

Gerakan Cepat Bisa Tampak Blur

Waktu respons yang lebih rendah membuat perpindahan gambar pada TV QLED tidak selalu mulus. Saat menampilkan objek bergerak cepat seperti bola, kendaraan, atau adegan aksi, motion blur bisa muncul.

Bagi gamer kompetitif, kondisi ini dapat membuat pengalaman bermain terasa kurang responsif. Ada fitur motion smoothing untuk membantu, tetapi efek sampingnya kadang membuat gambar terasa kurang natural.

Konsumsi Daya Cenderung Lebih Boros

Faktor lain yang perlu dipikirkan adalah konsumsi listrik. TV QLED cenderung lebih boros dibanding TV Mini-LED atau OLED karena bergantung pada backlight yang sangat terang untuk menerangi seluruh layar.

Semakin tinggi kecerahan, semakin besar daya yang dipakai. Bahkan saat menampilkan adegan gelap, backlight tetap menyala, sehingga energi lebih banyak terbuang dan panas yang dihasilkan juga lebih besar.

Karena itu, TV QLED tetap cocok bagi pengguna yang mengutamakan warna cerah dan harga yang lebih masuk akal. Tetapi bagi calon pembeli, memahami lima kekurangan ini sejak awal penting agar pilihan TV benar-benar sesuai dengan ruang, kebiasaan menonton, dan prioritas penggunaan sehari-hari.

Source: www.idntimes.com
Terbaru