Pasar modal Indonesia tengah punya penopang baru yang jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Jumlah investor ritel kini sudah berada di kisaran 29 koma sekian juta dan sebentar lagi menembus 30 juta.
Otoritas Jasa Keuangan menilai lonjakan itu bukan sekadar angka besar, melainkan perubahan penting dalam struktur kekuatan pasar. Dominasi investor lokal membuat pasar modal Indonesia lebih tahan terhadap gejolak dibanding masa ketika investor asing masih sangat dominan.
Dari Pasar Rapuh ke Basis Investor Domestik yang Besar
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengingat kembali saat pasar modal Indonesia masih memiliki sekitar 250 ribu investor. Pada periode itu, mayoritas investor berasal dari luar negeri sehingga pasar lebih rentan terhadap guncangan global.
Menurut Friderica, sedikit gangguan ekonomi dunia saat itu bisa langsung memicu kepanikan di dalam negeri. Dampaknya terasa lebih besar karena fondasi investor domestik belum sekuat sekarang.
| Periode | Jumlah Investor | Komposisi Dominan | Dampak Utama |
|---|---|---|---|
| Dulu | Sekitar 250 ribu | Investor asing | Lebih rentan saat terjadi guncangan global |
| Sekarang | 29 koma sekian juta, menuju 30 juta | Investor ritel lokal | Menjadi kekuatan dahsyat bagi pertumbuhan pasar modal |
Perlindungan Investor Jadi Fokus Utama
Dalam forum Investment Forum 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026, Friderica menegaskan bahwa perlindungan investor ritel tetap menjadi napas utama OJK. Ia menyebut dirinya dan para rekan sejawat menyaksikan langsung perubahan besar dari pasar yang dulu kecil dan rapuh menjadi pasar dengan basis investor domestik yang sangat besar.
Friderica juga menekankan bahwa pertumbuhan jumlah investor tidak cukup bila rasa aman di pasar tidak ikut dijaga. Karena itu, OJK bersama Bursa Efek Indonesia dan Self-Regulatory Organization lain akan terus menjaga perlindungan investor.
“Dari dulu nafas kami adalah melindungi investor ritel yang saat ini jumlahnya sudah 29 koma sekian juta, dan sebentar lagi mencapai 30 juta (investor),” kata Kiki di forum tersebut.
Kepercayaan Jadi Modal yang Harus Dipelihara
OJK menilai kepercayaan investor ritel adalah modal utama agar pertumbuhan pasar modal tetap berlanjut. Friderica bahkan menitipkan pesan khusus kepada Dirut BEI Jeffrey agar kepercayaan itu terus dipelihara.
Dalam pandangan OJK, hampir 30 juta investor ritel lokal bukan hanya statistik, tetapi fondasi penting bagi keberlanjutan pasar modal Indonesia. Selama kepercayaan tetap terjaga, basis investor domestik itu diyakini bisa terus mendorong pertumbuhan pasar saham nasional ke depan.
Sumber kekuatan pasar kini tidak lagi bertumpu pada investor asing seperti dulu. Justru, kombinasi jumlah investor ritel yang mendekati 30 juta dan perlindungan yang konsisten membuat pasar modal Indonesia punya bantalan yang lebih kuat saat menghadapi gejolak.
Source: www.viva.co.id






