Rupiah Menguat ke Rp18.068, Sinyal Pelonggaran The Fed Mulai Terasa

Rupiah menutup perdagangan dengan penguatan tipis ke level Rp18.068 per dolar AS. Pergerakan ini menandai pasar yang semakin peka terhadap tanda-tanda pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat.

Tekanan dolar AS mulai mereda setelah data inflasi Amerika Serikat muncul lebih rendah dari perkiraan pasar. Kondisi itu mendorong ekspektasi bahwa The Fed berpeluang menurunkan suku bunga lebih cepat dari dugaan sebelumnya.

Sentimen global masih jadi penentu utama

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut rupiah ditopang oleh data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com, ia mengatakan pergerakan rupiah mendapat dorongan dari meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang berlangsung tidak seragam. Yuan China, peso Filipina, dan ringgit Malaysia sama-sama menguat, sementara dolar Singapura, yen Jepang, won Korea Selatan, dan dolar Hong Kong justru melemah.

Mata UangPergerakanKeterangan
Yuan ChinaNaik 0,02%Menguat terhadap dolar AS
Peso FilipinaNaik 0,03%Menguat terhadap dolar AS
Ringgit MalaysiaNaik 0,03%Menguat terhadap dolar AS
Dolar SingapuraTurun 0,02%Melemah terhadap dolar AS
Yen JepangTurun 0,04%Melemah terhadap dolar AS
Won Korea SelatanTurun 0,23%Melemah terhadap dolar AS
Dolar Hong KongTurun 0,01%Melemah terhadap dolar AS

Rupiah masih ditopang dari dalam negeri

Selain faktor eksternal, pasar juga merespons positif keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia. Menurut Lukman, sentimen itu ikut menjaga minat pelaku pasar terhadap aset domestik.

Meski begitu, ruang penguatan rupiah belum sepenuhnya longgar. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia masih membatasi laju mata uang Garuda.

Pergerakan mata uang utama negara maju juga menunjukkan pola campuran. Euro Eropa, poundsterling Inggris, dan dolar Australia menguat, sedangkan franc Swiss melemah terhadap dolar AS.

Mata UangPergerakanKeterangan
Euro EropaNaik 0,03%Menguat terhadap dolar AS
Poundsterling InggrisNaik 0,04%Menguat terhadap dolar AS
Dolar AustraliaNaik 0,15%Menguat terhadap dolar AS
Dolar KanadaNaik 0,05%Menguat terhadap dolar AS
Franc SwissTurun 0,10%Melemah terhadap dolar AS

Situasi ini memperlihatkan pasar valuta asing masih sangat sensitif terhadap data ekonomi Amerika Serikat dan dinamika geopolitik global. Arah rupiah ke depan akan tetap ditentukan oleh seberapa kuat sinyal pelonggaran The Fed bertahan dan seberapa jauh tekanan dari harga minyak mereda.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait