Houthi Mulai Embargo Maritim Arab Saudi, Konflik Yaman Kini Merambat ke Laut

Author: Cung Media

Houthi mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi yang mereka sebut mulai berlaku pada Senin (20/7). Langkah ini memperlebar ketegangan antara kedua pihak dari serangan fasilitas darat hingga ancaman terhadap jalur laut.

Kelompok yang mengendalikan wilayah Yaman itu menyatakan embargo tersebut sebagai balasan atas tindakan Saudi yang mereka anggap provokasi. Namun, Houthi belum memaparkan mekanisme maupun cakupan pelaksanaan blokade maritim yang diumumkan itu.

Embargo Diumumkan sebagai Tindakan Balasan

Dalam pernyataannya, Houthi menyebut kebijakan tersebut berlandaskan prinsip pembalasan setimpal. Mereka menyatakan, “Embargo maritim terhadap musuh kriminal Saudi berdasarkan peribahasa ‘mata dibalas mata’ segera berlaku setelah pernyataan ini dikeluarkan.”

Houthi menuduh Arab Saudi telah melakukan serangan dan pengepungan terhadap Yaman selama hampir 12 tahun. Kelompok itu juga menuding Saudi menjarah sumber daya Yaman serta menerapkan pembatasan di pelabuhan dan bandara.

Menurut Houthi, pembatasan yang mereka tuduhkan berlangsung melalui jalur darat, laut, dan udara. Tuduhan tersebut menjadi alasan yang dipakai kelompok itu untuk mengumumkan embargo terhadap Arab Saudi.

Serangan Bandara Memperuncing Situasi

Eskalasi terbaru terjadi setelah Arab Saudi melancarkan serangan ke Bandara Sana’a di Yaman pada pekan lalu. Serangan itu disebut dilakukan setelah Saudi memperoleh restu dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Perdana Menteri Mohammed bin Salman dilaporkan berkomunikasi dengan Trump sebelum serangan ke Bandara Sana’a berlangsung. Houthi menilai serangan tersebut sebagai agresi terbuka dan menganggapnya memicu respons militer terbaru.

Pihak Target Informasi Utama
Arab Saudi Bandara Sana’a, Yaman Serangan dilakukan pada pekan lalu setelah mendapat restu Presiden AS Donald Trump.
Houthi Bandara Internasional Abha, Arab Saudi Operasi balasan menggunakan sejumlah rudal balistik dan drone.

Juru bicara Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan ke Bandara Sana’a menggugurkan kesepakatan gencatan senjata informal yang berlaku sejak Maret 2022. Pernyataan itu disampaikan setelah Houthi mengumumkan operasi balasan ke wilayah Saudi.

“Menanggapi agresi kriminal Saudi ini, Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer yang menargetkan Bandara Internasional Abha, menggunakan sejumlah rudal balistik dan drone,” ujar Saree. Serangan ke Abha menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam rangkaian saling serang kedua pihak.

Ketegangan Regional Turut Membayangi

Houthi merupakan milisi yang didukung Iran, sementara Arab Saudi dan Amerika Serikat memiliki perjanjian pertahanan strategis. Kerja sama itu memperkuat hubungan militer serta upaya pencegahan serangan di Timur Tengah.

Situasi di Yaman kembali mendapat perhatian karena berlangsung bersamaan dengan perang antara Amerika Serikat dan Iran. Keterlibatan pihak-pihak tersebut menempatkan konflik Yaman dalam lanskap ketegangan kawasan yang lebih luas.

Pengumuman embargo menunjukkan respons Houthi kini tidak hanya diarahkan pada fasilitas di Arab Saudi. Dengan belum adanya rincian pelaksanaan blokade, dampak langsung pernyataan itu terhadap aktivitas maritim masih belum dijelaskan.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru