Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tidak hanya akan menjadi panggung bagi nama-nama besar yang sudah lama mendominasi sepak bola dunia. Turnamen itu juga berpotensi menjadi momen lahirnya wajah baru yang mampu menggeser perhatian publik dari para senior ke generasi berikutnya.
Di antara sorotan terhadap Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Kylian Mbappé, muncul 21 wonderkid yang dinilai paling siap mencuri panggung global. Mereka datang dari klub-klub besar Eropa, membawa modal kecepatan, visi bermain, ketenangan, dan fleksibilitas yang bisa mengubah jalannya pertandingan.
Bintang muda yang sudah lebih dulu dikenal
Lamine Yamal menjadi nama yang paling awal disebut karena reputasinya sudah melesat di usia 18 tahun. Winger Spanyol milik Barcelona itu dikenal lewat kecepatan, kreativitas, dan kemampuan menciptakan peluang yang membuatnya disebut sebagai salah satu pemain terbaik dunia.
Dari Spanyol juga ada Pau Cubarsí, bek Barcelona yang tampil matang meski masih remaja. Ia sudah menjadi pemain reguler dan dikenal mampu membaca permainan serta membangun serangan dari belakang.
Masih dari kelompok yang sama, Arda Güler memberi harapan besar untuk Turki. Gelandang Real Madrid itu dinilai punya visi bermain dan kemampuan mencetak gol dari lini kedua, dua kualitas yang jarang dimiliki pemain seusianya.
Afrika punya banyak senjata muda
Maroko menaruh harapan pada Ayyoub Bouaddi, gelandang bertahan modern berusia 18 tahun yang bermain untuk Lille. Ketenangannya di lini tengah membuatnya dipandang bisa membantu Singa Atlas tetap kompetitif di panggung dunia.
Senegal juga memiliki Ibrahim Mbaye, winger Paris Saint-Germain yang mengandalkan kecepatan dan dribel. Dua atribut itu membuatnya diproyeksikan berbahaya ketika menghadapi lawan-lawan besar.
Dari Pantai Gading, ada Yan Diomande dan Bazoumana Touré. Diomande tampil meyakinkan di Bundesliga bersama RB Leipzig, sedangkan Touré dari Hoffenheim dikenal sebagai winger eksplosif yang bisa menciptakan peluang dan gol.
Aljazair membawa Ibrahim Maza ke kelompok gelandang kreatif yang layak diperhitungkan. Pemain Bayer Leverkusen itu punya visi permainan dan kemampuan mengatur tempo yang penting bagi keseimbangan tim.
Amerika Selatan tetap kaya talenta
Brasil kembali muncul lewat Endrick dan Rayan. Endrick, yang tercatat sebagai pemain Real Madrid dan dipinjamkan ke Lyon, masih dipandang sebagai salah satu prospek terbesar Brasil jika performanya stabil menuju turnamen.
Rayan, yang kini bermain untuk Bournemouth, mungkin memulai dari bangku cadangan. Namun kecepatan dan naluri menyerangnya disebut mampu mengubah pertandingan dalam waktu singkat.
Argentina juga menyimpan harapan lewat Nico Paz. Gelandang Como itu terus berkembang di Italia berkat visi bermain, dribel, dan akurasi tembakan yang menjanjikan untuk masa depan Albiceleste.
Bek dan gelandang yang bisa jadi pembeda
Luka Vuskovic dari Kroasia menambah daftar bek muda yang patut diawasi. Pemain Tottenham Hotspur itu punya postur jangkung, kuat dalam duel udara, dan berbahaya saat membantu serangan lewat bola mati.
Kobbie Mainoo menjadi salah satu gelandang muda paling menjanjikan milik Inggris. Pemain Manchester United itu dikenal tenang saat menguasai bola dan berpeluang memegang peran penting di lini tengah.
Nico O’Reilly dari Manchester City memberi opsi fleksibel untuk Inggris. Kemampuannya bermain di beberapa posisi membuatnya menjadi aset berharga bagi skuad.
Lucas Bergvall dari Swedia juga masuk daftar penting di lini tengah. Pemain Tottenham Hotspur itu dinilai cerdas dan mampu bermain di beberapa posisi, sehingga memberi nilai tambah bagi tim nasionalnya.
Prancis, Portugal, dan Turki menyiapkan generasi baru
Prancis membawa dua nama besar di kelompok usia muda, Warren Zaïre-Emery dan Désiré Doué. Zaïre-Emery sudah berpengalaman di level elite meski masih muda, sementara Doué dikenal berteknik tinggi dan kerap muncul di momen penting.
João Neves menjadi motor lini tengah Portugal. Pemain Paris Saint-Germain itu menjaga keseimbangan permainan dan memberi kontribusi besar meski jarang menjadi pusat perhatian.
Turki juga punya dua harapan besar, Kenan Yildiz dan Arda Güler. Yildiz melambangkan kebangkitan generasi baru lewat kreativitas dan insting menyerang, sedangkan Güler dinilai bisa menjadi salah satu pemain muda paling berpengaruh di turnamen.
Nama lain yang bisa naik kelas di panggung dunia
Antonio Nusa dari Norwegia menonjol lewat kecepatan dan kemampuan melewati lawan. Bersama Erling Haaland dan Martin Odegaard, pemain RB Leipzig itu diharapkan membantu Norwegia tampil lebih kompetitif.
Lennart Karl dari Jerman menjadi salah satu nama yang berkembang cepat. Pemain Bayern Munchen itu dinilai tajam dalam penyelesaian akhir dan cukup kreatif untuk membuka peluang serangan.
Piala Dunia 2026 bisa menjadi titik balik bagi banyak pemain muda ini. Jika performa mereka sesuai ekspektasi, nama seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsí, Arda Güler, João Neves, dan Désiré Doué berpeluang berubah dari wonderkid menjadi wajah baru sepak bola dunia.
Source: bola.bisnis.com