Serena Williams kembali mencuri perhatian tenis dunia saat dipastikan tampil lagi di tur WTA lewat nomor ganda di HSBC Championships, Queen’s Club, London. Comeback ini langsung menjadi sorotan karena terjadi hampir empat tahun setelah terakhir kali Serena tampil di kompetisi profesional.
Yang membuat momen ini lebih menarik, Serena tidak turun di nomor tunggal. Ia justru dipasangkan dengan petenis muda Kanada, Victoria Mboko, melalui fasilitas wild card, sehingga pertandingan ini sekaligus mempertemukan legenda hidup dengan talenta yang sedang naik daun.
Queen’s Club jadi panggung pembuka babak baru
Serena menyebut Queen’s Club sebagai tempat yang tepat untuk memulai fase berikutnya dalam kariernya. Dalam pernyataan yang dikutip dari laman resmi WTA, ia menilai lapangan rumput punya makna khusus karena menghadirkan banyak momen berkesan sepanjang perjalanan profesionalnya.
Ia juga mengatakan senang bisa kembali bertanding di salah satu panggung paling ikonik di dunia olahraga. Bagi Serena, penampilan ini bukan sekadar comeback, tetapi juga penanda babak baru setelah rehat panjang dari tur kompetitif.
Turnamen Queen’s Club sendiri memiliki arti tersendiri karena belum pernah dijajal Serena sepanjang kariernya. Ajang ini baru kembali masuk kalender WTA pada 2025 setelah absen lebih dari setengah abad.
Pasangan yang mempertemukan generasi berbeda
Victoria Mboko membawa dimensi lain dalam kembalinya Serena ke lapangan. Mboko mengaku tetap berkomunikasi dengan Serena selama masa rehat sang legenda dan menyebut dukungan itu sangat berarti untuk dirinya.
Dalam keterangannya saat ditemui di Roland Garros pekan lalu, Mboko mengatakan bahwa tetap terhubung dengan Serena terasa sangat menyenangkan karena ia sangat mengaguminya. Ia juga menganggap fakta bahwa Serena mengenalnya sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.
Kolaborasi ini menghadirkan kombinasi yang kontras namun menarik. Serena datang dengan pengalaman panjang dan status sebagai ikon tenis, sementara Mboko hadir sebagai petenis muda yang sedang berkembang di level internasional.
Langsung mendapat ujian berat
Comeback Serena dan Mboko tidak datang dengan undian yang ringan. Pada babak pertama, pasangan ini langsung dijadwalkan menghadapi unggulan ketiga, Nicole Melichar-Martinez dan Erin Routliffe.
Laga itu menarik perhatian publik karena Serena kembali bertanding setelah lama absen dari tur kompetitif sejak 2022. Meski begitu, reputasinya di nomor ganda tetap kuat dan membuat namanya tetap dihormati di level tertinggi.
Serena mengoleksi 22 gelar ganda bersama Venus Williams. Catatan itu termasuk rekor sempurna 14-0 di final Grand Slam, yang mempertegas dominasinya di sektor tersebut.
Rekor baru di usia 44 tahun
Kembalinya Serena juga menorehkan sejarah baru di WTA. Pada usia 44 tahun, ia resmi menjadi mantan petenis peringkat 1 dunia tertua yang kembali bermain setelah sempat menyatakan pensiun.
Rekor itu melewati pencapaian Martina Navratilova, yang comeback pada usia 43 tahun pada 2000. Catatan baru ini menambah panjang daftar pencapaian Serena, yang kini juga dikenal sebagai ibu dari dua putri.
Sebelum masa rehat, penampilan kompetitif terakhir Serena terjadi di US Open 2022 di Stadion Arthur Ashe. Saat itu, ia menyingkirkan Danka Kovinic dan unggulan kedua Anett Kontaveit sebelum kalah dari Ajla Tomljanovic di babak ketiga melalui pertarungan tiga set 7-5, 6-7(4), 6-1.
Kini, 31 tahun setelah debut profesionalnya di Quebec City saat berusia 14 tahun, Serena kembali membuka lembaran baru dalam karier yang membentuk wajah tenis modern. Kehadirannya di Queen’s Club bersama Victoria Mboko menempatkan pengalaman dan regenerasi dalam satu panggung yang sama.
Source: www.viva.co.id