Iran Desak FIFA Turun Tangan, 15 Staf Kunci Terancam Absen di AS

Author: Cung Media

Timnas Iran melayangkan protes kepada FIFA setelah polemik visa menghambat sejumlah anggota delegasi mereka masuk ke Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026. Ehsan Hajsafi menjadi salah satu suara paling keras yang meminta badan sepak bola dunia itu segera turun tangan agar urusan administratif tidak mengganggu persiapan tim.

Masalah ini tidak hanya menyentuh pemain, tetapi juga staf dan pejabat penting yang menopang operasi skuad. Di tengah situasi itu, Iran menghadapi ketidakpastian yang membuat fokus tim tidak sepenuhnya tertuju pada persiapan di lapangan.

Visa yang belum tuntas

Laporan yang beredar menyebut sekitar 15 pejabat administrasi Timnas Iran belum memperoleh visa kunjungan ke Amerika Serikat. Di antara nama yang disebut ada Ketua Federasi Sepakbola Iran Hedayat Mombeini dan wakilnya, Mehdi Mohammad Nabi.

Kondisi tersebut memicu kecaman dari Pemerintah Iran yang menilai Amerika Serikat melakukan tindakan diskriminatif terhadap delegasi mereka. Polemik ini lalu meluas karena menyentuh langsung urusan operasional tim nasional yang sedang bersiap menuju turnamen terbesar sepak bola dunia.

Hajsafi menilai proses penyelesaian visa berjalan terlalu lambat. Ia juga menyebut izin masuk sejauh ini hanya diberikan kepada para pemain dan sebagian staf pelatih.

“Secara pribadi, saya memiliki keluhan tentang FIFA. Mengapa butuh waktu begitu lama? Sejauh yang saya pahami, visa hanya dikeluarkan untuk para pemain dan beberapa anggota staf pelatih,” kata Hajsafi.

Staf kunci ikut terdampak

Bek veteran Iran itu menegaskan bahwa penolakan visa berdampak pada jajaran manajemen tim yang memegang fungsi vital. Ia menyoroti manajer tim, direktur eksekutif, dan direktur media yang belum mendapat visa, padahal peran mereka dinilai penting dalam struktur tim nasional.

Hajsafi menilai situasi itu tidak bisa dianggap sepele. Menurut dia, beberapa sosok kunci di staf Iran justru dibutuhkan untuk menjaga jalannya persiapan tim agar tetap stabil.

“Sayangnya, beberapa anggota kunci staf pelatih kami, yang perannya sangat penting dalam tim, tidak diberikan visa. Itu termasuk manajer tim, direktur eksekutif, dan direktur media, yang semuanya memainkan peran yang sangat penting,” ujarnya.

Ia kemudian meminta FIFA bertindak cepat agar masalah tersebut tidak berlarut-larut. Hajsafi berharap penyelesaian bisa terjadi dalam hitungan hari sehingga Iran dapat melanjutkan persiapan tanpa gangguan administratif.

“Dari sini, saya ingin meminta FIFA untuk mengatasi masalah ini agar, insya Allah, situasi ini dapat diselesaikan dalam beberapa hari mendatang,” lanjut Hajsafi.

Sikap Amerika Serikat

Di sisi lain, Pemerintah Amerika Serikat menyatakan dokumen izin masuk sebenarnya telah diterbitkan bagi semua pemain dan staf Iran yang berpartisipasi resmi di Piala Dunia 2026. Namun, otoritas setempat menyebut kebijakan selektif itu diambil untuk mencegah penyalahgunaan perizinan.

Amerika Serikat juga mengatakan langkah tersebut diperlukan agar pihak Iran tidak memanfaatkan visa untuk menyelundupkan kelompok radikal ke negara mereka. Pernyataan itu membuat kasus ini semakin rumit karena menyeret isu olahraga ke dalam pertimbangan keamanan.

Situasi tersebut membuat perhatian publik tidak lagi hanya tertuju pada kesiapan Iran di lapangan. Selama persoalan visa belum selesai, akses bagi para pejabat yang menopang operasional skuad tetap menjadi sumber ketidakpastian utama bagi tim.

Terbaru