Gempa M7,7 Guncang Laut Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami ke 22 Wilayah

Author: Cung Media

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Peringatan itu langsung menjangkau 22 wilayah di lima provinsi yang masuk status Siaga dan Waspada.

Gempa tercatat terjadi pada pukul 06.37.42 WIB dengan kedalaman 105 kilometer. Pusat gempa berada sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, sementara episenter berada di perairan antara Filipina Selatan dan Sulawesi Utara.

Daerah dalam status siaga

BMKG menetapkan sejumlah wilayah dalam status Siaga, terutama di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. Daerah yang masuk kategori ini meliputi Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara bagian utara, Minahasa bagian utara, Kepulauan Minahasa, Minahasa Selatan bagian utara, Bolaangmongondow bagian utara, Gorontalo bagian utara, Buol, Toli-Toli, Minahasa Utara bagian selatan, dan Minahasa bagian selatan.

Status Siaga menunjukkan masyarakat di kawasan pesisir perlu mencermati perkembangan informasi resmi dengan lebih ketat. Kepulauan Sangihe menjadi wilayah paling awal dalam daftar pantauan waktu tiba tsunami.

Wilayah berstatus waspada

Selain Siaga, BMKG juga menempatkan beberapa daerah dalam status Waspada. Wilayah itu tersebar di Sulawesi Utara, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur.

Daftar wilayah Waspada mencakup Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Halmahera, Donggala bagian utara, Minahasa Selatan bagian selatan, Kota Ternate, Kutai Timur, Kota Tidore, Bulungan, dan Nunukan. Dengan sebaran yang cukup luas, perhatian publik kini tertuju pada pesisir utara Sulawesi hingga Kalimantan Timur.

Perkiraan waktu tiba tsunami

Dalam pembaruan yang dirilis sekitar tiga menit setelah gempa tercatat, BMKG menuliskan status P.D. Tsunami-1. Peringatan itu juga memuat rentang perkiraan waktu tiba tsunami di wilayah terdampak, yakni antara 06.51.55 WIB hingga 08.14.25 WIB.

BMKG turut mencantumkan peringatan dini untuk wilayah Gorontalo, Kaltim, Malut, Sulteng, dan Sulut. Informasi ini menjadi dasar bagi masyarakat pesisir untuk terus memantau perubahan status secara berkala melalui kanal resmi.

Gempa susulan ikut terpantau

Aplikasi BMKG juga menunjukkan adanya rangkaian gempa susulan dengan magnitudo 5,3 hingga 6,0. Aktivitas itu terpantau di Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur, Maluku Barat Daya, dan Pulau Karatung di Sulawesi Utara.

Rentetan gempa tersebut menambah perhatian pada potensi dampak lanjutan dari gempa utama M7,7. Dalam situasi seperti ini, pembaruan resmi dari BMKG menjadi acuan penting bagi warga di wilayah pesisir yang berada dekat zona terdampak.

Kewaspadaan di pesisir meningkat

Peningkatan kewaspadaan terjadi di pesisir utara Sulawesi, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur. Daerah yang sudah masuk daftar Siaga dan Waspada menjadi fokus utama pemantauan karena berada dalam jalur peringatan dini tsunami.

Sejumlah warganet juga melaporkan guncangan yang mereka rasakan melalui media sosial. Keluhan tentang jendela dan pintu yang bergerak, serta rasa pusing, ikut muncul di tengah situasi yang masih dipantau ketat oleh BMKG.

Source: www.suara.com
Terbaru