Stroke kerap datang tanpa peringatan yang jelas, tetapi banyak pemicunya sudah muncul lebih dulu dalam kebiasaan harian. Itu sebabnya perubahan kecil yang konsisten sering menjadi pembeda paling penting dalam menekan risikonya.
World Health Organization menempatkan stroke sebagai penyebab kematian kedua terbesar di dunia setelah penyakit jantung iskemik. Di saat yang sama, para ahli kesehatan menegaskan bahwa banyak kasus stroke sebenarnya bisa dicegah lewat gaya hidup yang lebih sehat dan teratur.
Tekanan darah, gula darah, dan berat badan perlu dikendalikan
Tekanan darah tinggi menjadi faktor risiko terbesar stroke karena dapat merusak pembuluh darah secara bertahap. American Heart Association menjelaskan bahwa kerusakan itu membuat pembuluh lebih rentan menyempit atau pecah.
Selain itu, obesitas sering berkaitan dengan hipertensi, diabetes tipe 2, dan kolesterol tinggi. Para ahli juga menyarankan indeks massa tubuh atau IMT berada di rentang 18,5 hingga 24,9 agar beban pada organ vital tetap terkendali.
Diabetes juga perlu diawasi ketat karena kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah. American Diabetes Association menyebut penderita diabetes memiliki risiko stroke jauh lebih tinggi dibanding orang tanpa diabetes.
10 kebiasaan yang paling membantu menekan risiko stroke
Langkah pertama adalah menjaga tekanan darah tetap normal, idealnya di bawah 120/80 mmHg. Cara ini bisa ditempuh lewat pengurangan garam, pola makan sehat, olahraga rutin, menjaga berat badan, dan minum obat sesuai anjuran dokter bila memang diperlukan.
Kebiasaan kedua adalah mengatur pola makan yang lebih sehat dengan memperbanyak buah, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, dan lemak sehat. Diet mediterania menjadi salah satu pola yang banyak direkomendasikan karena menekankan bahan makanan alami yang kaya serat, vitamin, mineral, dan antioksidan.
Kebiasaan ketiga adalah menjaga berat badan tetap ideal agar risiko hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi tidak ikut naik. Kebiasaan keempat adalah bergerak aktif setiap hari, dengan acuan WHO minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang atau 75 menit intensitas tinggi setiap minggu untuk orang dewasa.
Kebiasaan kelima adalah menghindari rokok dan membatasi alkohol. Merokok merusak lapisan pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, mempercepat plak di arteri, dan membuat darah lebih mudah membeku, sementara alkohol berlebihan dapat menaikkan tekanan darah dan mengganggu irama jantung.
Kebiasaan keenam adalah mengelola stres secara sehat karena stres berkepanjangan dapat memicu pelepasan hormon seperti kortisol dan adrenalin yang membebani kerja jantung. Meditasi, yoga, latihan pernapasan, aktivitas spiritual, hobi yang menenangkan, dan hubungan sosial yang baik dapat membantu menekan dampaknya.
Kebiasaan ketujuh adalah tidak mengabaikan kualitas tidur. Orang dewasa umumnya dianjurkan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam dengan kualitas yang baik, karena kurang tidur maupun tidur terlalu lama sama-sama dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke.
Risiko yang sering tersembunyi dan perlu diperiksa rutin
Kebiasaan kedelapan adalah mengendalikan diabetes dengan disiplin melalui pengaturan makan, olahraga rutin, menjaga berat badan, dan patuh pada pengobatan. Kebiasaan kesembilan adalah menangani fibrilasi atrium dengan tepat karena gangguan irama jantung ini dapat memicu gumpalan darah yang bergerak ke otak dan menyebabkan stroke.
European Society of Cardiology menyebut penderita fibrilasi atrium memiliki risiko stroke hingga lima kali lebih tinggi dibanding populasi umum. Karena itu, diagnosis dini dan terapi yang sesuai, termasuk kemungkinan penggunaan obat pengencer darah sesuai penilaian dokter, menjadi sangat penting.
Kebiasaan kesepuluh adalah melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin agar faktor risiko yang diam-diam berkembang bisa segera terdeteksi. Hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, dan gangguan jantung sering tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal, sehingga pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, berat badan, dan kesehatan jantung perlu dilakukan berkala.
Sepuluh kebiasaan ini saling melengkapi dan bekerja bersama dalam melindungi otak serta pembuluh darah. Dengan menjaga tekanan darah, makan lebih sehat, tetap aktif, berhenti merokok, tidur cukup, mengelola stres, dan rutin memeriksa kesehatan, risiko stroke bisa ditekan dari hari ke hari.
Source: www.beritasatu.com






