Capung Ternyata Tidak Langsung Terbang, Ini Perjalanan Panjangnya dari Telur ke Dewasa

Capung terlihat ringan saat melintas di udara, tetapi perjalanan hidupnya tidak sesederhana itu. Serangga ini melewati metamorfosis tidak sempurna, sehingga perubahan tubuhnya berlangsung bertahap tanpa fase pupa seperti kupu-kupu.

Seluruh siklus hidup capung bergantung pada air, terutama pada fase awal saat masih berupa telur dan nimfa. Dari awal kehidupan hingga menjadi capung dewasa, ada proses panjang yang membuat serangga ini sangat erat dengan lingkungan perairan.

Telur menjadi tahap awal yang unik

Perkawinan capung berlangsung dengan cara yang khas karena pasangan capung saling mengait dan membentuk pose seperti hati. Setelah itu, capung betina akan melepaskan telur di air atau di area yang dekat dengan air.

Ada dua jenis telur capung yang dikenal secara biologis. Jenis endofitik berbentuk memanjang dan diletakkan di tanaman, lumpur, atau kayu basah, sedangkan jenis eksofitik berbentuk bulat dan ditempatkan dalam zat seperti jeli lalu diendapkan di dalam air.

Selama proses bertelur, capung jantan biasanya tetap melindungi betina. Pada beberapa spesies, betina bahkan bisa bertelur sambil tenggelam dan memanfaatkan jantan untuk menariknya kembali ke daratan.

Masa inkubasi telur tidak selalu sama pada setiap capung. Lama menetasnya dipengaruhi oleh spesies dan suhu lingkungan, tetapi umumnya telur menetas dalam waktu 2–5 minggu.

Nimfa menjadi fase terpanjang

Setelah menetas, capung masuk ke tahap nimfa atau larva. Pada fase ini, larva mencari tempat aman lalu berganti kulit dalam beberapa jam.

Larva capung memiliki enam kaki, selubung sayap, dan rahang berengsel atau labium untuk menangkap mangsa. Bentuk tubuh ini membuatnya aktif berburu meski belum menyerupai capung dewasa.

Tahap larva menjadi periode terpanjang dalam hidup capung. Fase ini bisa berlangsung sekitar 2–3 bulan, dan selama masa itu larva berganti kulit sebanyak 5–14 kali hingga tumbuh sepenuhnya.

Di lingkungan air, larva memangsa hewan kecil yang tersedia di sekitarnya. Makanannya meliputi serangga air, jentik-jentik nyamuk, hingga ikan kecil.

Sayap baru siap setelah tubuh mengeras

Saat larva tumbuh maksimal dan kondisi lingkungan mendukung, capung memasuki metamorfosis terakhir. Larva mulai membiasakan diri menghirup udara lalu keluar dari kulit lamanya.

Pada tahap ini, sayap capung masih basah sehingga tubuhnya belum siap terbang jauh. Capung dewasa baru bisa melakukan penerbangan pertama setelah sayap mengeras sepenuhnya.

Setelah itu, capung biasanya menghabiskan sekitar satu minggu menjauh dari air untuk berburu serangga terbang kecil. Pada masa ini, tubuhnya juga mematangkan warna dan organ reproduksi.

Ketergantungan capung pada air membuat keberadaannya punya makna penting bagi lingkungan. Jika capung masih mudah ditemukan di suatu area, itu sering menjadi tanda bahwa kualitas lingkungan perairan di sekitarnya masih terjaga.

Source: www.idntimes.com

Terkait