Zoox mulai mengubah arah besar bisnis robotaxi miliknya. Anak usaha Amazon itu memperkenalkan desain terbaru kendaraan tanpa sopir saat bersiap membuka layanan berbayar di Amerika Serikat.
Langkah ini penting karena selama ini Zoox masih mengandalkan perjalanan gratis di beberapa kota. Kini perusahaan menyiapkan armada komersial dengan tampilan dan fitur yang dibuat lebih nyaman, lebih mudah dipakai, dan lebih siap untuk operasi publik.
Layanan berbayar menunggu lampu hijau regulator
Zoox saat ini sudah menawarkan perjalanan gratis di Las Vegas, San Francisco, Miami, dan Austin. Namun perusahaan menargetkan fase berikutnya berupa layanan berbayar, yang disebut bisa hadir sebelum akhir tahun ini.
Rencana itu masih bergantung pada persetujuan National Highway Traffic Safety Administration di AS. Zoox mengajukan izin untuk mengoperasikan hingga 2.500 kendaraan swakemudi di jalan umum untuk tujuan komersial, sementara aturan federal umumnya masih mewajibkan kendaraan memiliki kontrol pengemudi standar.
Petisi Zoox masih dalam peninjauan setelah masa komentar publik ditutup pada awal April. Ini menjadi titik krusial karena robotaxi Zoox memang dirancang tanpa setir dan tanpa pedal.
| Aspek | Detail | Keterangan |
|---|---|---|
| Lokasi layanan gratis | Las Vegas, San Francisco, Miami, Austin | Sudah berjalan |
| Target layanan berbayar | Sebelum akhir tahun ini | Masih menunggu izin |
| Permintaan izin | Hingga 2.500 kendaraan swakemudi | Untuk tujuan komersial |
| Kecepatan maksimum | 75 mil per jam | Setara sekitar 120 km per jam |
Desain khasnya tetap, tapi dibuat lebih fungsional
Dari luar, bentuk robotaxi baru Zoox masih mempertahankan siluet carriage yang ikonik dengan kedua ujung kendaraan yang nyaris identik. Desain kotaknya membuat kendaraan ini kerap dijuluki mirip pemanggang roti.
Kendaraan tersebut bisa melaju ke dua arah dan mencapai kecepatan hingga 75 mil per jam atau sekitar 120 km per jam. Konsep dua arah ini tetap menjadi pembeda utama dibanding mobil konvensional.
Zoox menambahkan reflektor dua arah yang lebih besar dan dipindahkan agar penumpang, aparat penegak hukum, serta petugas tanggap darurat lebih mudah mengenali bagian depan dan belakang kendaraan. Perusahaan juga menambahkan speaker, mikrofon, dan kemampuan audio dua arah pada antarmuka pintu.
Fitur lama tetap hadir pada model terbaru ini. Di antaranya moonroof, lampu interior bertema langit berbintang, serta kamera, radar, lidar, dan sensor inframerah untuk memantau lingkungan sekitar.
Kabin dibuat lebih nyaman untuk penumpang
Bagian dalam robotaxi Zoox tetap memakai kabin minimalis dengan empat kursi yang saling berhadapan. Karena kendaraan ini sepenuhnya otonom, setir dan pedal memang tidak tersedia.
Pada versi terbaru, Zoox memperbarui layar sentuh serta menambah kenyamanan kursi dan sandaran kepala dengan bantalan tambahan. Warna interior juga dibuat lebih terang dengan kursi hijau aloe dan trim abu-abu batu.
Perubahan lain terlihat pada cupholder yang lebih besar dan charging pad beralur agar ponsel tidak mudah bergeser. Zoox juga menyebut penyesuaian interior ini membantu penumpang lebih mudah melihat barang yang tertinggal, seperti kunci dan ponsel.
Perhatian pada kabin menjadi bagian penting karena Zoox menyiapkan kendaraan ini untuk penggunaan publik dalam skala lebih luas. Dalam fase komersial, pengalaman penumpang kini sama pentingnya dengan kemampuan otonom kendaraan.
Dari uji layanan menuju produksi massal
Zoox mengatakan telah melayani lebih dari 500.000 penumpang sejak membuka layanan di Las Vegas pada September lalu. Angka itu menunjukkan minat awal terhadap layanan robotaxi perusahaan mulai terbentuk, meski belum sepenuhnya berbayar.
Pada Maret tahun ini, Zoox juga menjalin kemitraan dengan Uber untuk menghadirkan robotaxi mereka di platform tersebut di Las Vegas. Kerja sama ini bisa menjadi jalur tambahan untuk memperluas akses pengguna ketika layanan komersial dibuka.
Untuk mendukung ekspansi, Zoox berencana memulai produksi massal robotaxi di fasilitas manufakturnya di Hayward, California. Pabrik itu dibuka pada Juni lalu dan pada akhirnya dapat memproduksi 10.000 kendaraan per tahun.
Output awal ditargetkan meningkat hingga 100 kendaraan per minggu, bergantung pada persetujuan regulator. Target itu memperlihatkan bahwa Zoox sudah bergerak dari tahap pengujian ke skala industri untuk operasional komersial.
Persaingan dengan Waymo masih jauh dari selesai
Di pasar robotaxi, Zoox masih tertinggal dari Waymo milik Google. Waymo baru-baru ini menyatakan telah melampaui 500.000 perjalanan berbayar per pekan di 10 kota di AS.
Waymo juga berencana memperluas layanan komersial ke beberapa kota baru tahun ini, termasuk London dan Tokyo. Tekanan kompetitif itu membuat langkah Zoox menuju layanan berbayar dan produksi besar menjadi semakin penting.
Di tengah perubahan itu, desain baru robotaxi Zoox menunjukkan bahwa persaingan kini tidak hanya soal sensor dan perangkat lunak. Kenyamanan kabin, kesiapan produksi, dan izin operasi komersial ikut menentukan siapa yang lebih cepat merebut pasar.
