Ziarah ke maqbarah masyaikh Pesantren Tebuireng menjadi cara PW Muslimat NU Jawa Timur menandai Harlah ke-63 YKMNU. Kegiatan ini tidak hanya berisi doa, tetapi juga penegasan kembali atas jejak para pendiri yang membangun fondasi lembaga tersebut.
Dalam momentum itu, Muslimat NU Jawa Timur juga menegaskan kedekatannya dengan tradisi amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan warga Nahdlatul Ulama.
Menghadirkan kembali sejarah pendirian YKMNU
Ziarah digelar pada Kamis (11/06/2026) dan diikuti 17 pengurus Muslimat NU dari tingkat PW Jawa Timur serta PC Muslimat NU Jombang. Dua tokoh yang mendampingi kegiatan tersebut adalah Nyai Hj. Faridah Sholahuddin Wahid dan Nyai Hj. Aisyah Muhammad.
Ketua YKMNU Jawa Timur sekaligus Sekretaris PW Muslimat NU Jawa Timur, Nyai Hj. Maryam Baharuddin, S.H., M.H., menyebut kegiatan itu sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari lahir YKMNU yang berdiri pada 11 Juni 1963. Ia juga mengingatkan bahwa salah satu pelopor dan pendiri YKMNU adalah Bu Nyai Sholihah Wahid Hasyim yang dimakamkan di Tebuireng.
Menurut Maryam, ziarah dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri. Langkah itu juga menjadi upaya meneladani perjuangan mereka dalam membangun kemaslahatan umat.
Tradisi NU yang terus dijaga
Maryam menekankan bahwa ziarah merupakan bagian dari tradisi amaliyah Nahdlatul Ulama yang perlu terus dirawat. Ia menilai ziarah bukan hanya untuk mengenang jasa para pendahulu, tetapi juga untuk mengambil spirit perjuangan mereka.
Kehadiran Muslimat NU Jawa Timur di Tebuireng menunjukkan hubungan yang kuat antara peringatan organisasi dan penghormatan terhadap sanad perjuangan para masyaikh. Di saat yang sama, kegiatan ini mempertegas identitas keagamaan yang diwariskan para ulama kepada warga NU.
Fokus pada pendidikan dan layanan sosial
Nyai Hj. Aisyah Muhammad dari PC Muslimat NU Jombang menyampaikan bahwa YKMNU memiliki perhatian besar pada dunia pendidikan. Perhatian itu terutama diarahkan kepada anak-anak yatim piatu dan mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Aisyah menjelaskan bahwa YKMNU berupaya mendampingi dan membiayai pendidikan mereka melalui berbagai program yang ada. Tujuannya agar mereka bisa meraih prestasi dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Menutup kegiatan, Maryam berharap Muslimat NU dan YKMNU terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ia menyebut layanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial perlu terus diperkuat agar keberadaan organisasi semakin dirasakan umat.
Source: tebuireng.online






