Kolaborasi Pendidikan Inklusif Menguat, Kacabdin Jateng 12 Hadiri Acara STEKOM di Semarang

Kolaborasi antara sekolah, pemerintah, perguruan tinggi, dan industri kembali ditegaskan lewat kegiatan “Industri Ramah Inklusi: Syukuran Idul Adha” di Semarang. Kehadiran Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Jawa Tengah, Diah Ayu Ratna Sari, menunjukkan bahwa pendidikan inklusif kini dipandang sampai pada tahap kesiapan kerja penyandang disabilitas.

Forum ini mengangkat tema “Membangun Kolaborasi Industri dan Pendidikan Inklusif untuk Masa Depan yang Setara dan Bermakna”. Tema tersebut memperlihatkan arah kerja sama yang tidak berhenti pada akses belajar, tetapi juga pada peluang nyata di dunia kerja.

Dukungan lintas sektor untuk pendidikan inklusif

Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas STEKOM) bersama SLB Negeri Semarang menjadi penyelenggara kegiatan yang mempertemukan unsur pendidikan, pemerintah, dan industri dalam satu forum. Di sana, Diah Ayu Ratna Sari hadir sebagai perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah di wilayah XII.

Kehadirannya memberi sinyal kuat bahwa penguatan pendidikan inklusif tidak bisa ditangani sekolah sendiri. Dukungan dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dibutuhkan agar peserta didik penyandang disabilitas memiliki ruang berkembang yang lebih luas.

Dalam kesempatan itu, Diah Ayu Ratna Sari menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antarlembaga penting untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dan memiliki kesempatan yang sama di masyarakat maupun dunia kerja.

Penampilan siswa jadi bukti kapasitas yang bisa tumbuh

Kegiatan ini juga menghadirkan penampilan kreativitas dan keterampilan siswa SLB Negeri Semarang. Rangkaian yang ditampilkan meliputi tari tradisional, fashion show, angklung, hingga asesmen keterampilan kerja.

Penampilan tersebut menjadi bagian penting karena menunjukkan bahwa kemampuan siswa dapat berkembang saat mereka mendapat ruang, kesempatan, dan dukungan yang tepat. Asesmen keterampilan kerja juga memperlihatkan bahwa pendidikan inklusif bisa diarahkan pada kesiapan kerja yang lebih nyata.

Selain Diah Ayu Ratna Sari, acara ini turut dihadiri Kepala SLB Negeri Semarang Sri Sugiarti, perwakilan Pemerintah Kota Semarang, unsur Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, serta Rektor Universitas STEKOM Dr. Joseph Teguh Santoso, S.Kom., M.Kom. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperlihatkan bahwa isu pendidikan inklusif mendapat perhatian dari berbagai sisi.

Komitmen STEKOM untuk ekosistem yang lebih setara

Universitas STEKOM menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pendidikan yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kampus itu ingin ikut membangun ekosistem pendidikan yang lebih terbuka, setara, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja di masa depan.

Kehadiran Kacabdin Wilayah XII Jawa Tengah pada kegiatan ini menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap pengembangan pendidikan inklusif. Sinergi antara pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, dan dunia industri diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas untuk berkembang dan berkarya.

Source: stekom.ac.id

Terkait