XPPen Artist Pro 27 (Gen 2) hadir untuk menjawab kebutuhan kreator yang ingin merasakan ruang kerja luas seperti kanvas digital sungguhan. Dengan panel 27 inci, resolusi 4K, dan refresh rate 120Hz, perangkat ini menargetkan ilustrator, editor foto, serta desainer yang merasa layar 12 inci atau 16 inci sudah terlalu sempit.
Kombinasi ukuran besar dan spesifikasi tinggi membuat pen display ini menonjol di kelasnya. Tetapi, perangkat ini juga menuntut meja kerja yang siap menampung bobot, ukuran, dan kebutuhan konektivitas yang tidak sederhana.
Layar besar yang menekankan presisi
Artist Pro 27 (Gen 2) memakai panel IPS 27 inci dengan resolusi 3840 x 2160 piksel. Kerapatan pikselnya mencapai 163 PPI, sehingga detail kecil tetap terlihat tajam saat dipakai untuk menggambar atau mengolah foto.
XPPen juga menempatkan akurasi warna sebagai nilai jual utama. Spesifikasinya mencakup 99 persen Adobe RGB, 99 persen sRGB, dan 97 persen DCI-P3, yang membuatnya relevan untuk alur kerja kreatif yang membutuhkan reproduksi warna presisi.
Setiap unit disebut sudah melalui kalibrasi pabrik pada ruang warna Adobe RGB. Dalam pengujian pada artikel referensi, sampel ulasan mencatat Delta E rata-rata 0,97 dengan deviasi maksimum 3,0, yang menunjukkan hasil warna cukup akurat sejak awal pemakaian.
Tingkat kecerahan tipikalnya berada di 350 nits. Angka ini tergolong memadai untuk studio indoor, meski bisa terasa kurang ideal bila digunakan di ruangan yang sangat terang.
120Hz memberi rasa kerja yang lebih mulus
Salah satu pembeda terbesar perangkat ini ada pada refresh rate 120Hz. Dibanding layar 60Hz, gerakan kuas terasa lebih halus, navigasi kanvas lebih responsif, dan perpindahan layar tampak lebih nyaman untuk mata.
Artikel referensi juga menilai efek ini terasa saat melakukan sapuan cepat atau memindahkan bidang kerja yang besar. Stutter dan ghosting disebut sangat minim, sehingga pengalaman menggambar terasa lebih natural.
Permukaan layarnya memakai kaca nano-etched anti-glare dengan lapisan anti-fingerprint. Lapisan ini membantu mengurangi pantulan cahaya sekaligus menjaga layar tidak cepat dipenuhi noda saat sesi kerja berlangsung lama.
Tekstur permukaannya juga dibuat tidak terlalu licin. Sentuhan stylus jadi terasa lebih mendekati kertas halus ketimbang kaca polos, yang penting untuk menjaga kontrol saat membuat garis, shading, atau detail tipis.
Stylus 16K untuk garis yang lebih terkendali
XPPen membekali perangkat ini dengan X3 Pro Smart Chip Stylus yang mendukung 16.384 level tekanan. Spesifikasi ini memberi rentang respons yang sangat luas, dari goresan tipis hingga sapuan tebal, dengan pembacaan yang lebih bertahap.
Paket penjualan juga menyertakan X3 Pro Slim Stylus yang bobotnya sekitar 10 gram. Dibanding pena standar 16 gram, versi ini bisa terasa lebih ringan untuk sesi menggambar panjang.
Slim Stylus punya karakter yang unik karena tombol sampingnya dapat dilepas. Pengguna yang tidak membutuhkan tombol ekstra bisa memakai pena dalam bentuk lebih polos, sementara pengaturan fungsi tetap bisa disesuaikan lewat driver XPPen.
Driver tersebut memungkinkan pengaturan pena dilakukan secara terpisah. Kurva tekanan, fungsi tombol, dan profil aplikasi dapat dibuat berbeda sesuai kebutuhan kerja masing-masing pengguna.
Konektivitas lengkap, tetapi ada catatan penting
Dari sisi input, Artist Pro 27 (Gen 2) menyediakan DisplayPort ukuran penuh, HDMI, dan USB-C yang mendukung sinyal display. Di sisi output, tersedia jack audio 3,5 mm untuk kebutuhan suara dasar.
Meski pilihan portnya tergolong lengkap, perangkat ini tidak memiliki USB-A bawaan. Kondisi itu membuat pengguna yang ingin memasang dongle mouse atau flash drive perlu menggunakan hub tambahan.
USB-C juga memiliki keterbatasan saat dipakai pada 4K 120Hz. Berdasarkan pengujian pada artikel referensi, koneksi tersebut berjalan dengan chroma subsampling YCbCr 4:2:2, bukan full RGB, sehingga DisplayPort atau HDMI tetap lebih direkomendasikan untuk sinyal terbaik.
USB-C di perangkat ini juga tidak mendukung power delivery untuk laptop. Artinya, kabel tersebut lebih berfungsi sebagai jalur display, bukan solusi satu kabel untuk gambar sekaligus daya.
Siap dipakai, jika meja dan ruang sudah mendukung
Bobot perangkat ini sekitar 7 kg, sehingga tidak cocok untuk meja kecil atau meja yang kurang stabil. Ukurannya memang mendukung pengalaman menggambar yang lega, tetapi konsekuensinya adalah kebutuhan ruang kerja yang lebih serius.
Stand bawaan menawarkan 11 tingkat kemiringan dan memiliki basis yang berat serta stabil. Saat layar ditekan dengan stylus, posisi panel tetap mantap dan tidak terasa mudah goyah.
Orientasi portrait tetap dimungkinkan, tetapi tidak praktis karena panel harus dilepas lalu dipasang kembali. Opsi yang lebih fleksibel tersedia melalui dukungan VESA 100 x 100 mm di bagian belakang, sehingga pengguna bisa memakai arm monitor atau stand pihak ketiga.
Pada akhirnya, XPPen Artist Pro 27 (Gen 2) terasa seperti kanvas impian bagi kreator profesional yang membutuhkan layar besar, warna akurat, dan gerakan pena yang sangat mulus. Namun, perangkat ini paling masuk akal untuk studio yang sudah siap secara ruang, meja, dan konektivitas, karena ukuran fisik dan beberapa batasan port tetap perlu diperhitungkan sebelum menjadikannya alat kerja utama.
Source: www.gizmochina.com






