XPeng langsung mengubah peta persaingan dua model andalannya di Indonesia setelah memberi penyegaran pada X9 dan G6. Bukan turun, harga keduanya justru naik dan membuat posisi masing-masing model terasa makin tegas di kelas mobil listrik mewah.
Yang paling mencolok ada pada X9 Facelift yang kini diposisikan lebih dekat ke segmen MPV premium. Sementara itu, G6 mendapat varian AWD Performance yang membawa tenaga jauh lebih besar dan selisih harga yang cukup lebar dari varian Pro.
X9 Facelift tampil lebih rapi dan fungsional
X9 Facelift membawa ubahan visual di bagian depan dengan fascia yang dibuat lebih simpel. XPeng juga menambahkan active grille shutter air intake agar tampilan mobil terasa lebih modern.
Perubahan lain ada pada pelek dengan teknologi Stationary Emblem Wheel Hub, yang membuat logo XPeng di tengah roda tetap diam saat mobil melaju. Di kabin, X9 dibuat lebih luas untuk memaksimalkan ruang barang bawaan, sementara jok belakang bisa dilipat rata agar fungsi angkutnya lebih fleksibel.
Meski berubah dari sisi tampilan dan kepraktisan, X9 masih memakai motor listrik yang sama seperti sebelumnya. Mobil ini dibekali baterai 110 kWh dengan klaim jarak tempuh 615 km dalam sekali pengisian penuh.
XPeng juga menyematkan pengisian cepat 5C Super Fast Charging serta sejumlah fitur seperti road noise cancellation, flat tire stability control, sistem Turing AI XP5, dan windshield HUD.
G6 AWD Performance hadir dengan tenaga yang jauh lebih besar
Untuk G6, XPeng menambah varian AWD Performance yang tampil hampir sama dengan varian Pro. Pembeda paling mudah terlihat ada pada pilihan warna eksterior hitam yang disediakan khusus untuk varian ini.
Karakter utamanya ada di performa. G6 AWD Performance menghasilkan tenaga 487 hp dan torsi 660 Nm, dengan penggerak semua roda yang membuat responsnya lebih agresif dibanding varian standar.
Catatan akselerasinya juga lebih cepat. G6 AWD Performance sanggup berlari dari 0-100 km/jam dalam 4,13 detik, sedangkan varian Pro mencatat 6,7 detik.
Kecepatan maksimalnya berada di 202 km/jam. Angka itu masih tergolong wajar untuk mobil listrik karena banyak pabrikan membatasi top speed demi efisiensi daya baterai.
Harga baru membuat posisi pasar ikut berubah
XPeng memasarkan G6 AWD Performance dengan harga Rp 760 juta, atau Rp 100 juta di atas varian Pro yang dipasarkan Rp 660 juta. Selisih ini membuat G6 versi baru terasa lebih fokus pada performa ketimbang sekadar efisiensi.
Sementara itu, X9 Facelift dipatok Rp 1,1 miliar. Harga tersebut menempatkannya di atas banyak rival di segmen MPV premium, bahkan lebih mahal dari Denza D9 dan selevel dengan Toyota Alphard, meski model Toyota itu masih memakai mesin hybrid.
Di pasar SUV listrik, G6 menghadapi lawan yang lebih banyak karena segmennya dipenuhi merek dari Jepang, China, hingga Eropa. Meski begitu, statusnya sebagai model rakitan lokal memberi nilai tambah tersendiri di kelas yang ramai ini.
X9 justru bermain di arena yang lebih sempit. Rival utamanya sejauh ini adalah Denza D9 dan Maxus Mifa 9, dengan mayoritas pesaing datang dari merek China.
Penjualan ikut menopang langkah penyegaran
Penyegaran pada G6 dan X9 juga sejalan dengan performa penjualan keduanya. X9 disebut lebih laris dari G6, dengan perkiraan penjualan yang bisa melewati 500 unit, sementara G6 berada di kisaran 300 unit.
Modal itu membuat XPeng punya ruang untuk menjaga momentum di Indonesia. Dengan harga baru, ubahan desain, dan tambahan varian performa tinggi, XPeng kini mempertegas arah dua model listriknya di pasar yang makin kompetitif.
| Model | Harga | Performa / Jarak | Catatan Utama |
|---|---|---|---|
| G6 AWD Performance | Rp 760 juta | 487 hp, 660 Nm, 0-100 km/jam 4,13 detik, top speed 202 km/jam | AWD, selisih Rp 100 juta dari varian Pro |
| X9 Facelift | Rp 1,1 miliar | Baterai 110 kWh, jarak 615 km | Fascia baru, kabin lebih luas, fitur lebih lengkap |
