
Xiaomi resmi membawa Smart Band 10 Pro ke pasar global dengan fokus yang cukup jelas: pemantauan kesehatan yang lebih lengkap, layar yang lebih terang, dan baterai yang tetap awet dalam bodi yang ringkas. Kombinasi ini langsung menempatkannya sebagai salah satu smart band yang paling menarik bagi pengguna yang ingin fitur banyak tanpa harus memakai smartwatch berukuran besar.
Sorotan terbesarnya ada pada fitur sleep HRV monitoring yang dirancang untuk membaca variabilitas detak jantung saat tidur. Data ini membantu memberi gambaran soal pemulihan tubuh dan kondisi kesehatan secara umum, sehingga perangkat ini terasa lebih relevan untuk pemantauan harian.
Pemantauan kesehatan jadi nilai jual utama
Selain sleep HRV monitoring, Xiaomi membekali Smart Band 10 Pro dengan modul sensor PPG baru yang memakai dua sumber cahaya dan dua sensor. Pendekatan ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi pemantauan detak jantung.
Perangkat ini juga mendukung pemantauan detak jantung terus-menerus, pelacakan SpO2, dan pemantauan stres. Dengan paket fitur tersebut, Smart Band 10 Pro menyasar pengguna yang ingin memantau indikator kesehatan dasar secara rutin dan praktis.
Untuk aktivitas olahraga, smart band ini mendukung lebih dari 150 mode olahraga. Xiaomi juga menanamkan GNSS bawaan, sehingga pelacakan aktivitas luar ruang bisa berjalan tanpa selalu bergantung pada ponsel.
Layar AMOLED lebih terang dan nyaman dilihat
Di sisi tampilan, Smart Band 10 Pro memakai layar AMOLED 1,74 inci dengan resolusi 480 x 336 piksel. Panel ini juga mendukung refresh rate 60Hz, yang membuat pergerakan antarmuka terasa lebih mulus.
Xiaomi meningkatkan kecerahan puncak hingga 2.000 nits. Peningkatan ini penting untuk penggunaan di luar ruangan karena layar tetap lebih mudah dibaca saat berada di bawah sinar matahari langsung.
Desainnya tetap mempertahankan karakter smart band yang tipis dan ringan. Ketebalannya 9,7 mm dengan bobot 28,7 gram tanpa strap, sehingga perangkat ini masih nyaman dipakai sepanjang hari.
Xiaomi juga melindungi layar dengan kaca lengkung 2.5D dan memakai bezel simetris yang sangat tipis. Sentuhan ini memberi kesan visual yang lebih premium pada perangkat yang tetap sederhana secara bentuk.
Baterai 21 hari dalam bodi yang tetap ramping
Di balik bodi ringkasnya, Xiaomi menanamkan baterai 350 mAh dan sistem magnetic charging. Perusahaan mengklaim Smart Band 10 Pro mampu bertahan hingga 21 hari dalam kondisi penggunaan ringan.
Daya tahan seperti ini menjadi daya tarik besar di kelas smart band, terutama untuk pengguna yang tidak ingin terlalu sering mengisi ulang perangkat wearable. Xiaomi tampak berusaha menjaga keseimbangan antara kenyamanan pemakaian dan fungsi pemantauan yang aktif.
Smart Band 10 Pro juga sudah mengantongi sertifikasi tahan air 5ATM. Artinya, perangkat ini cocok dipakai untuk berenang dan aktivitas berbasis air lainnya.
Spesifikasi dan pilihan yang tersedia
Berikut ringkasan spesifikasi utamanya:
| Fitur | Xiaomi Smart Band 10 Pro |
|---|---|
| Layar | 1,74 inci AMOLED, 60Hz |
| Resolusi | 480 x 336 piksel |
| Sensor | Heart rate sensor dengan blood oxygen sensor, accelerometer, gyroscope, electronic compass, ambient light sensor |
| Baterai | 350 mAh |
| Daya tahan | Hingga 21 hari pada penggunaan ringan |
| Konektivitas | Bluetooth 5.4 |
| Dimensi | 43.96 × 33.36 × 9.7 mm |
| Bobot | 28,7 gram tanpa strap |
Smart Band 10 Pro sudah meluncur di sejumlah pasar global dengan harga mulai dari 149 Dollars di Amerika Serikat dan 69.99 Euros di Inggris. Xiaomi juga menyediakan tiga pilihan warna, yaitu Midnight Black, Glacier Silver, dan Lavender Pink.
Dengan layar yang lebih terang, sleep HRV monitoring, GNSS bawaan, lebih dari 150 mode olahraga, dan baterai yang diklaim tahan hingga 21 hari, Smart Band 10 Pro tampil sebagai perangkat yang membidik pengguna aktif yang ingin fungsi luas dalam perangkat yang tetap ringan dan ringkas.
Source: tech.sportskeeda.com




