Xiaomi Hadirkan Scooter 6 Series Di Jakarta, Menjawab Macet Saat Rata-Rata Cuma 15,5 Km/Jam

Xiaomi Indonesia resmi membawa Electric Scooter 6 Series ke Jakarta sebagai bagian dari upaya menjawab persoalan mobilitas harian di kota besar. Produk ini hadir di tengah kondisi lalu lintas ibu kota yang masih berat, dengan data TomTom Traffic menunjukkan kecepatan rata-rata kendaraan saat jam sibuk hanya 15,5 km/jam.

Situasi tersebut membuat perjalanan singkat sekalipun bisa menyita waktu dan energi. TomTom juga mencatat komuter di Jakarta berpotensi kehilangan hingga 125 jam produktif per tahun karena terjebak macet, sehingga kendaraan mikro seperti skuter listrik menjadi salah satu opsi yang relevan untuk mobilitas urban.

Skuter listrik untuk ritme kota besar

Xiaomi menempatkan Electric Scooter 6 Series sebagai solusi transportasi yang lebih praktis untuk kebutuhan harian. Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, menyebut kehadiran lini ini ingin mengubah cara masyarakat memandang perjalanan di kota besar agar terasa lebih efisien dan menyenangkan.

Pendekatan itu dibungkus dalam tema “Live Right, Live Smart” yang menekankan mobilitas modern. Di tengah rutinitas yang serba cepat, skuter listrik diposisikan sebagai kendaraan ringkas yang membantu pengguna bergerak lebih fleksibel.

Dua varian dengan karakter berbeda

Electric Scooter 6 Series terdiri dari dua model, yakni Electric Scooter 6 dan Electric Scooter 6 Lite. Keduanya dirancang untuk kebutuhan pengguna yang berbeda, mulai dari rute yang lebih menuntut tenaga hingga mobilitas yang mengutamakan kemudahan dibawa.

Varian standar menggunakan motor 400W dengan daya puncak 800W. Dengan tenaga itu, scooter diklaim mampu menanjak hingga kemiringan 18 persen, sehingga lebih cocok dipakai di jalur perkotaan yang tidak selalu rata.

Model ini juga dibekali ban tubeless 12 inci dan Dual-Spring Suspension. Kombinasi tersebut membantu meredam guncangan saat melintasi permukaan jalan yang kurang mulus, sementara baterai 360Wh memungkinkan jarak tempuh hingga 45 kilometer dalam sekali pengisian.

Lite lebih ringan dan mudah dibawa

Berbeda dari model standar, Electric Scooter 6 Lite menonjolkan portabilitas. Bobotnya 18 kg sehingga lebih mudah dipindahkan oleh pengguna yang sering berpindah moda transportasi.

Xiaomi juga membekali model Lite dengan mekanisme lipat tiga langkah. Fitur ini memudahkan scooter dibawa masuk ke MRT atau LRT, terutama bagi pengguna yang menggabungkan skuter listrik dengan transportasi umum untuk perjalanan sehari-hari.

Efisiensi lewat fitur KERS dan konektivitas

Kedua model sama-sama memakai Kinetic Energy Recovery System atau KERS. Fitur ini mengubah energi saat pengereman menjadi tambahan daya baterai secara otomatis, sehingga penggunaan energi menjadi lebih efisien.

Selain itu, Xiaomi menempatkan konektivitas digital sebagai bagian penting dari produk ini. Seluruh kontrol dan pemantauan kondisi scooter dapat dilakukan melalui aplikasi Xiaomi Home di ponsel pintar.

Lewat aplikasi tersebut, pengguna bisa melihat sisa baterai dan tekanan ban. Integrasi ini membuat Electric Scooter 6 Series tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga terhubung dengan ekosistem perangkat Xiaomi.

Harga dan jadwal penjualan di Indonesia

Masa pre-sale eksklusif Electric Scooter 6 Series dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 20 April 2026 melalui situs resmi Mi. Setelah itu, penjualan perdana untuk publik dibuka pada 21 April 2026 lewat berbagai platform e-commerce dan jaringan ritel fisik di Indonesia.

Untuk harga, Xiaomi Indonesia menetapkan Electric Scooter 6 pada Rp8.399.000 selama promo dengan harga normal Rp8.999.000. Pembeli model ini juga mendapat bonus langsung berupa Redmi Watch 5 Lite.

Sementara itu, Electric Scooter 6 Lite ditawarkan dengan harga promo Rp6.699.000 dan harga normal Rp6.999.000. Varian Lite disertai bonus Portable Electric Air Compressor 2, yang menambah nilai paket pembelian bagi konsumen yang mencari mobilitas ringkas di tengah padatnya lalu lintas Jakarta.

Baca Juga

Back to top button