
Xiaomi 17T Pro mulai menarik perhatian karena menghadirkan cara baru untuk memindahkan foto ke iPhone tanpa aplikasi tambahan. Ponsel ini sudah mendukung AirDrop melalui Quick Share, sehingga proses berbagi file lintas ekosistem terasa lebih praktis bagi pengguna Android.
Langkah ini penting karena pertukaran file antara Android dan iPhone selama ini kerap menjadi titik friksi. Lewat HyperOS 3, Xiaomi mencoba menawarkan pengalaman lintas perangkat yang lebih mulus dan tidak lagi bergantung pada aplikasi pihak ketiga.
Pengumuman awal fitur ini disampaikan melalui akun Xiaomi HyperOS di Twitter/X. Di Indonesia, fitur tersebut juga diperkenalkan saat peluncuran Xiaomi 17T series oleh Product Marketing Lead Xiaomi Indonesia, Jeksen.
Dalam acara itu, Xiaomi menegaskan bahwa salah satu aspek HyperOS 3 yang mendapat banyak respons positif adalah pengalaman lintas ekosistem. Perusahaan juga menyampaikan bahwa dukungan AirDrop di Xiaomi 17T Pro dibuat agar transfer foto bisa berjalan lebih seamless dengan perangkat lain.
Fitur sudah hadir di unit Indonesia
Pada unit Xiaomi 17T Pro yang beredar di Indonesia, fitur AirDrop via Quick Share disebut sudah tersedia tanpa pembaruan perangkat lunak tambahan. Artinya, pengguna tidak perlu menunggu update terpisah untuk menemukan opsi tersebut di perangkat.
Meski begitu, ketersediaan fitur tidak otomatis berarti proses pengiriman file langsung berjalan mulus dalam semua percobaan. Dalam pengujian detikINET, saat dipakai mengirim foto, iPhone tujuan tidak muncul di daftar perangkat sehingga proses kirim gagal.
Temuan itu menunjukkan bahwa fitur memang sudah hadir di sisi perangkat, tetapi implementasinya masih perlu dilihat lebih jauh dalam penggunaan nyata. Bagi pengguna, kestabilan deteksi perangkat dan kompatibilitas menjadi faktor penting agar klaim kemudahan lintas ekosistem benar-benar terasa.
Ada pengaturan yang harus dipenuhi
Untuk mengirim foto atau video dari Xiaomi 17T Pro ke iPhone lewat AirDrop via Quick Share, ada pengaturan tertentu di perangkat Apple yang harus dipenuhi. Visibilitas AirDrop di iPhone perlu diatur ke mode “Everyone for 10 minutes”.
Pengaturan itu menjadi kunci agar iPhone bisa terdeteksi sebagai perangkat tujuan. Tanpa mode tersebut, proses pencarian perangkat kemungkinan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Sebaliknya, jika pengguna ingin mengirim file dari iPhone ke Xiaomi 17T Pro, ada langkah lain yang harus diperhatikan. Tab “Receive” di layar Quick Share harus tetap terbuka agar ponsel Xiaomi bisa menerima kiriman.
Dua syarat itu menunjukkan bahwa integrasi ini belum bekerja sepenuhnya pasif seperti berbagi file dalam satu ekosistem yang sama. Pengguna masih perlu memastikan pengaturan di kedua perangkat sudah sesuai sebelum transfer dilakukan.
Baru tersedia di satu model
Untuk saat ini, fitur AirDrop via Quick Share baru disebut tersedia di Xiaomi 17T Pro. Belum ada kepastian apakah kemampuan serupa akan meluas ke ponsel Xiaomi lain yang sudah memakai HyperOS 3.
Kondisi itu penting dicatat karena tidak semua perangkat Xiaomi dipastikan akan mendapatkan fitur yang sama. Ada indikasi bahwa batasan level hardware dapat menjadi penghambat ekspansi ke model lain.
Dengan kata lain, HyperOS 3 saja belum tentu cukup untuk menghadirkan dukungan serupa di semua perangkat. Faktor perangkat keras masih berpotensi menentukan apakah integrasi lintas ekosistem ini bisa dinikmati lebih luas atau tetap eksklusif di model tertentu.
Nilai praktis bagi pengguna sehari-hari
Kehadiran dukungan AirDrop melalui Quick Share di Xiaomi 17T Pro menyasar kebutuhan yang sangat spesifik, tetapi relevan bagi banyak pengguna. Banyak orang kini memakai lebih dari satu ekosistem, misalnya ponsel Android, tablet, laptop, atau perangkat Apple.
Dalam situasi seperti itu, transfer foto sering menjadi aktivitas harian yang membutuhkan cara cepat dan sederhana. Karena itu, fitur yang bisa memangkas kebutuhan aplikasi tambahan berpotensi menjadi nilai tambah nyata, terutama bagi pengguna yang sering berbagi foto antargawai.
Meski begitu, pengalaman aktual tetap menjadi penentu utama. Jika perangkat tujuan belum konsisten muncul atau proses kirim belum selalu berhasil, manfaat praktis yang dijanjikan masih bergantung pada penyempurnaan implementasi di lapangan.
Di sisi lain, langkah Xiaomi ini menunjukkan bahwa persaingan ponsel tidak lagi hanya soal spesifikasi inti, tetapi juga soal kenyamanan ekosistem. Dukungan transfer file ke iPhone tanpa aplikasi tambahan menjadi contoh bagaimana produsen Android mulai memberi perhatian lebih besar pada pengguna yang hidup di antara dua platform.
Source: inet.detik.com




