Xbox dilaporkan sempat memberi dukungan dana untuk 1666: Amsterdam, proyek baru Patrice Désilets yang dikenal sebagai kreator utama Assassin’s Creed. Namun, dukungan itu kemudian ditarik dan game tersebut kembali melaju tanpa sokongan Xbox.
Kabar ini menarik perhatian karena menyangkut nama besar di balik salah satu waralaba game paling berpengaruh. Laporan dari GameFile juga menyebut keputusan itu terasa mirip dengan pola yang sebelumnya dikaitkan dengan game John Romero, ketika Xbox disebut bertemu dengannya sehari sebelum membatalkan pendanaan.
Proyek yang Masih Hidup
1666: Amsterdam belum hilang dari radar. Game ini masih dikembangkan sebagai action-adventure third-person yang digerakkan cerita, dengan latar lintas beberapa periode waktu.
Detail yang paling menonjol justru datang dari elemen yang tidak biasa, yaitu kesempatan bermain sebagai kucing. Fitur ini membuat proyek tersebut terasa lebih eksperimental dibanding banyak rilisan arus utama.
| Fakta Utama | Detail |
|---|---|
| Judul game | 1666: Amsterdam |
| Jenis game | Action-adventure third-person berbasis cerita |
| Elemen unik | Bisa bermain sebagai kucing |
| Platform saat ini | PC |
Demo Sudah Tersedia, Platform Konsol Belum Pasti
Saat ini, 1666: Amsterdam juga memiliki demo berdurasi 30 menit yang tersedia di Steam dan Epic Games Store. Respons terhadap demo itu dilaporkan beragam di internet, sehingga belum ada gambaran tunggal soal penerimaan publik.
Dari sisi platform, game ini baru dijadwalkan hadir di PC saat rilis. Versi konsol disebut mungkin menyusul, tetapi belum ada kepastian apakah Xbox termasuk di dalamnya.
Di sisi lain, situasi ini muncul di tengah perubahan besar di tubuh Xbox. Perusahaan disebut sedang berada dalam masa restrukturisasi, sementara berbagai rumor negatif ikut beredar meski sebagian di antaranya cepat dibantah.
Dalam konteks itu, langkah menarik pendanaan untuk 1666: Amsterdam sulit dipisahkan dari arah baru yang sedang ditempuh Xbox. Untuk saat ini, proyek tersebut masih hidup dan belum dibatalkan, sehingga posisinya tetap menarik bagi pengikut lama Patrice Désilets.
Nama besar, konsep cerita lintas waktu, dan pendekatan yang tidak biasa membuat 1666: Amsterdam terus diperhatikan, meski tanpa dukungan Xbox. Proyek ini masih menjadi salah satu judul yang paling mencuri rasa ingin tahu dari Désilets dalam beberapa tahun terakhir.







