SUV Boxy Listrik Wuling Ini Bisa Tembus 501 Km, Harganya Masih Rp 200 Jutaan

Wuling membuka peluang membawa SUV listrik boxy Baojun Yep Plus ke Indonesia. Model ini mencuri perhatian karena menawarkan desain kompak yang tegas, jarak tempuh panjang, dan banderol yang masih bermain di kelas Rp 200 jutaan.

Nama Yep Plus menarik karena posisinya berada di tengah selera pasar yang suka mobil ringkas, tetapi tetap ingin tampilan SUV yang lebih berkarakter. Direktur Pemasaran Wuling Motors Ricky Christian menyebut model ini sudah lama dipelajari untuk pasar Indonesia karena desain Baojun Yep dinilai cocok dengan kebutuhan konsumen lokal.

Desain Boxy yang Akrab di Pasar SUV Kompak

Bentuk bodi Yep Plus tampil boxy dan ringkas, dengan dimensi panjang 3.996 mm, lebar 1.760 mm, tinggi 1.726 mm, serta jarak sumbu roda 2.560 mm. Ukurannya membuat mobil ini berada di area yang familiar untuk pasar SUV kompak.

Sebagai pembanding, dimensinya mirip Daihatsu Rocky dan Toyota Raize, meski Yep Plus sedikit lebih lebar dan lebih tinggi. Keempat varian memakai ukuran bodi yang sama, sementara perbedaan bobot muncul dari kapasitas baterai dan konfigurasi tiap varian.

VarianJarak TempuhBateraiBobot Kosong
Flagship Edition301 km31,9 kWh1.255 kg
Flagship Edition401 km41,9 kWh1.325 kg
Flagship Edition501 km54 kWh1.410 kg
Premium Edition501 km54 kWh1.410 kg

Jarak Tempuh Paling Jauh Tembus 501 Km

Di pasar China, Baojun Yep Plus tersedia dalam empat varian, yaitu Flagship Edition 301 km, Flagship Edition 401 km, Flagship Edition 501 km, dan Premium Edition 501 km. Rentang harganya dimulai dari 76.800 yuan hingga 105.800 yuan, atau sekitar Rp 202 juta sampai Rp 279 juta.

Semua varian memakai baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP. Varian 301 km menggunakan baterai 31,9 kWh, varian 401 km memakai 41,9 kWh, sedangkan dua varian 501 km dibekali baterai 54 kWh.

Performa Seragam di Semua Varian

Meski kapasitas baterainya berbeda, motor listriknya dibuat seragam untuk seluruh varian. Yep Plus memakai motor Permanent Magnet Synchronous dengan tenaga 75 kW dan torsi 180 Nm.

Kecepatan maksimumnya mencapai 150 km/jam. Dengan spesifikasi itu, model ini tidak hanya mengandalkan tampilan, tetapi juga menawarkan karakter berkendara yang konsisten di seluruh lini.

Pengisian Daya dan Fitur Praktis

Seluruh varian mendukung AC charging 6,6 kW. Waktu pengisian berbeda sesuai kapasitas baterai, mulai sekitar 4,5 jam untuk varian 301 km, 6 jam untuk varian 401 km, hingga 7,5 jam untuk varian 501 km.

Fitur DC fast charging juga tersedia di semua varian. Pengisian dari 30 persen ke 80 persen diklaim memakan 35 menit untuk varian 301 km dan 401 km, serta 30 menit untuk varian 501 km dan Premium Edition.

Semua varian juga dibekali V2L, yang memungkinkan mobil menjadi sumber daya listrik eksternal 220V untuk perangkat lain.

Kaki-Kaki dan Perlengkapan Keselamatan

Di bagian teknis, seluruh varian memakai suspensi depan MacPherson strut independen dan torsion beam semi-independent di belakang. Penggerak roda depannya dipadukan dengan setir EPS, rem cakram depan-belakang, rem parkir elektronik, dan ban 205/60 R16.

Perbedaan kecil muncul pada sistem pendukung rem. Varian 301 km, 401 km, dan 501 km masih menggunakan vacuum pump, sedangkan Premium Edition memakai Electronic Booster atau Ebooster.

Daftar keselamatannya juga padat. Semua varian membawa ESC, ABS+EBD, AUTO HOLD, ramp assist, kamera 360 derajat, transparent chassis, radar depan dan belakang, serta fitur unlock otomatis saat tabrakan.

Perlengkapan lain mencakup airbag pengemudi dan penumpang depan, side airbag, dua jangkar ISOFIX di kursi belakang, alarm sabuk pengaman, sistem peringatan pejalan kaki pada kecepatan rendah, dan tire pressure monitoring dengan tampilan digital.

Kombinasi harga yang masih terjangkau, desain yang familier di segmen SUV kompak, dan jarak tempuh hingga 501 km membuat Baojun Yep Plus masuk radar Wuling untuk Indonesia. Jika benar dibawa ke pasar lokal, model ini berpotensi mengisi celah SUV listrik boxy di kelas Rp 200 jutaan.

Source: oto.detik.com
Terkait