Great Wall Motor membawa Tank 300 facelift ke arah yang lebih serius sebagai SUV petualang. Bukan hanya tampil lebih kekar, model ini juga mendapat ubahan teknis yang menyentuh bodi, sasis, dan elektrifikasi.
Perubahan itu membuat Tank 300 facelift terasa seperti paket yang lebih matang untuk pasar yang menuntut tampilan tangguh sekaligus kemampuan jelajah. GWM bahkan sudah menyiapkan masa pra-penjualan di Tiongkok pada 6 Juli, sebelum mobil ini masuk ke jaringan pasar global.
Wajah depan dibuat lebih tegas
Bagian paling mudah dikenali ada di sisi depan. GWM mengganti logo lingkaran lama dengan emblem huruf kapital “T A N K” yang ditempatkan di tengah grille.
Bumper depan juga dibuat lebih kokoh dengan aksen baut yang diekspos dan titik kait derek standar pabrikan. Di area bawah pilar-A, Tank 300 facelift turut mendapat dudukan baut aksesori yang diambil dari desain prototipe Hooke Edition.
Solusi itu memudahkan pemilik memasang lampu sorot LED tambahan atau dudukan action cam. Kehadiran detail semacam ini mempertegas bahwa Tank 300 facelift memang diposisikan sebagai kendaraan yang siap dipakai di medan berat.
Sensor LiDAR mulai terlihat
Di bagian atas kaca depan, tampak rumah sensor LiDAR yang ikut disematkan. Kehadiran perangkat ini mengarah pada penggunaan teknologi berkendara otonom pintar Coffee Pilot Ultra milik GWM.
Artinya, Tank 300 facelift tidak hanya dibenahi dari sisi gaya. SUV ini juga mulai masuk ke level teknologi yang lebih modern untuk mendukung pengalaman berkendara yang lebih canggih.
Bodi membesar untuk mendukung off-road
Dimensi Tank 300 terbaru ikut berubah dan kini lebih besar dari model sebelumnya. Panjangnya 4.886 mm, lebarnya 1.984 mm, tingginya 1.927 mm, dan jarak sumbu rodanya 3.010 mm.
GWM juga merekayasa sasis baru dengan memendekkan overhang depan. Tujuannya untuk meningkatkan sudut datang agar bumper depan tidak mudah mentok saat melewati handicap atau medan off-road ekstrem.
| Dimensi | Tank 300 Facelift |
|---|---|
| Panjang | 4.886 mm |
| Lebar | 1.984 mm |
| Tinggi | 1.927 mm |
| Jarak sumbu roda | 3.010 mm |
Masih mengandalkan hardware petualang
Untuk menopang karakter jelajah, GWM tetap memakai suspensi depan double wishbone dan suspensi belakang multi-link live axle. Mobil ini juga dibekali locking differential standar di belakang.
Kombinasi tersebut menunjukkan Tank 300 facelift tidak bergeser dari identitas aslinya sebagai SUV penjelajah serius. GWM tampak menahan diri untuk tidak hanya bermain di sisi visual, dan justru memperkuat bagian yang benar-benar dibutuhkan untuk pemakaian berat.
Mesin bensin, diesel, hingga PHEV tersedia
Di sektor mesin, pilihan yang disiapkan cukup beragam. Untuk varian ICE, tersedia mesin bensin 2.0T dengan tenaga 235 hp, diesel 2.4T dengan torsi 490 Nm, serta mesin bensin 3.0T V6 dengan tenaga 355 hp.
Di sisi elektrifikasi, GWM menawarkan varian PHEV dengan teknologi hybrid Hi4-Z. Varian ini memakai baterai 60 kWh dan arsitektur tegangan tinggi 800V.
| Varian | Mesin / Sistem | Output Utama | Catatan |
|---|---|---|---|
| ICE | 2.0T bensin | 235 hp | Opsi bensin |
| ICE | 2.4T diesel | 490 Nm | Opsi diesel |
| ICE | 3.0T V6 bensin | 355 hp | Opsi bensin |
| PHEV | Hi4-Z | Baterai 60 kWh | Arsitektur 800V |
Dengan paket itu, Tank 300 PHEV diklaim mampu berjalan murni dengan tenaga listrik sejauh 200 kilometer menurut standar WLTC. Angka tersebut membuatnya tetap relevan sebagai SUV tangguh, tetapi dengan sisi efisiensi yang lebih kuat untuk penggunaan harian.
Source: www.oto.com






