Warna Meteor Ternyata Ditentukan Mineralnya, Ini yang Membuatnya Berbeda di Langit

Fenomena meteor yang melintas terang di langit sering dianggap sekadar “bintang jatuh”. Padahal, warna pijaran benda langit itu dipengaruhi oleh komposisi kimia batuan antariksa dan lapisan atmosfer yang dilaluinya.

Perbedaan warna inilah yang membuat satu meteor bisa tampak kuning, sementara yang lain justru terlihat ungu. Dari jenis kandungan mineral sampai kecepatannya saat masuk atmosfer, setiap detail ikut menentukan bagaimana meteor terlihat dari Bumi.

Apa yang Sebenarnya Terlihat Saat Meteor Melintas

Meteor adalah jejak cahaya yang muncul ketika meteoroid menembus atmosfer Bumi. Meteoroid sendiri merupakan bongkahan batuan atau besi yang mengorbit Matahari, dan sebagian besar berukuran kecil hasil serpihan tabrakan antarasteroid.

Komet juga bisa menghasilkan meteoroid saat mengorbit Matahari sambil melepaskan debu dan puing-puing. Begitu masuk ke lapisan atas atmosfer, meteoroid bergerak sangat cepat dan gesekan dengan udara membuatnya memanas lalu berpijar.

Thomas Djamaluddin dari BRIN menjelaskan bahwa meteor berasal dari batuan antariksa yang mengorbit Matahari. Saat lintasannya berpapasan dengan orbit Bumi, batuan itu memasuki atmosfer dengan kecepatan sangat tinggi dan tampak terang karena pemanasan akibat gesekan.

Fenomena ini kerap disebut bintang jatuh karena jejak cahayanya terlihat melesat di langit malam. Sebagian besar meteor terjadi di lapisan mesosfer, sekitar 50 hingga 80 kilometer di atas permukaan Bumi.

Mengapa Warnanya Tidak Selalu Sama

Warna meteor dipengaruhi oleh kandungan mineralnya. Meteor dengan kandungan besi tinggi cenderung tampak kuning, sedangkan meteor dengan kandungan kalsium tinggi dapat menghasilkan jejak cahaya berwarna ungu.

Lapisan udara yang dilalui meteoroid saat berpijar juga ikut memengaruhi hasil akhirnya. Karena itu, dua meteor yang tampak mirip belum tentu memancarkan warna yang sama.

Jenis KandunganKecenderungan WarnaKeterangan
Besi tinggiKuningDipengaruhi komposisi batuan antariksa
Kalsium tinggiUnguWarna dipengaruhi mineral dan atmosfer

Kecepatan Membuat Meteor Terlihat Jauh Lebih Dramatis

Bahkan meteor yang kecil sekalipun bisa terlihat dari jarak puluhan kilometer karena kecepatannya sangat tinggi. Meteor tercepat dapat melaju hingga 71 kilometer per detik.

Semakin besar dan cepat meteor, semakin terang dan lama pijarannya terlihat. Meteor kecil bisa tampak sekitar satu detik, sedangkan meteor besar dapat terlihat hingga beberapa menit.

Meski ribuan meteor jatuh setiap hari, fenomena ini paling mudah diamati pada malam hari saat langit gelap. Penampakan meteor sering baru disadari setelah cahaya kota tidak lagi mengalahkan terang pijarannya.

Jenis Meteor yang Sering Dibahas

Dalam laporan Kompas.com yang merujuk pada National Geographic dan BRIN, meteor dibedakan ke dalam beberapa kategori berdasarkan ukuran, kecerahan, dan kedekatannya dengan Bumi. Kategori yang sering disebut antara lain earthgrazer, fireball, bolide, dan superbolide.

JenisCiri UtamaContoh atau Dampak
EarthgrazerMelintas dekat cakrawala, jejak panjang, berwarna-warniSebagian memantul kembali ke luar angkasa, sebagian pecah di atmosfer
FireballLebih besar dan lebih terang, bertahan lebih lamaKecerahannya melampaui planet mana pun di langit
BolideJauh lebih terang dan masif, sering meledak di atmosferLedakannya dapat terdengar dan menimbulkan getaran di permukaan Bumi
SuperbolideLedakan sangat besar dan sangat terangDapat menjadi ancaman nyata bagi manusia dan lingkungan

Earthgrazer dikenal sebagai meteor yang melintas dekat garis cakrawala dan memiliki jejak cahaya panjang. Salah satu yang paling terkenal adalah peristiwa “1972 Great Daylight Fireball” yang memasuki atmosfer di atas Utah, Amerika Serikat, lalu keluar kembali di atas Alberta, Kanada.

Fireball adalah meteor besar dengan cahaya yang melampaui planet mana pun di langit. International Astronomical Union menyebut jenis ini sebagai meteor yang sangat terang, dan laporan penampakannya sering masuk ke American Meteor Society.

Bolide berada satu tingkat di atas fireball karena lebih terang dan lebih masif. Sejumlah astronom menganggap bolide sebagai fireball yang menghasilkan gelombang kejut atau sonic boom saat melintasi atmosfer.

Sementara itu, superbolide menjadi kategori paling ekstrem. Meteor Chelyabinsk di Rusia pada 2013 meledak dengan kekuatan setara 500 kiloton TNT, memecahkan kaca ribuan gedung apartemen dan melukai lebih dari 1.200 orang.

Hujan Meteor dan Sumber Serpihannya

Jika biasanya hanya beberapa meteor terlihat dalam satu jam, hujan meteor bisa membuat langit tampak seperti kembang api alami. Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi jalur orbit sebuah komet dan bertabrakan dengan puing-puing yang ditinggalkannya.

Seluruh meteor dalam satu hujan meteor terlihat seolah berasal dari satu titik di langit yang disebut titik radian. Karena itu, hujan meteor biasanya dinamai berdasarkan rasi bintang tempat titik radiannya berada, meski sumber aslinya adalah komet.

Leonid, misalnya, tampak berasal dari rasi Leo tetapi sebenarnya berasal dari puing Komet Tempel-Tuttle. Hujan meteor ini biasanya muncul pada bulan November dan dikenal sebagai salah satu yang tercepat serta paling lama bertahan.

Hujan meteor penting lainnya adalah Perseid, Orionid, dan Geminid. Ketiganya, seperti Leonid, merupakan peristiwa tahunan yang dapat diprediksi kemunculannya.

Terkait