Vivo X300 E Bawa Baterai 7.200mAh dan Periskop Zeiss, Ada Kompromi di Kamera

Author: Cung Media

Vivo X300 E menonjol bukan karena mengejar bodi paling tipis, melainkan membawa baterai berkapasitas 7.200mAh dalam perangkat berbobot 203 gram. Angka ini membuatnya berpotensi menjadi salah satu ponsel non-gaming dengan kapasitas daya terbesar di kelas menengah atas.

Namun, pendekatan tersebut datang bersama pilihan spesifikasi yang cukup tegas. Vivo tampaknya memprioritaskan ketahanan baterai, kamera utama, dan zoom optik, sementara kamera ultrawide disebut memakai sensor dengan resolusi yang lebih sederhana.

Vivo telah mengonfirmasi dua hal utama untuk model ini, yakni baterai 7.200mAh dan modul kamera dengan branding Zeiss. X300 E dijadwalkan meluncur di China pada 27 Juli 2026, sedangkan masa pre-order telah dibuka melalui toko resmi vivo.

Baterai Besar Jadi Fokus Utama

Kapasitas baterai Vivo X300 E bahkan melampaui kisaran 7.015mAh hingga 7.100mAh yang sebelumnya sempat muncul dalam bocoran. Strategi ini berbeda dengan banyak ponsel premium yang lebih berfokus memangkas ketebalan bodi.

Bobot 203 gram menjadi angka penting karena baterai besar biasanya berimbas pada perangkat yang lebih berat. Vivo belum mengungkap ketebalan bodi X300 E, sehingga keseimbangan antara daya tahan dan kenyamanan genggam masih perlu dilihat saat perangkat tersedia.

Komponen Informasi Status
Baterai 7.200mAh Dikonfirmasi vivo
Modul kamera Branding Zeiss Dikonfirmasi vivo
Chipset Snapdragon 8 Gen 5 Bocoran
Pengisian daya 90W kabel Bocoran

Informasi yang beredar menyebut perangkat ini akan memakai Snapdragon 8 Gen 5 dan layar AMOLED 6,59 inci. Bocoran yang sama juga mencantumkan pengisian daya kabel 90W, tetapi rincian tersebut belum dikonfirmasi vivo.

Dukungan 90W menunjukkan kompromi lain yang diambil X300 E. Kecepatan itu tetap tinggi, tetapi lebih rendah dari pengisian 100W yang disebut tersedia pada X300 FE.

Periskop 50MP untuk Zoom Jarak Jauh

Selain baterai, daya tarik terbesar X300 E ada pada kamera periskop 50MP yang disebut menjadi bagian dari tiga kamera belakangnya. Kehadiran lensa periskop membuat model ini menyasar pengguna yang membutuhkan zoom optik untuk memotret subjek dari kejauhan.

Desain yang telah diperlihatkan menampilkan modul kamera berbentuk persegi dengan penanda Zeiss pada ketiga lensa. Kolaborasi Zeiss pada sistem kamera disebut mencakup coating, penyetelan warna, dan upaya mengurangi flare, meski hasil akhirnya tetap harus menunggu pengujian setelah peluncuran.

Kamera Resolusi Fungsi
Utama 50MP Foto utama
Telefoto periskop 50MP Zoom optik jarak jauh
Ultrawide 8MP Sudut pandang lebar

Konfigurasi tersebut memperlihatkan bahwa fokus X300 E tidak dibagi rata ke semua jenis kamera. Kamera ultrawide 8MP menjadi titik kompromi karena resolusinya lebih rendah dibandingkan ultrawide 50MP yang disebut tersedia pada X300 Pro dan X300 Ultra.

Pilihan ini dapat membuat kamera utama dan telefoto menjadi pusat pengalaman fotografi perangkat. Bagi pengguna yang lebih sering memakai ultrawide, spesifikasi tersebut layak diperhatikan sebelum menentukan pilihan.

Posisinya Berbeda dari X300 FE

X300 E disebut bukan pengganti X300 FE yang dipasarkan sebagai versi global. X300 FE memiliki baterai 6.500mAh dan pengisian daya 100W, sedangkan X300 E memilih kapasitas lebih besar dengan pengisian 90W.

Perbedaan itu memperjelas sasaran masing-masing model dalam keluarga X300. X300 E lebih mengutamakan waktu pakai panjang, sementara X300 FE menawarkan kecepatan pengisian yang lebih tinggi.

Seri ini juga mencakup X300 dan X300 Ultra sebagai model flagship utama, serta X300s yang disebut memakai Dimensity 9500 dan kamera 200MP. Dengan Snapdragon 8 Gen 5 yang masih berstatus bocoran, baterai besar, serta telefoto periskop, X300 E mengambil posisi tersendiri di antara varian tersebut.

Harga Indonesia Belum Diumumkan

Vivo belum mengumumkan harga resmi X300 E maupun rencana peluncuran globalnya. Karena perangkat dipastikan hadir lebih dulu di China, ketersediaannya di Indonesia belum dapat dipastikan.

Perkiraan harga apabila X300 E masuk Indonesia berada di kisaran Rp8 juta hingga Rp10 juta, tetapi angka itu belum resmi. Varian memori, harga final, dan distribusi akan menjadi detail penting menjelang peluncuran 27 Juli 2026.

Terbaru