Vivo X200 Ultra Bawa Kamera Periskop 200MP, Sensor Jumbo Siap Geser Standar Flagship

Author: Cung Media

Vivo X200 Ultra bergerak ke arah yang sangat jelas: menjadikan kamera sebagai alasan utama untuk dilirik. Bocoran desain dan spesifikasi yang beredar menunjukkan modul belakang besar, dengan sorotan terbesar ada pada kamera periskop 200MP bersensor jumbo.

Pendekatan itu membuat perangkat ini tampak diposisikan bukan sekadar sebagai ponsel premium, tetapi sebagai flagship yang menaruh fotografi di depan hampir semua aspek lain. Vivo juga menyiapkan kombinasi layar, performa, dan daya tahan yang tetap berada di kelas atas.

Kamera periskop 200MP jadi pusat perhatian

Fokus utama Vivo X200 Ultra ada pada kamera periskop telefoto 200MP yang memakai Samsung ISOCELL HP9 berukuran 1/1,4 inci. Ukuran sensor ini tergolong besar untuk kelas kamera telefoto smartphone dan menjadi pembeda paling kuat dari banyak pesaingnya.

Lensa yang dipakai memiliki panjang fokus 85mm dengan zoom optik 3,7 kali. Vivo juga menyematkan teknologi CIPA 5.0 OIS untuk membantu meredam guncangan saat memotret maupun merekam video.

Di atas kertas, kombinasi itu dirancang untuk menjaga detail tetap tajam ketika pengguna memotret objek jauh. Stabilitas tambahan dari OIS juga penting agar hasil foto dan video tidak mudah goyah.

Tiga kamera belakang dibuat konsisten

Kamera utama Vivo X200 Ultra memakai sensor Sony LYT-818 50MP berukuran 1/1,28 inci dengan lensa 35mm dan bukaan f/1.69. Kamera ini turut didukung Optical Image Stabilization untuk menjaga hasil foto tetap stabil.

Kamera ultrawide-nya juga menggunakan sensor Sony LYT-818 50MP. Vivo memasangkannya dengan lensa 14mm, bukaan f/2.0, dan OIS agar detail tetap terjaga meski kondisi cahaya tidak ideal.

Konsistensi warna antar kamera disebut menjadi nilai tambah penting. Hal ini akan membantu kreator konten yang sering berpindah dari satu lensa ke lensa lain tanpa perubahan karakter gambar yang terlalu mencolok.

Kerja sama dengan ZEISS kembali menjadi bagian penting dari sistem kamera Vivo X200 Ultra. Kolaborasi itu ditujukan untuk menghadirkan kualitas gambar yang mendekati perangkat profesional dalam format smartphone.

Untuk video, Vivo membekali semua kamera belakang dengan kemampuan perekaman hingga 4K 120 frame per detik. Fitur ini membuka ruang lebih besar untuk kebutuhan konten profesional maupun video pendek di media sosial.

Layar premium dan mesin kelas atas

Di bagian depan, Vivo X200 Ultra mengusung layar micro curved LTPO AMOLED 6,82 inci dengan resolusi 2K 1440 x 3168 piksel. Refresh rate 120Hz membuat navigasi dan animasi terasa mulus.

Perangkat ini hadir dalam pilihan warna Black dan Red yang mempertegas kesan premium. Desainnya memang terlihat mengikuti arah flagship modern yang ingin tampil mewah sekaligus fungsional.

Untuk tenaga, Vivo mempercayakan Snapdragon 8 Elite dengan proses fabrikasi 3 nanometer. Vivo juga menambahkan chip pencitraan vivo VS1 dan V3+ untuk memaksimalkan kemampuan fotografi serta videografi.

Konfigurasi memorinya juga berada di level tinggi, dengan RAM LPDDR5X hingga 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 sampai 1TB. Kombinasi ini ditujukan untuk menangani gaming, editing video, dan multitasking berat.

Baterai besar, bodi tetap tangguh

Vivo X200 Ultra dibekali baterai 6000 mAh untuk mendukung pemakaian seharian. Pengisian cepat 90W dan pengisian nirkabel 40W juga disiapkan untuk menjaga pengalaman pakai tetap praktis.

Dari sisi ketahanan, perangkat ini sudah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69. Artinya, ponsel mendapat perlindungan terhadap debu serta paparan air.

Bobotnya berada di kisaran 229 hingga 232 gram. Angka itu masih masuk akal untuk perangkat dengan modul kamera besar dan baterai jumbo, meski tentu bukan kategori ringan.

Dengan kombinasi sensor periskop 200MP, layar 2K LTPO AMOLED, Snapdragon 8 Elite, dan baterai 6000 mAh, Vivo X200 Ultra tampak disiapkan sebagai salah satu flagship kamera paling serius yang layak dipantau saat jadwal peluncurannya tiba pada Juni 2026.

Terbaru