Vivo X Fold 6 mulai menunjukkan arah yang jelas sebagai ponsel lipat premium yang tidak hanya menonjol di spesifikasi, tetapi juga di pengalaman kerja dan fotografi. Bocoran dan pernyataan resmi dari eksekutif Vivo memperlihatkan fokus pada layar besar yang sangat terang, kamera kelas atas, dan fitur AI untuk produktivitas.
Model ini dipersiapkan sebagai flagship lipat bergaya buku untuk pasar Tiongkok. Di saat banyak ponsel lipat bersaing pada desain, Vivo tampak ingin mendorong X Fold 6 ke wilayah yang lebih serius, yakni multitasking harian dan kemampuan imaging yang lebih fleksibel.
Multitasking Jadi Andalan Utama
Wakil Presiden Produk Vivo, Huang Tao, menyebut sistem operasi baru OriginOS 6 Fold berbasis Android 16 membawa versi terbaru dari fitur Atomic Workbench. Fitur ini memungkinkan beberapa aplikasi berjalan bersamaan dalam satu tampilan layar yang lebih fleksibel.
Vivo juga menyiapkan AI Light Office Tool untuk membantu kerja di layar besar. Arah ini menunjukkan bahwa X Fold 6 tidak hanya mengejar status sebagai ponsel lipat premium, tetapi juga sebagai perangkat yang lebih relevan untuk kebutuhan produktivitas harian.
Dari sisi rancangan, perangkat ini memakai bingkai logam vertikal 2.5D dan sejauh ini disebut hadir dalam warna Blue Hole. Kombinasi itu memberi kesan lebih formal dan cocok dengan positioning-nya sebagai flagship lipat.
Kamera 200MP Zeiss Jadi Senjata Utama
Di sektor kamera, Vivo menaruh perhatian besar pada konfigurasi empat kamera belakang. Manajer Produk Vivo, Han Boxiao, mengonfirmasi bahwa kamera utamanya memakai sensor 200 megapiksel hasil kolaborasi Blueprint dan Samsung.
Sensor tersebut berukuran 1/1,4 inci, menggunakan aperture f/1.68, dan dibekali OIS untuk menjaga kestabilan foto maupun video. Vivo juga menambahkan kamera 50 megapiksel dengan rentang panjang fokus setara 23 mm hingga 100 mm.
Untuk kebutuhan zoom jarak jauh, Vivo menyematkan sensor telefoto periskop Sony LYT-602. Perangkat ini juga mendukung lensa telekonverter Zeiss G2 yang sebelumnya diperkenalkan pada Vivo X300 Ultra dan ditujukan untuk memberi fleksibilitas zoom lebih luas.
Masih di jalur pemrosesan gambar, Vivo menyertakan Blueprint Image Chip V3+. Chip ini diposisikan untuk meningkatkan performa fotografi dan videografi pada perangkat tersebut, sehingga sistem kameranya terasa lengkap untuk kelas lipat premium.
Layar 8,02 Inci yang Sangat Terang
Bagian layar menjadi salah satu daya tarik paling ekstrem dari Vivo X Fold 6. Perangkat ini membawa panel lipat 8,02 inci dengan material luminescent Samsung M14.
Vivo mengklaim layar tersebut mampu mencapai kecerahan puncak hingga 5.000 nits. Angka itu menempatkannya di jajaran layar paling terang di kelas ponsel lipat, terutama untuk penggunaan di luar ruangan.
Panel ini juga bisa turun sampai 1 nit saat mode ultra-gelap diaktifkan. Sertifikasi TÜV Rheinland Global Eye Protection 3.0 turut disematkan untuk mendukung kenyamanan mata dalam pemakaian jangka panjang.
Chipset Kustom MediaTek untuk AI
Performa X Fold 6 ditopang MediaTek Dimensity 9500 Super Edition yang dibuat dengan proses fabrikasi 3 nanometer. Vivo menyebut ini sebagai versi kustom untuk perangkat flagship mereka.
Menurut Vivo, chipset tersebut membawa peningkatan performa NPU hingga 111 persen dibandingkan Vivo X Fold 5. Peningkatan itu diarahkan untuk mendukung fitur AI yang lebih cepat dan efisien di perangkat lipat ini.
Dimensity 9500 versi standar sendiri sudah dipakai pada seri X300, termasuk Vivo X300 Ultra dan Vivo X300 Pro. Dengan bekal itu, X Fold 6 terlihat disiapkan sebagai model lipat premium dengan paket spesifikasi yang agresif di hampir semua sisi.
Hingga kini, Vivo belum mengumumkan tanggal peluncuran dan harga resmi perangkat tersebut. Namun dengan kombinasi kamera 200 megapiksel, dukungan Zeiss, layar sangat terang, serta fokus kuat pada multitasking dan AI, X Fold 6 sudah terlihat sebagai salah satu pesaing paling serius di kelas ponsel lipat premium.







