Seprai linen dipilih banyak orang karena terasa lembut, ringan, dan adem di kulit. Bahan ini juga mampu menyerap keringat dengan baik, sehingga nyaman dipakai saat cuaca panas.
Di balik kenyamanannya, linen butuh perawatan yang lebih hati-hati dibanding katun. Serat rami dengan tenunan yang lebih longgar membuat cara mencuci dan mengeringkannya ikut menentukan apakah kain tetap halus, awet, dan tidak cepat rusak.
Frekuensi cuci yang tepat
Langkah pertama yang sering diabaikan adalah seberapa sering seprai linen perlu dicuci. Southern Living menyebut seprai linen idealnya dicuci setiap dua minggu sekali.
Namun, jadwal itu bisa lebih rapat dalam kondisi tertentu. Jika ada alergi atau eksim, sering berbagi tempat tidur dengan hewan peliharaan, atau tinggal di iklim panas dan lembap, pencucian tiap satu minggu sekali dinilai lebih tepat.
Sammy Wang, ilmuwan pencucian di P&G Fabric Care, juga menyarankan pencucian seminggu sekali agar serat tekstil tetap bersih dan terawat. Ia menekankan perhatian ekstra bila penghuni rumah sering berkeringat atau tidur bersama hewan peliharaan pada beberapa malam.
Langkah mencuci yang aman
Sebelum masuk mesin cuci, label perawatan perlu diperiksa lebih dulu. Seprai juga sebaiknya dikibaskan agar tidak mudah kusut, lalu dimasukkan secara longgar ke dalam mesin cuci.
Heather Asker, manajer merchandising dan pemasaran di Bella Notte Linens, menyarankan seprai dicuci bersama warna yang serupa. Ia juga mengingatkan agar seprai tidak dicampur dengan barang berat seperti jeans atau pakaian dengan resleting karena bisa merusak kain.
Deterjen yang dipakai sebaiknya lembut dan ringan untuk membantu menjaga serat alami linen tetap aman. Pelembut pakaian juga bisa ditambahkan untuk membantu mengurangi kekakuan kain.
Pengaturan mesin cuci ikut berpengaruh besar pada hasil akhir. Seprai linen sebaiknya dicuci dengan air dingin atau hangat, lalu diputar pada siklus rendah supaya kerutan dalam tidak mudah terbentuk.
Pencucian terpisah juga penting untuk menjaga hasilnya tetap rapi. Seprai linen sebaiknya tidak dibebani dengan pakaian kotor lain agar kain tidak makin kusut selama proses pencucian.
Cara mengeringkan agar tidak menyusut
Setelah dicuci, proses pengeringan perlu dilakukan dengan hati-hati. Linen memang bisa masuk mesin pengering, tetapi hanya jika menggunakan pengaturan suhu rendah.
Pengeringan berlebihan dapat memicu penyusutan dan membuat linen terasa kasar dari waktu ke waktu. Karena itu, metode paling aman adalah diangin-anginkan.
Anthony Sullivan, juru bicara OxiClean, mengatakan cara terbaik mengeringkan seprai linen adalah dengan diangin-anginkan. Ia juga menjelaskan metode gabungan bisa dipakai, yakni mengeringkan seprai dengan mesin pengering lebih dulu lalu menjemurnya saat masih lembap di bawah sinar matahari tidak langsung sampai benar-benar kering.
Dengan langkah yang tepat, seprai linen bisa tetap nyaman dipakai dalam jangka panjang. Kuncinya ada pada frekuensi mencuci yang pas, deterjen yang lembut, suhu air yang aman, putaran rendah, serta pengeringan yang tidak membuat seratnya cepat rapuh.
Source: www.idntimes.com






