Pakaian lama tidak harus berakhir sebagai limbah. Di gerai terbaru UNIQLO Plaza Indonesia, pakaian donasi justru diolah ulang menjadi karya busana baru yang menunjukkan cara lain memandang mode berkelanjutan.
Melalui REMAKE PROJECT with ESMOD Jakarta, UNIQLO memperlihatkan bahwa baju yang sudah tidak layak pakai masih bisa punya nilai baru. Proyek ini juga menarik karena tampil langsung di ruang ritel, sehingga pesan keberlanjutan bisa dilihat pengunjung secara dekat.
Pakaian Donasi Menjadi Karya Kontemporer
Kolaborasi tersebut melibatkan mahasiswa ESMOD Jakarta yang mengolah pakaian donasi dari program RE.UNIQLO. Dari proses itu lahir 16 karya busana kontemporer yang dibuat lewat metode upcycle kreatif.
Setiap karya diperlakukan sebagai interpretasi baru dari pakaian lama. Desainnya kemudian dipadukan dengan koleksi LifeWear UNIQLO untuk memperlihatkan bagaimana sebuah busana dapat memiliki “kehidupan kedua”.
Karya-karya itu dipamerkan lewat instalasi manekin di dalam toko UNIQLO Plaza Indonesia. Pengunjung tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi juga diajak memahami bagaimana pakaian bisa dipanjangkan usia pakainya melalui kreativitas desain.
Yang membuat proyek ini terus hidup, tampilan karya yang dipamerkan akan berganti setiap bulan. Format tersebut memberi ruang bagi pendekatan baru dalam mengolah pakaian daur ulang agar tetap segar dan relevan.
Mendorong Cara Pandang Fashion Sirkular
Langkah ini hadir di tengah meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan di industri fashion. Salah satu gagasan yang terus diperkenalkan adalah circular fashion, yaitu upaya menggunakan kembali pakaian agar tidak langsung berakhir menjadi limbah tekstil.
Lewat pendekatan itu, pakaian tidak lagi dipandang sebagai barang sekali pakai. Baju yang sudah tidak digunakan masih bisa dimodifikasi, diperbarui, atau diolah kembali menjadi produk dengan fungsi dan nilai berbeda.
Proyek ini juga menjadi sarana edukasi yang dekat dengan keseharian. Pesannya sederhana, kesadaran terhadap keberlanjutan bisa dimulai dari langkah kecil seperti memperpanjang siklus hidup pakaian yang sudah dimiliki.
UNIQLO menempatkan inisiatif tersebut sebagai bagian dari upaya mengajak masyarakat melihat pakaian dari sudut pandang berbeda. Fokusnya bukan hanya membeli yang baru, tetapi juga memahami potensi dari yang sudah ada.
Ruang Praktik untuk Mahasiswa dan Industri
Bagi ESMOD Jakarta, kolaborasi ini membuka ruang praktik langsung bagi mahasiswa untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam desain. Proyek ini mempertemukan pendidikan fashion dengan tantangan nyata yang dihadapi industri saat ini.
Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta, Guillaume Oger, menyebut kolaborasi ini sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan sustainability dan kreativitas ke dalam praktik nyata. Ia juga menilai pengalaman tersebut memberi akses berinteraksi langsung dengan brand global.
Guillaume menilai proses itu penting untuk membangun kepercayaan diri kreatif dan kesiapan profesional mahasiswa. Selain itu, proyek semacam ini membantu memperluas perspektif mereka sebagai generasi baru di industri fashion.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa isu keberlanjutan tidak harus berhenti sebagai wacana akademik. Ketika kampus, desainer muda, dan pelaku industri bekerja bersama, gagasan tentang mode yang lebih bertanggung jawab bisa diwujudkan menjadi karya yang mudah dipahami publik.
Hadir di Gerai ke-78 UNIQLO
REMAKE PROJECT with ESMOD Jakarta menjadi bagian dari pembukaan toko UNIQLO Plaza Indonesia. Gerai ini resmi beroperasi sebagai toko ke-78 UNIQLO di Indonesia.
Kehadiran proyek di dalam toko memberi fungsi tambahan pada ruang ritel. Selain menghadirkan koleksi LifeWear, lokasi ini juga menjadi ruang untuk menampilkan inisiatif komunitas dan keberlanjutan yang lebih dekat dengan masyarakat urban Jakarta.
Penempatan karya upcycle di area toko membuat pesan keberlanjutan hadir dalam pengalaman belanja sehari-hari. Pengunjung bisa melihat langsung bahwa pakaian lama tidak selalu kehilangan relevansinya ketika disentuh oleh desain yang tepat.
Di tengah dorongan agar industri fashion bergerak lebih bertanggung jawab, proyek seperti ini menawarkan contoh yang konkret. Bukan lewat teori yang rumit, melainkan lewat 16 karya yang memperlihatkan bagaimana pakaian lama bisa hidup kembali di tangan generasi desainer baru.
