Perang Rusia-Ukraina kini juga dimainkan lewat percakapan pribadi dan identitas palsu. Dalam laporan The Atlantic, taktik catfishing dipakai pasukan perlawanan Ukraina untuk mendorong tentara Rusia membuka informasi yang kemudian membantu serangan drone.
Strategi ini menunjukkan bahwa intelijen di medan perang tidak lagi bergantung pada pergerakan pasukan semata. Di ruang digital, pesan yang tampak personal bisa berubah menjadi pintu masuk untuk menemukan posisi unit lawan.
Identitas palsu yang dibuat meyakinkan
Laporan itu menggambarkan bagaimana seorang perempuan Ukraina berusia 35 tahun menyamar sebagai “ibu rumah tangga” dan menghubungi seorang komandan Chechen bernama Achmad lewat WhatsApp. Percakapan mereka berputar pada kehidupan sehari-hari, kekecewaan, dan harapan setelah perang berakhir, sambil tetap menyelipkan pertanyaan soal garis depan.
Achmad lalu menjawab dengan informasi yang akhirnya menjadi celah. Saat diminta mengirim foto kehidupannya, ia mengirim gambar dari dalam barak yang memperlihatkan dirinya bersama satu tentara lain sedang tersenyum ke kamera.
Peta di dinding dan serangan berikutnya
Di belakang mereka tampak peta kompleks yang ditempel di dinding dan menunjukkan posisi unit. Setelah koordinat itu terkirim, lokasi tersebut disebut langsung diserang drone Ukraina.
Kasus itu memperlihatkan betapa kecilnya detail visual bisa berdampak besar dalam perang modern. Satu foto di ruang tertutup ternyata cukup untuk membuka posisi yang semestinya dirahasiakan.
Perwira intelijen di balik penyamaran
Sosok perempuan dalam percakapan itu ternyata tidak pernah ada. “Dia” adalah perwira paruh baya bernama Serhiy yang bekerja untuk direktorat intelijen militer Ukraina dan menjadi bagian dari upaya terkoordinasi untuk memancing rahasia dari pasukan pendudukan.
Harbaugh, dalam laporannya untuk The Atlantic, juga mencatat bahwa pelatihan profesional untuk agen perlawanan masih sangat terbatas. Karena jaringan digital rentan disadap Rusia, para agen Ukraina disebut mengandalkan buku panduan cetak, termasuk handbook era Soviet yang memuat taktik catfishing CIA di Afrika pada Perang Dingin.
Digerakkan oleh pengalaman perang
Sejumlah warga Ukraina yang diwawancarai Harbaugh mengatakan mereka terdorong oleh kejahatan perang Rusia yang mereka saksikan. Mereka menyebut pembunuhan terhadap warga sipil dan bukti kekerasan seksual yang terdokumentasi luas selama perang.
Seorang dokter mengatakan dirinya merawat korban kekerasan seksual berusia 4 hingga 75 tahun. Ia menyebut luka para korban begitu parah hingga fasilitas tempatnya bekerja menjadi salah satu pusat terdepan dalam metode baru bedah rekonstruksi ginekologi.
Di tengah perang yang masih berlangsung, taktik penyamaran itu menjadi contoh bagaimana Ukraina memadukan intelijen, psikologi, dan celah komunikasi untuk menekan lawan. Dalam situasi seperti ini, satu percakapan yang terasa pribadi dapat berujung pada terbukanya koordinat rahasia.
