PKB mempertanyakan langkah Joko Widodo yang disebut mendorong kader PSI untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dua periode. Di mata partai itu, pembicaraan semacam ini terlalu cepat muncul saat pemerintah masih harus menuntaskan program dan janji kampanye yang sedang berjalan.
Wakil Ketua PKB Jazilul Fawaid menilai dorongan dua periode itu sebagai langkah yang “kemajon” atau keblabasan. Ia menegaskan bahwa publik saat ini lebih menunggu hasil kerja pemerintahan ketimbang wacana politik untuk periode berikutnya.
PKB Nilai Waktunya Tidak Tepat
Jazilul mengatakan dirinya tidak memahami alasan di balik arahan tersebut. Menurut dia, pembahasan tentang dua periode seharusnya tidak mendahului agenda kerja yang sedang dijalankan pemerintah.
“Kalau berpikir dua periode saya pikir kemajon,” kata Jazilul kepada wartawan di kompleks DPR/MPR pada Senin (22/6/2026). Ia menambahkan bahwa masyarakat masih menunggu kepastian atas realisasi program yang sudah dijanjikan.
Fokus Utama Masih Pada Janji Kampanye
PKB menilai perhatian pemerintah seharusnya tetap diarahkan pada penyelesaian target yang lahir dari Pilpres 2024. Menurut Jazilul, hasil kerja periode berjalan jauh lebih penting daripada membuka pembicaraan soal masa jabatan berikutnya.
“Enggak ada angin enggak ada hujan bicara soal dua periode saya enggak ngerti. Itu urusan siapa yang menyampaikan. Maksud saya pemerintah, masyarakat hari ini ingin periode yang sedang berjalan ini semua tuntas apa yang menjadi program, janji-janji di dalam kampanye kemarin,” ujarnya.
Arahan Jokowi ke Kader PSI Memicu Respons
Sebelumnya, Jokowi disebut mengarahkan kader PSI agar mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran untuk dua periode ke depan. Ketua DPP PSI Bestari Barus menyampaikan bahwa pernyataan itu dimaksudkan untuk menghindari isu matahari kembar.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan reaksi dari PKB karena dianggap melampaui kebutuhan politik saat ini. Sorotan pun kembali tertuju pada bagaimana pemerintahan Prabowo-Gibran menjalankan program yang sudah dijanjikan kepada masyarakat.
Di tengah perdebatan itu, wacana dua periode mulai memunculkan jarak antara fokus kerja pemerintahan dan manuver dukungan politik sejak dini. PKB menegaskan bahwa ukuran utama saat ini tetap ada pada tuntas atau tidaknya agenda yang sudah dijanjikan kepada publik.
