
Pemerintah Amerika Serikat akhirnya membuka UFO Files yang selama ini ditunggu publik. Di dalamnya terdapat kesaksian astronot Apollo tentang fenomena tak terjelaskan saat misi ke Bulan, termasuk laporan benda-benda terang yang bergerak di sekitar pesawat ruang angkasa.
Rilis awal dari Pentagon tahun ini memuat ratusan halaman dokumen, gambar, dan rekaman audio. Yang paling menarik perhatian adalah transkrip Apollo 12 dan Apollo 17, karena keduanya berisi percakapan langsung para astronot saat melihat objek misterius di luar angkasa.
Sorotan utama datang dari Apollo 17
Misi Apollo 17 pada 1972 mencatat pengamatan yang memunculkan banyak tanda tanya. Gene Cernan, Jack Schmitt, dan Ron Evans melaporkan melihat objek terang yang berputar dan bergerak berirama di luar angkasa.
Cernan menyebut benda itu bukan partikel biasa di dekat mereka. Ia menjelaskan masih ada partikel lain sebagai pembanding, sehingga objek tersebut tampak berada jauh di kejauhan dan berkedip dengan pola teratur.
Dalam transkrip yang dirilis, Cernan juga mengatakan posisi objek itu terlihat sekitar arah pukul 11 saat para astronot melihat kembali ke arah Bumi. Ia menambahkan bahwa benda itu tampak berada sekitar 10 hingga 12 diameter Bumi dari posisi mereka.
Cahaya terang juga muncul dekat modul pendaratan
Saat proses pendaratan Apollo 17, awak misi ikut melaporkan kemunculan fragmen atau partikel yang sangat terang di sekitar pesawat. Ron Evans menyebut ada sejumlah partikel atau sesuatu yang melayang ketika mereka bermanuver.
Jack Schmitt menggambarkan fenomena itu seperti “perayaan empat Juli” di luar jendela kapsul. Evans kemudian menjelaskan bahwa bentuk-bentuk itu terlihat bergerigi, seolah fragmen bersudut yang jatuh dan melayang melewati jendela.
Para astronot mendeskripsikan objek tersebut sebagai benda padat, bukan cairan, dan sangat terang. Sebagian bergerak mengikuti arah pesawat, meski ada juga yang melesat lebih cepat dibanding yang lain.
Apollo 12 juga mencatat kilatan aneh
Laporan serupa ternyata tidak hanya muncul pada Apollo 17. Tiga tahun sebelumnya, misi Apollo 12 juga mencatat kejadian misterius saat mendekati permukaan Bulan.
Dengan bantuan teleskop Alignment Optical Telescope, salah satu astronot melihat kilatan cahaya dan partikel yang bergerak cepat saat mengamati bagian gelap langit. Pete Conrad, Alan Bean, dan Dick Gordon mengatakan benda-benda itu tampak muncul dari belakang pesawat lalu menjauh ke luar angkasa.
Alan Bean menggambarkan peristiwa itu dengan kalimat singkat yang menunjukkan arah gerak benda tersebut. Ia mengatakan, “Mereka benar-benar keluar dari sini dan langsung menuju bintang-bintang.”
Sejumlah foto dari misi Apollo 12 yang ikut dirilis juga memperlihatkan objek terang di luar angkasa dari permukaan Bulan. Materi visual itu menambah perhatian terhadap laporan para astronot yang selama ini tersimpan dalam dokumen resmi.
NASA dorong transparansi soal UAP
Di tengah sorotan publik, NASA menyatakan dukungan terhadap keterbukaan informasi mengenai fenomena anomali tak dikenal atau UAP. Sekretaris Pers NASA Bethany Stevens mengatakan lembaganya mendukung arahan untuk menghadirkan transparansi yang lebih besar kepada masyarakat Amerika.
Stevens juga menegaskan bahwa NASA berkontribusi dalam upaya antarlembaga yang dipimpin Departemen Perang dan Kantor Resolusi Anomali Seluruh Domain atau AARO. Menurut dia, NASA mendukung pembagian informasi yang lebih luas kepada publik.
Ia menambahkan bahwa NASA tetap menjalankan misi eksplorasi luar angkasa. Dalam pernyataannya, Stevens menekankan bahwa lembaga itu akan terus mengeksplorasi dan memperluas pemahaman manusia tentang planet ini serta alam semesta.
Perilisan UFO Files kembali memunculkan perdebatan tentang apa yang sebenarnya dilihat para astronot Apollo di Bulan. Transkrip percakapan, foto misi, dan rekaman laporan objek bercahaya membuat dokumen ini menjadi salah satu rilis yang paling banyak dibahas dalam isu fenomena anomali tak dikenal.
Source: www.beritasatu.com




