Peredaran uang palsu masih menjadi ancaman saat transaksi tunai. Karena itu, masyarakat perlu lebih waspada setiap kali menerima rupiah agar tidak tertipu oleh lembar yang tampak serupa dengan uang asli.
Bank Indonesia bersama Polri dan Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) baru saja memusnahkan 466.535 lembar uang rupiah palsu. Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan publik terhadap rupiah dan menekan peredaran uang palsu di Indonesia.
Kenapa uang perlu dicek langsung
Uang palsu kerap lolos ketika transaksi berlangsung cepat dan tanpa pemeriksaan. Situasi seperti ini membuat orang mudah lengah, terutama saat menerima uang tunai di tempat ramai atau dalam kondisi terburu-buru.
Bank Indonesia mengimbau masyarakat mengenali ciri keaslian rupiah dengan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang. Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali menegaskan bahwa masyarakat memegang peran penting dalam mencegah peredaran uang rupiah palsu.
Cara cepat membedakan uang asli dan palsu
Metode 3D dinilai efektif karena rupiah asli memiliki fitur keamanan yang sulit ditiru. Pemeriksaan sederhana ini bisa dilakukan kapan saja saat menerima uang tunai.
Langkah pertama adalah dilihat. Perhatikan warna, gambar, dan detail cetakan pada uang karena uang asli umumnya terlihat lebih jelas dan tegas.
Langkah kedua adalah diraba. Sentuh bagian angka nominal dan gambar utama, karena pada uang asli bagian ini terasa kasar dan timbul.
Langkah ketiga adalah diterawang. Arahkan uang ke cahaya untuk melihat elemen tersembunyi, seperti gambar pahlawan nasional atau logo tertentu yang muncul pada uang asli.
Ciri uang asli yang bisa dikenali
Uang rupiah asli memiliki beberapa tanda keamanan yang mudah diamati. Benang pengaman pada uang asli tampak utuh dan akan menyala saat disinari ultraviolet.
Logo Bank Indonesia juga terlihat jelas dan utuh ketika uang diterawang ke arah cahaya. Pada beberapa bagian, uang asli memiliki fitur perubahan warna atau color shifting saat dilihat dari sudut berbeda.
Tekstur menjadi pembeda penting lain. Permukaan pada bagian tertentu terasa kasar dan timbul, sementara di sisi kanan dan kiri ada kode tunanetra berupa tekstur khusus.
Tanda uang palsu yang patut diwaspadai
Uang palsu biasanya menampilkan ciri yang berbeda dari rupiah asli. Warnanya cenderung kusam dan pucat, lalu permukaannya terasa halus seperti kertas biasa.
Benang pengaman pada uang palsu umumnya tidak timbul dan tidak berubah warna. Saat diterawang, uang palsu juga tidak menampilkan gambar atau logo yang seharusnya terlihat pada uang asli.
Tinta pada uang palsu lebih mudah luntur ketika terkena air. Di bawah sinar ultraviolet, uang palsu pun tidak berpendar seperti uang asli yang memiliki fitur keamanan khusus.
Kebiasaan kecil yang penting saat menerima uang tunai
Pemeriksaan uang sebaiknya dilakukan langsung saat transaksi. Langkah sederhana ini membantu mengurangi risiko menerima uang palsu dari orang lain tanpa disadari.
Masyarakat juga perlu membiasakan diri membandingkan ciri fisik uang yang diterima dengan karakteristik rupiah asli. Semakin sering mengecek dengan metode 3D, semakin mudah perbedaan uang asli dan palsu dikenali.
Di tengah maraknya transaksi tunai, pemahaman tentang ciri uang asli dan uang palsu menjadi semakin penting. Dengan lebih teliti saat melihat, meraba, dan menerawang, masyarakat bisa ikut membantu menjaga peredaran rupiah tetap aman.
