211 Pasien Kanker Anak Dievakuasi, Serangan AS Lumpuhkan RS Ahvaz

Author: Cung Media

Sebanyak 211 pasien dievakuasi dari Shahid Baghaei Specialised Hospital di Ahvaz setelah serangan militer Amerika Serikat dilaporkan terjadi di dekat fasilitas tersebut. Pemerintah Iran menyatakan insiden itu memicu keadaan darurat bagi anak-anak yang sedang menjalani kemoterapi.

Evakuasi berlangsung di tengah kepanikan karena sejumlah pasien masih membutuhkan perangkat penunjang medis. Sebagian anak harus dipindahkan saat masih terhubung dengan infus, sementara pasien lain memerlukan oksigen, ventilator, atau kursi roda.

Layanan Rumah Sakit Terhenti

Direktur Shahid Baghaei Specialised Hospital, Reza Bazar, menyatakan rumah sakit itu tidak lagi dapat beroperasi setelah insiden tersebut. Kondisi itu membuat keselamatan pasien menjadi prioritas utama bagi tenaga medis dan keluarga yang berada di lokasi.

Shahid Baghaei merupakan fasilitas yang merawat pasien kanker, termasuk anak-anak dalam perawatan intensif. Gangguan terhadap operasional rumah sakit membuat proses pemindahan pasien tidak dapat dilakukan seperti evakuasi biasa.

Manajer rumah sakit, Dr. Majid Bou’azar, mengatakan seluruh pasien harus dipindahkan demi keselamatan mereka. Banyak pasien yang dievakuasi disebut berada dalam kondisi kritis dan bergantung pada dukungan perawatan yang tidak bisa dihentikan secara mendadak.

Staf medis menghadapi tantangan berbeda pada setiap pasien selama pemindahan. Ada anak yang digendong orang tuanya, sedangkan pasien lain tetap menggunakan alat bantu medis ketika keluar dari fasilitas kesehatan itu.

Ledakan Disebut Terasa Sangat Dekat

Seorang dokter di lokasi menggambarkan dentuman ledakan sebagai kejadian yang sangat kuat dan terasa dekat dengan rumah sakit. Kepada Al Jazeera, dokter tersebut mengatakan, “Ledakannya sangat kuat dan begitu dekat, kami mengira rumah sakit terkena langsung.”

Keterangan itu menunjukkan tekanan yang dihadapi para tenaga kesehatan saat harus menjaga pasien tetap aman. Situasi menjadi lebih rumit karena banyak pasien kanker anak sedang menjalani terapi yang memerlukan pengawasan berkelanjutan.

Serangan di sekitar fasilitas kesehatan dapat langsung mengganggu layanan medis, meski bangunan rumah sakit tidak disebut terkena serangan secara langsung. Dalam kasus ini, dampaknya terlihat dari terhentinya operasional rumah sakit dan kebutuhan untuk memindahkan ratusan pasien.

Kecaman dari Pemerintah Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengecam serangan AS di Iran tersebut sebagai serangan barbar dan kejahatan perang pengecut. Ia menilai insiden di dekat rumah sakit kanker anak itu melanggar hukum internasional serta prinsip kemanusiaan.

Baghaei menyoroti bahwa para pasien yang terdampak adalah anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit berat. Ia juga membandingkan peristiwa di Ahvaz dengan serangan terhadap fasilitas kesehatan di Gaza.

“Ini adalah kejahatan perang terhadap manusia paling tak berdosa, anak-anak yang sedang berjuang untuk hidup,” tegas Baghaei. Pernyataan itu disampaikan Iran dalam kecamannya atas dampak serangan di dekat fasilitas medis tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, turut menyampaikan kecaman keras dan menyebut serangan terhadap infrastruktur sipil sebagai pelanggaran nyata terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pemerintah Iran menempatkan peristiwa ini sebagai persoalan kemanusiaan sekaligus dugaan pelanggaran hukum internasional.

Evakuasi Berisiko bagi Pasien Kritis

Menurut laporan Suara.com, fokus utama selama keadaan darurat adalah memastikan seluruh pasien dapat dipindahkan dengan aman. Tantangannya bertambah karena beberapa pasien masih membutuhkan dukungan medis yang tidak dapat dihentikan secara tiba-tiba.

Evakuasi pasien kanker dari rumah sakit tersebut menjadi gambaran langsung dampak konflik terhadap layanan kesehatan sipil. Bagi anak-anak yang menjalani terapi berat, pemindahan darurat tidak hanya berarti meninggalkan ruang perawatan, tetapi juga menghadapi ketidakpastian atas kelanjutan pengobatan mereka.

Hingga layanan di Rumah Sakit Ahvaz itu dapat kembali berjalan, pasien, keluarga, dan staf medis masih menghadapi konsekuensi dari insiden yang menghentikan aktivitas fasilitas tersebut. Peristiwa ini memperlihatkan kerentanan rumah sakit ketika situasi keamanan memburuk di sekitarnya.

Source: www.suara.com
Terbaru