Twibbon MPLS di Denpasar Diprotes, SMK PGRI 5 Langsung Turun Tangan

Unggahan twibbon MPLS dari salah satu sekolah di Denpasar memicu perhatian karena foto calon peserta didik baru dinilai tidak sesuai etika pelajar. Kasus ini langsung ditindaklanjuti oleh SMK PGRI 5 Denpasar dengan meminta unggahan itu dihapus dan fotonya diganti.

Pihak sekolah menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengarahkan siswa memakai pakaian yang tidak pantas. Sekolah juga menyebut sudah lebih dulu membagikan contoh visual yang jelas tentang foto yang boleh dipakai untuk twibbon.

Klarifikasi dari pihak sekolah

Kepala Sekolah SMK PGRI 5 Denpasar, Nuning Kurniawati, mengatakan panduan serta contoh video dan foto telah dibagikan sebelumnya. Karena itu, ia menilai tidak mungkin sekolah menyarankan penggunaan pakaian yang tidak pantas.

“Kami sudah memberikan contoh video dan foto yang harus diunggah, sehingga tidak mungkin sekolah menyarankan penggunaan pakaian yang tidak pantas,” ujar Nuning saat dikonfirmasi di Denpasar, Selasa (14/7/2026), seperti dikutip mediaindonesia.com.

Nuning juga menyebut siswa yang bersangkutan sempat mempertanyakan kebijakan sekolah tersebut. Penelusuran lanjutan ikut terkendala karena akun media sosial siswa itu sudah diprivat dan identitasnya diubah.

AspekKeteranganDampak
LokasiSMK PGRI 5 Denpasar, BaliKasus mendapat perhatian publik di daerah
PemicuFoto twibbon MPLS dengan pakaian dan pose tidak etisMenuai kritik karena dinilai tak sesuai etika pelajar
Tindakan sekolahInstruksi ganti foto dan pembinaan via Guru BKSiswa diminta menyesuaikan unggahan
Kendala penelusuranAkun media sosial diprivat dan ganti identitasProses tindak lanjut menjadi lebih sulit

Pembinaan khusus untuk mencegah kasus serupa

Kasus ini kemudian mendapat perhatian Anggota Komisi IV DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka atau Gung Cok. Ia menilai pembentukan moral siswa tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah karena waktu pertemuan guru dan siswa sangat terbatas.

“Kalau di sekolah itu, guru kan hanya sebentar saja ketemunya. Peran orang tua ini sangat penting sekali dalam mendidik moral dan mental anak,” tegas Gung Cok.

Sejalan dengan itu, sekolah menyampaikan bahwa pembinaan khusus akan dilakukan melalui Guru BK. Langkah tersebut diambil agar persoalan serupa tidak kembali muncul saat MPLS dan agar siswa lebih bijak menggunakan media sosial.

Pemantauan dan pembinaan juga akan dilakukan ke sejumlah sekolah lain yang sedang menggelar MPLS. Fokusnya adalah mencegah unggahan yang tidak sesuai etika pelajar serta memperkuat pemahaman siswa tentang penggunaan media sosial yang lebih tepat.

Source: mediaindonesia.com
Terkait