Tubuh Bugar Kylian Mbappe Dibentuk Diet Ketat dan Latihan Lima Hari Sepekan

Kecepatan dan daya ledak Kylian Mbappe di lapangan tidak hanya ditopang bakat. Penyerang Real Madrid itu menjalani rutinitas yang menggabungkan latihan fisik terstruktur, pola makan ketat, serta pemulihan rutin.

Bagian yang paling menonjol dari kebiasaannya adalah disiplin makan tanpa banyak ruang untuk hari bebas diet. Mbappe disebut mengonsumsi enam porsi makanan sehat setiap hari untuk menjaga tubuh tetap siap menghadapi tuntutan sepak bola level elite.

Menurut Kompas.com yang mengutip Goal, program kebugaran Mbappe disesuaikan secara berkala dengan target fisik yang ingin dicapai. Pendekatan tersebut berkaitan dengan upaya menjaga persentase lemak tubuh tetap rendah sekaligus memenuhi kebutuhan energi saat bertanding.

Di lapangan, Mbappe dikenal mampu berakselerasi dan mengubah arah dalam waktu cepat saat berhadapan dengan pemain bertahan. Kemampuan itu didukung latihan kardio, respons kaki, penguatan otot, dan latihan inti di luar jadwal pertandingan.

Program Latihan Dibagi untuk Stamina, Kecepatan, dan Kekuatan

Sesi kebugaran Mbappe biasanya dimulai dari peregangan dasar untuk menyiapkan tubuh. Setelah itu, ia dapat melanjutkan latihan bersepeda atau berlari sebagai bagian dari menjaga stamina.

Latihan kelincahan menjadi elemen penting karena berkaitan langsung dengan karakter permainannya. Lari bolak-balik, latihan halang rintang, dan variasi pergerakan dipakai untuk melatih respons kaki serta perubahan arah.

KomponenBentuk LatihanFokus
PemanasanPeregangan dasarMenyiapkan tubuh
KardioBersepeda atau berlariMenjaga stamina
KelincahanLari bolak-balik dan halang rintangRespons kaki dan arah gerak
Latihan bebanLima kali sepekanPembentukan otot

Program latihan angkat beban dijalankan lima kali dalam sepekan. Dua hari dikhususkan untuk otot kaki, sementara tiga hari lainnya dibagi untuk dada, punggung, bahu, dan lengan.

Pembagian tersebut menunjukkan bahwa kekuatan tubuh bagian bawah mendapat perhatian besar dalam rutinitasnya. Otot kaki yang terlatih membantu menopang aktivitas berlari, akselerasi, dan perubahan arah yang menjadi bagian penting permainan Mbappe.

Selain otot utama, ia juga memberi porsi pada latihan inti setidaknya tiga kali seminggu. Penguatan bagian tengah tubuh diperlukan untuk mendukung stabilitas dan kekuatan saat bergerak di lapangan.

Enam Porsi Makan Sehat Setiap Hari

Disiplin fisik Mbappe berlanjut hingga ke pengaturan asupan harian. Ia mengandalkan karbohidrat kompleks, protein, serta sayuran segar dalam enam porsi makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Telur rebus, dada ayam, ikan, beras merah, dan buah-buahan termasuk dalam pilihan menu yang disebut dikonsumsi Mbappe. Ia juga memasukkan minyak zaitun, alpukat, serta kacang-kacangan sebagai sumber lemak baik.

Dalam pola makan tersebut, daging merah, minuman bersoda, dan gula olahan dibatasi. Pengaturan itu ditujukan untuk membantu mencegah penumpukan lemak dan kelelahan ketika harus berlari dengan intensitas tinggi.

Mbappe hampir tidak menyediakan hari bebas diet, sebuah kebiasaan yang dapat menjadi tantangan dalam rutinitas makan ketat. Namun, ia tetap memiliki pasta karbonara sebagai makanan favoritnya.

Hidangan pasta itu dapat menjadi sumber karbohidrat dan energi bila dibuat menggunakan bahan gandum utuh serta porsi yang sesuai. Komposisinya dapat memadukan telur, keju keras, daging, dan lada hitam.

Tidur dan Terapi Menjadi Bagian dari Persiapan

Latihan berat tidak berdiri sendiri tanpa waktu istirahat yang memadai. Mbappe menempatkan tidur berkualitas sebagai bagian penting untuk pemulihan sel tubuh dan persiapan tampil pada hari berikutnya.

Kedisiplinan mengenai waktu istirahat juga pernah ia tekankan kepada rekan setim di ruang ganti. Bagi pemain dengan jadwal fisik padat, pemulihan memiliki peran yang sama penting dengan sesi latihan.

Untuk mendukung pemulihan, Mbappe rutin memanfaatkan terapi suhu sangat dingin dan terapi air laut murni. Kedua metode tersebut digunakan untuk membantu mengurangi pembengkakan otot, meredakan peradangan sendi, dan mempercepat penyembuhan setelah bertanding.

Ia juga meluangkan waktu untuk pemandian air panas serta pijat refleksi setiap minggu. Rangkaian latihan, asupan, tidur, dan terapi itu memperlihatkan bahwa kebugaran Mbappe dibangun melalui kebiasaan harian yang konsisten.

Terkait