Trump Perintahkan Lagi Operasi Militer ke Iran, Selat Hormuz Kembali Memanas

Ketegangan di Selat Hormuz kembali naik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi tahu Kongres bahwa Washington melanjutkan operasi militer terhadap Iran. Langkah itu dikaitkan dengan tuduhan serangan terhadap kapal-kapal dagang di jalur pelayaran paling strategis di kawasan.

Dalam surat ke Kongres, Trump menyebut operasi militer dimulai pada 7 Juli 2026. Ia menautkannya dengan dugaan serangan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC terhadap kapal dagang berbendera netral yang melintas di Selat Hormuz.

Iran Bantah Tuduhan Serangan

Teheran membantah tuduhan itu dan mengatakan kapal-kapal tersebut menjadi sasaran karena dianggap melanggar aturan pelayaran. Pemerintah Iran juga menyebut kapal-kapal itu mengabaikan peringatan yang sudah diberikan sebelumnya.

Iran menegaskan pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz berada di bawah kewenangannya sesuai nota kesepahaman yang disepakati kedua negara pada Juni lalu. Dalam suratnya, Trump justru menekankan bahwa Iran memiliki kewajiban untuk menggunakan upaya terbaiknya dalam menjamin keamanan jalur pelayaran kapal dagang dari Teluk Persia menuju Laut Oman.

Serangan Terbatas dan Blokade yang Kembali Berlaku

Washington menilai Iran melanggar komitmen itu dan kemudian melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer di Iran. Trump menegaskan, “Pasukan darat Amerika Serikat tidak terlibat dalam serangan ini.”

Ia juga menyebut operasi itu dilakukan secara terbatas, terukur, dan dirancang untuk meminimalkan korban sipil. Meski begitu, militer AS tetap disiagakan jika diperlukan langkah lanjutan.

Fakta UtamaIsi
Operasi militerDimulai pada 7 Juli 2026
PemicuDugaan serangan terhadap kapal dagang berbendera netral di Selat Hormuz
Pernyataan ASSerangan terbatas, terukur, dan tanpa keterlibatan pasukan darat
Respons tambahanBlokade kapal menuju dan dari pelabuhan Iran kembali diberlakukan

Sebelumnya, Trump juga mengumumkan pemberlakuan kembali kebijakan yang disebut sebagai blokade Iran. Ia bahkan mengusulkan pungutan sebesar 20 persen terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz sebagai kompensasi atas perlindungan keamanan yang diberikan Amerika Serikat.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM kemudian mengonfirmasi bahwa blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju maupun berasal dari pelabuhan Iran kembali diberlakukan mulai Selasa. Langkah ini menandai eskalasi baru di jalur pelayaran yang sangat penting bagi lalu lintas energi dan perdagangan kawasan.

Source: www.medcom.id
Terkait