Nama Presiden FIFA Gianni Infantino disebut masuk dalam perbincangan calon sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa berikutnya. Namun, dukungan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump saja tidak akan cukup untuk mengantar pemimpin sepak bola dunia itu ke jabatan tertinggi di sekretariat PBB.
Posisi tersebut akan kosong setelah masa jabatan Antonio Guterres berakhir pada 31 Desember 2026. Kandidat yang ingin maju harus melewati tahapan diplomatik di Dewan Keamanan PBB, termasuk menghindari veto dari lima anggota tetap.
Laporan Dukungan Trump untuk Infantino
New York Post, yang dikutip Anadolu Agency, melaporkan Trump disebut ingin mendorong Infantino sebagai kandidat sekjen PBB. Informasi itu berasal dari sumber yang dekat dengan Trump dan belum menjadi pengumuman pencalonan resmi.
Trump dilaporkan menilai Infantino sebagai figur yang dihormati banyak kalangan di dunia. Presiden AS itu juga disebut melihat Infantino memiliki kemampuan untuk menyatukan berbagai pihak.
Apabila pencalonan tersebut benar-benar diajukan, Infantino akan memasuki arena politik internasional yang berbeda dari perannya di FIFA. Jabatan sekjen PBB tidak ditentukan melalui dukungan satu negara, melainkan melalui kesepakatan yang rumit di antara anggota Dewan Keamanan dan Majelis Umum.
Kedekatan Trump dan Infantino telah menjadi perhatian dalam rangkaian kegiatan menuju Piala Dunia 2026. Infantino juga beberapa kali memperlihatkan kedekatannya dengan Trump dalam agenda yang berkaitan dengan turnamen itu.
Salah satu momen yang disorot adalah pemberian penghargaan perdamaian FIFA atau Peace Prize FIFA perdana kepada Trump pada Desember 2025. Peristiwa itu menambah sorotan terhadap hubungan keduanya ketika nama Infantino mulai dikaitkan dengan suksesi kepemimpinan PBB.
Jalur Panjang Menuju Kursi Sekjen PBB
Pasal 97 Piagam PBB mengatur bahwa sekretaris jenderal diangkat oleh Majelis Umum atas rekomendasi Dewan Keamanan. Karena itu, proses di Dewan Keamanan menjadi pintu awal yang menentukan sebelum calon memperoleh pengesahan lebih luas.
| Agenda | Ketentuan |
|---|---|
| Akhir masa jabatan Antonio Guterres | 31 Desember 2026 |
| Awal masa jabatan sekjen berikutnya | 1 Januari 2027 |
| Lama masa bakti | 5 tahun |
| Dasar pengangkatan | Rekomendasi Dewan Keamanan dan persetujuan Majelis Umum PBB |
Untuk melangkah dalam proses tersebut, Infantino harus memperoleh dukungan sedikitnya 15 anggota Dewan Keamanan PBB. Pencalonannya juga tidak boleh terkena veto dari salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan.
Ketentuan itu menjelaskan mengapa dukungan politik Washington belum bisa memastikan hasil akhir. Seorang calon harus dapat diterima oleh berbagai kepentingan politik negara-negara anggota sebelum namanya dibawa ke Majelis Umum PBB.
Hubungan Washington dan PBB
Isu dukungan Trump terhadap Infantino muncul ketika kebijakan pemerintah AS terhadap PBB juga sedang mendapat perhatian. Sejak kembali menjabat sebagai presiden, Trump memangkas pendanaan AS untuk organisasi tersebut secara signifikan.
Pemerintahannya juga menarik AS dari sejumlah organisasi yang berafiliasi dengan PBB, termasuk Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization. Langkah itu menunjukkan perubahan pendekatan Washington terhadap sejumlah lembaga multilateral.
Pada 2025, Trump membentuk Dewan Perdamaian yang dipimpin AS. Pembentukan badan tersebut sempat memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan alternatif bagi PBB, meski Trump membantah bahwa Dewan Perdamaian dibentuk untuk menggantikan organisasi itu.
Di tengah latar tersebut, peluang Gianni Infantino akan tetap bergantung pada dukungan diplomatik yang luas. Ketiadaan veto di Dewan Keamanan menjadi syarat utama apabila namanya benar-benar diajukan dalam kontestasi menggantikan Antonio Guterres.
Source: www.beritasatu.com






