TP PKK dan Tim Pembina Posyandu turun langsung ke hunian sementara di Aceh Utara untuk membawa bantuan sekaligus layanan yang lebih dekat dengan kebutuhan warga. Di tengah masa pemulihan pascabencana, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada logistik, tetapi juga pada kesehatan, pendidikan, dan semangat warga yang tinggal di Huntara Desa Tanjong Dalam Selatan.
Kehadiran Tri Tito Karnavian sebagai Ketua Umum TP PKK sekaligus Ketua Umum Tim Pembina Posyandu memberi bobot pada agenda tersebut. Ia memimpin langsung rangkaian kegiatan bersama Pengurus Pusat Perwosi yang menggelar senam sehat untuk anak-anak sekolah dasar di wilayah Langkahan.
Layanan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar
Agenda di huntara itu dirancang untuk membantu warga tetap bertahan dalam masa pemulihan. Di lokasi tersebut, kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi perhatian utama, mulai dari pangan, perlengkapan rumah tangga, hingga dukungan aktivitas harian.
Tri Tito menyebut Hari Posyandu sebagai momentum penting karena pelayanan Posyandu menjangkau sampai tingkat desa. Ia menegaskan bahwa fungsi Posyandu kini berkembang menjadi pusat pelayanan terpadu yang melayani lebih dari sekadar urusan kesehatan.
Perluasan fungsi itu mencakup enam Standar Pelayanan Minimal atau SPM. Bidangnya meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.
Bantuan untuk warga dan anak-anak
TP PKK Pusat menyalurkan bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan harian warga di Huntara Desa Tanjong Dalam Selatan. Bantuan itu terdiri dari 3 paket alat olahraga, 62 paket sembako, dan 3 paket buku bacaan.
Dukungan untuk pendidikan juga ikut diberikan agar proses belajar anak-anak tidak terputus. Penyaluran mencakup 3 paket papan tulis serta 3 paket teknologi pembelajaran, yang berisi 3 unit laptop, 3 layar, dan 3 perangkat infokus.
Perhatian pada administrasi kependudukan juga masuk dalam agenda itu. Dua anak penghuni huntara menerima dokumen Kartu Identitas Anak agar hak administratif mereka tetap terpenuhi selama tinggal di pengungsian.
Bantuan tambahan dari Tim Pembina Posyandu Pusat
Tim Pembina Posyandu Pusat menambah dukungan dengan jumlah yang lebih besar untuk membantu kebutuhan rumah tangga pengungsi. Paket yang disalurkan terdiri dari 180 paket sembako, 298 paket perlengkapan ibadah, serta 298 paket perlengkapan dapur dan alat makan.
Bantuan pakaian layak pakai menjadi item terbanyak dalam penyaluran tersebut. Totalnya mencapai 3.678 potong busana, ditambah 100 paket makanan ringan untuk anak-anak di lokasi huntara.
Senam sehat dan layanan kesehatan dasar
Selain bantuan barang, kegiatan ini juga membawa pendekatan yang lebih segar lewat olahraga bersama. Pengurus Pusat Perwosi memandu senam sehat yang melibatkan anak-anak sekolah dasar di wilayah Langkahan.
Kegiatan fisik itu berjalan berdampingan dengan perhatian pada layanan kesehatan dasar. Fokus layanan tetap diarahkan pada imunisasi, vaksinasi, dan pemeriksaan kesehatan umum bagi balita serta masyarakat sekitar.
Tri Tito menyampaikan bahwa penyatuan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam melayani masyarakat yang membutuhkan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan agenda di Aceh Utara tersebut.







