Spanyol Bawa Pulang Hampir Rp900 Miliar dari Piala Dunia 2026, Totalnya Bisa Rp1,1 Triliun

Gelar juara Piala Dunia 2026 dilaporkan memberi Spanyol hadiah performa sebesar 50 juta dolar AS, atau sekitar Rp898,5 miliar. Nilai itu belum mencakup dana persiapan dan partisipasi, sehingga total pemasukan federasi berpotensi melampaui Rp1,1 triliun.

Spanyol disebut mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 pada final melalui gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. Kemenangan tersebut tidak hanya menghadirkan trofi dan medali, tetapi juga salah satu hadiah terbesar dalam sejarah turnamen sepak bola dunia.

Hadiah Juara Meningkat Tajam

Menurut pengumuman FIFA yang dikutip Suara.com, pemenang Piala Dunia 2026 menerima hadiah utama 50 juta dolar AS. Angka ini lebih besar dibandingkan hadiah juara yang diterima Prancis pada 2018 maupun Argentina pada 2022.

Prancis memperoleh sekitar Rp680 miliar setelah menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia. Argentina kemudian menerima sekitar Rp750 miliar saat meraih gelar di Qatar pada 2022.

Lonjakan hadiah mencerminkan skala Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini juga memakai format 48 peserta, yang disebut mendorong kenaikan pendapatan dari hak siar, sponsor, tiket, serta merchandise.

Dana hadiah tidak hanya diperebutkan oleh dua finalis karena setiap tahapan turnamen memiliki alokasi tersendiri. FIFA menyiapkan total prize pool sekitar Rp15,5 triliun hingga Rp15,7 triliun untuk kompetisi tersebut.

Rincian Hadiah di Setiap Tahap

Perhitungan rupiah dalam rincian hadiah menggunakan kurs rata-rata Rp17.971 per dolar AS. Nilai yang diterima tiap tim meningkat seiring pencapaian mereka di fase gugur.

PencapaianHadiah dalam USDPerkiraan Rupiah
Juara50 juta dolar ASRp898,5 miliar
Runner-up33 juta dolar ASRp593 miliar
Peringkat ketiga29 juta dolar ASRp521 miliar
Peringkat keempat27 juta dolar ASRp485 miliar-Rp487 miliar
Perempat final19 juta dolar ASRp341 miliar

Tim yang mencapai babak 16 besar disebut menerima dana sekitar Rp288 miliar hingga Rp378 miliar. Peserta yang berhenti di fase grup juga tetap memperoleh alokasi mulai Rp180 miliar hingga Rp216 miliar atau lebih.

Selain hadiah berdasarkan hasil pertandingan, setiap kontestan putaran final disebut mendapatkan dana dasar untuk persiapan dan partisipasi. Nilainya berada di kisaran Rp170 miliar hingga Rp225 miliar bagi masing-masing peserta.

Dana Masuk ke Federasi, Bukan Semata Bonus Pemain

Hadiah dari FIFA pada umumnya masuk ke kas federasi sepak bola negara peserta, bukan seluruhnya dibagikan sebagai bonus individu. Federasi kemudian menentukan porsi bagi pemain dan staf serta penggunaan dana untuk program jangka panjang.

Bagi Timnas Spanyol, tambahan dana persiapan membuat nilai penerimaan dari turnamen tidak berhenti pada hadiah juara 50 juta dolar AS. Dana tersebut dapat digunakan untuk pembinaan pemain muda, sepak bola akar rumput, dan pembangunan infrastruktur.

Besarnya nilai hadiah juga memperlihatkan perubahan distribusi pendapatan seiring pertumbuhan ekonomi Piala Dunia. FIFA melaporkan pendapatan ajang tersebut mencapai miliaran dolar AS, dengan surplus yang dialokasikan untuk pengembangan sepak bola global.

Masih Ada Sorotan soal Pemerataan

Kenaikan hadiah bagi juara tetap memunculkan kritik mengenai pemerataan dana untuk peserta yang tersingkir lebih awal. Sejumlah pihak menilai negara berkembang membutuhkan porsi pendanaan yang lebih kuat untuk membangun program sepak bola mereka.

Di sisi lain, alokasi persiapan dan partisipasi memberi jaminan bahwa seluruh finalis tetap menerima dukungan finansial. Namun, jarak nilainya tetap sangat besar jika dibandingkan dengan hadiah bagi tim yang melaju sampai fase akhir.

Selain hadiah uang, FIFA juga disebut memperkenalkan cincin juara bergaya NBA untuk para pemain Spanyol. Cincin emas 18 karat dengan berlian dan safir itu melengkapi medali emas serta trofi yang dibawa pulang sang juara.

Nilai hampir Rp900 miliar untuk hadiah utama menegaskan semakin besarnya nilai ekonomi yang melekat pada Piala Dunia. Bagi federasi juara, gelar di lapangan dapat menjadi modal finansial besar untuk program sepak bola setelah turnamen berakhir.

Source: www.suara.com
Terkait