
Di Guangzhou, mobil Toyota dan Honda tampil berdampingan dengan dominasi merek China GAC AION di GAC Technology Museum. Pemandangan itu menarik perhatian karena dua merek Jepang tersebut justru dipamerkan sebagai bagian dari ekosistem otomotif yang dirakit dan dikembangkan bersama GAC di China.
Kehadiran Toyota dan Honda di museum itu bukan sekadar untuk pajangan. GAC ingin menunjukkan bahwa kolaborasi dengan GAC Toyota dan GAC Honda sudah menyatu dalam rantai produksi, meski karakter teknologi tiap merek tetap dipisahkan sesuai kebutuhan dan platform masing-masing.
Kolaborasi yang membuat mobil Jepang terasa lebih “China”
Product Planning and Strategy GAC Indonesia, Iqbal Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa mobil Toyota di China merupakan hasil rakitan GAC. Ia juga menyebut logo GAC kerap tampil berdampingan dengan merek Toyota dan Honda di jalan-jalan China, menandakan kuatnya hubungan produksi di negara tersebut.
Namun, kedekatan dalam proses perakitan tidak berarti semua mobil memakai sistem yang sama. Iqbal menegaskan bahwa kerja sama itu terjadi dalam ekosistem yang sama, tetapi teknologi tetap berjalan secara terpisah untuk masing-masing brand.
Artinya, mobil yang lahir dari pabrik atau platform serupa belum tentu memakai perangkat teknis yang identik. Model yang diproduksi bisa berbagi basis tertentu, tetapi pengembangan fitur dan sistemnya tetap mengikuti arah masing-masing merek.
Platform menentukan teknologi yang dipakai
Penjelasan itu terlihat pada contoh Toyota bZ3X. Model tersebut disebut memakai platform yang sama dengan AION V, sehingga teknologi yang diadopsi mengikuti dasar dari GAC.
Sebaliknya, jika sebuah model menggunakan platform milik Toyota sendiri, maka sistem teknisnya juga tetap mengacu pada Toyota. Camry menjadi salah satu contoh yang disebut tetap berada di atas platform dan teknologi Toyota.
Pola yang sama berlaku pada Honda Accord. Model itu disebut memakai platform dari Honda, sehingga identitas teknisnya tidak otomatis berubah hanya karena diproduksi dalam ekosistem kerja sama di China.
GAC menampilkan kekuatan teknologinya
GAC Technology Museum tidak hanya menonjolkan mobil hasil kolaborasi, tetapi juga memperlihatkan arah pengembangan teknologi perusahaan. Urutan pamerannya dimulai dari baterai, lalu mengarah ke lini produk utama dan ekosistem kendaraan cerdas yang dikembangkan GAC.
Salah satu sorotan paling penting adalah Magazine Battery Technology. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan baterai kendaraan listrik melalui struktur tahan panas, sistem pendingin canggih, dan pemantauan real-time lewat Battery Management System atau BMS.
GAC kemudian mengembangkan versi Magazine Battery Technology 2.0. Versi ini membawa peningkatan stabilitas material, sistem pendinginan berlapis, dan fitur self fire-extinguishing untuk menekan risiko thermal runaway.
Fokus pada elektrifikasi dan kendaraan cerdas
Di luar teknologi baterai, GAC juga memperkenalkan ADiGO sebagai ekosistem pintar. Di dalam sistem itu ada ADiGO PILOT yang menghadirkan teknologi autonomous driving, termasuk robotaxi, serta fitur intelligent parking seperti AVP dan HPA.
Pameran di museum tersebut memberi gambaran bahwa GAC tidak hanya memposisikan diri sebagai produsen mobil, tetapi juga sebagai pengembang sistem mobilitas cerdas. Pendekatan itu terlihat dari cara perusahaan membangun hubungan antara produk, perangkat lunak, dan teknologi pendukungnya.
Pabrik yang mendukung produksi lintas tipe kendaraan
Kunjungan ke GAC Trumpchi Factory menunjukkan kemampuan produksi kendaraan berbasis ICE, HEV, dan PHEV. Pabrik ini memakai sistem manufaktur terintegrasi dengan otomatisasi tinggi pada lini stamping, pengelasan berbasis machine vision dan adaptive system, serta proses pengecatan dan perakitan yang fleksibel.
GAC juga menampilkan pengembangan powertrain hybrid dengan sistem dual-motor multi-gear. Teknologi itu disebut menjadi salah satu keunggulan elektrifikasi GAC dalam menggarap kendaraan ramah lingkungan.
Sementara itu, GAC AION Factory memperlihatkan kemampuan produksi mobil listrik melalui smart manufacturing. Pabrik ini juga menampilkan pengembangan teknologi baterai masa depan, termasuk solid-state battery yang diklaim punya potensi meningkatkan keamanan dan kepadatan energi.
Kombinasi museum, pabrik, dan kerja sama dengan merek Jepang menunjukkan bagaimana GAC membangun ekosistem otomotif terintegrasi. Pendekatan “In Local, For Local” juga ditegaskan sebagai arah pengembangan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar setempat, termasuk Indonesia.
Source: oto.detik.com




