Touring Pendek yang Rasa Dua Dunia, Dari Bantimurung yang Segar ke Leang-Leang yang Purba

Touring dari Bantimurung ke Leang-Leang di Sulawesi Selatan menawarkan pengalaman yang jauh melampaui perjalanan komunitas motor biasa. Rute pendek ini menggabungkan wisata alam, jejak prasejarah, edukasi pelumas, dan kebersamaan antarpeserta dalam satu rangkaian kegiatan.

Kegiatan bertajuk “Bentang Cerita: Repsol Ride Story” digelar Repsol Lubricants Indonesia untuk wilayah Makassar dan Maros. Program ini melibatkan komunitas SMART atau Supermoto Area Makassar Team bersama jaringan bengkel rekanan Repsol.

Sebanyak 50 peserta memulai perjalanan dari kawasan CPI Losari, tepatnya di area Masjid Kubah 99 Asmaul Husna, Makassar. Dari titik itu, rombongan bergerak menuju dua destinasi ikonik di Kabupaten Maros, yakni Taman Nasional Bantimurung dan kawasan prasejarah Leang-Leang.

Pilihan rute ini memberi pengalaman berkendara yang berbeda karena peserta tidak sekadar melintas di jalur wisata. Mereka juga melihat langsung kekayaan alam dan budaya Sulawesi Selatan yang menjadi identitas wilayah tersebut.

Bantimurung jadi titik awal yang menyegarkan

Destinasi pertama yang disambangi adalah Taman Nasional Bantimurung, salah satu objek wisata unggulan Sulawesi Selatan. Kawasan ini dikenal lewat air terjun, bentang karst, dan keanekaragaman hayati yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Bantimurung juga kerap dipilih pengunjung yang ingin menikmati suasana sejuk khas pegunungan. Perpaduan lanskap alam dan udara segar menjadikannya titik awal yang pas sebelum rombongan melanjutkan perjalanan.

Leang-Leang menghadirkan lapisan sejarah yang lebih tua

Setelah dari Bantimurung, touring berlanjut ke Leang-Leang, kawasan yang menyimpan jejak manusia purba. Situs prasejarah ini dikenal melalui lukisan dinding gua yang diperkirakan telah berusia ribuan tahun.

Keberadaan Leang-Leang menjadikannya warisan budaya penting yang memperlihatkan jejak peradaban awal di Indonesia. Bagi peserta touring, kunjungan ini menghadirkan pengalaman berbeda karena mereka tidak hanya menikmati alam, tetapi juga menelusuri sejarah yang lebih dalam.

Perpaduan dua destinasi itu membuat perjalanan singkat terasa padat makna. Dalam satu rute, peserta bisa merasakan sisi natural Maros sekaligus menyentuh jejak purba yang jarang ditemui dalam agenda touring komunitas.

Touring ditutup dengan edukasi perawatan motor

Setelah perjalanan selesai, para peserta berkumpul di Wisata Kuliner Lambe-Lambe untuk makan siang bersama. Agenda kemudian berlanjut dengan sesi edukasi produk dan sharing session bersama tim area Sulawesi Repsol Lubricants Indonesia.

Dalam sesi itu, peserta mendapat penjelasan tentang teknologi pelumas Repsol, pemilihan pelumas yang sesuai kebutuhan kendaraan, dan tips menjaga performa mesin dalam berbagai kondisi berkendara. Ada juga penggantian oli menggunakan produk Repsol sebagai bagian dari rangkaian acara.

Aktivitas tersebut menegaskan bahwa touring ini tidak hanya dirancang sebagai perjalanan rekreasi. Perawatan kendaraan ikut ditempatkan sebagai bagian penting, terutama untuk menjaga performa mesin saat dipakai menempuh perjalanan jarak jauh.

Head of Marketing Repsol Lubricants Indonesia, Alejandro Werd Alonso, mengatakan bahwa program ini lahir dari keyakinan bahwa setiap perjalanan memiliki cerita yang layak dikenang. Ia menilai kegiatan ini sebagai ruang bagi para riders untuk menikmati keindahan berbagai daerah di Indonesia.

Alejandro juga menyebut Makassar dan Maros dipilih karena keduanya memiliki kekayaan alam dan budaya yang menarik untuk dieksplorasi. Ia berharap perjalanan seperti ini tidak hanya menjadi touring bersama, tetapi juga menjadi ruang untuk menemukan cerita baru, berbagi pengalaman, dan memperkuat semangat kebersamaan antar komunitas.

Source: www.liputan6.com

Baca Juga

Back to top button