Tiga Gol Lautaro Martinez di Piala Dunia 2026 Menjawab Luka Besar dari 2022

Author: Cung Media

Lautaro Martinez mengubah cerita pribadinya bersama Argentina di Piala Dunia 2026. Tiga gol dan satu assist membuat penyerang itu kini menjadi pencetak gol terbanyak kedua Argentina, di bawah Lionel Messi.

Produktivitas tersebut sangat berbeda dari Piala Dunia 2022, ketika Argentina menjadi juara tetapi Lautaro tidak mencetak gol. Pada turnamen itu, perannya di lini depan sempat lebih banyak diisi Julian Alvarez sebagai pendamping Messi.

Gol yang Datang pada Momen Penentu

Kontribusi Lautaro tidak hanya terlihat dari jumlah gol, melainkan juga dari waktu terciptanya gol-gol tersebut. Dua dari tiga golnya hadir pada fase gugur, termasuk gol yang memastikan langkah Argentina menuju final.

Lawan Tahap Kontribusi Dampak
Yordania Fase grup Gol penalti Menjadi eksekutor saat Messi tidak bermain
Swiss Fase gugur Gol pada injury time perpanjangan waktu Argentina unggul 3-1 dan lolos ke semifinal
Inggris Semifinal Gol sundulan sebagai pemain pengganti Mengantar Argentina ke final
Mesir Pertandingan Argentina Assist untuk Enzo Fernandez Argentina menang 3-2

Gol pembuka Lautaro di turnamen ini lahir ketika Argentina menghadapi Yordania pada fase grup. Saat Messi tidak berada di lapangan, ia mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor penalti dan menuntaskan tugasnya.

Perannya kemudian semakin terasa ketika Argentina berhadapan dengan Swiss. Lautaro mencetak gol pada masa injury time babak kedua perpanjangan waktu untuk memperlebar keunggulan menjadi 3-1.

Gol itu memastikan Argentina melaju ke semifinal dan memberi penegasan bahwa Lautaro bisa menentukan laga besar. Ia juga menunjukkan efektivitas meski tidak selalu memulai pertandingan sebagai starter.

Dampak Besar dari Bangku Cadangan

Pada semifinal melawan Inggris, Lautaro kembali memulai laga dari bangku cadangan. Ia lalu mencetak gol sundulan pada masa injury time babak kedua yang membawa Argentina ke partai puncak.

Gol ke gawang Inggris menjadi salah satu penanda perubahan status Lautaro di turnamen ini. Dalam tiga pertandingan fase gugur terakhir, ia tampil sebagai pemain pengganti tetapi tetap memberi dampak langsung bagi tim.

Ketajamannya juga tidak terbatas pada penyelesaian akhir. Saat menghadapi Mesir, Lautaro mengirim umpan silang yang disundul Enzo Fernandez dalam kemenangan Argentina 3-2.

Dengan tiga gol dan satu assist, Argentina memiliki opsi serangan tambahan ketika permainan tidak hanya bertumpu pada Messi. Lautaro mampu memberi ancaman melalui penalti, situasi bola atas, hingga kontribusi kreatif dari sisi lapangan.

Kontras dengan Turnamen Empat Tahun Sebelumnya

CNN Indonesia menilai penampilan Lautaro pada edisi kali ini jauh lebih baik dibandingkan Piala Dunia 2022. Cedera pergelangan kaki disebut menjadi salah satu faktor yang membatasi performanya pada turnamen saat Argentina merebut gelar juara.

Meski gagal mencetak gol pada 2022, Lautaro tetap memiliki peran penting sebagai penendang penentu kemenangan Argentina atas Belanda di perempat final. Namun, Julian Alvarez kemudian mengambil porsi lebih besar di lini depan selama perjalanan menuju gelar.

Piala Dunia 2026 menghadirkan gambaran yang berbeda bagi Lautaro. Ia sudah mencetak gol dari titik penalti, pada perpanjangan waktu, dan lewat sundulan penentu di semifinal.

Posisinya pada laga final masih menarik karena ia masuk sebagai pengganti dalam tiga pertandingan gugur terakhir. Namun, catatan gol dan assist tersebut membuat Lautaro tiba di partai puncak dengan peran yang jauh lebih kuat dibandingkan empat tahun sebelumnya.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru