Geely menyiapkan pendekatan baru untuk menyederhanakan mobil listrik dengan menyatukan 16 fungsi ke dalam satu unit penggerak. Sistem bernama Thunder 16-in-1 Intelligent Electric Drive ini disebut dapat menghapus lebih dari 180 komponen yang sebelumnya dipasang secara terpisah.
Pengurangan jumlah komponen tidak hanya membuat konstruksi kendaraan lebih ringkas, tetapi juga berpengaruh pada bobot, kebutuhan kabel, dan ruang penyimpanan. Teknologi ini akan pertama kali diterapkan pada sedan listrik Geely Galaxy TT.
Penggerak Padat dalam Satu Rumah
Thunder 16-in-1 menggabungkan 12 komponen perangkat keras dan empat fungsi perangkat lunak ke dalam satu arsitektur. Sistem tersebut dikembangkan oleh InfiMotion, anak perusahaan Geely Holding Group.
Di sisi perangkat keras, unit ini mencakup motor listrik, motor controller, reducer, DC/DC converter, on-board charger, serta power distribution unit. Sistemnya juga memuat battery management system, vehicle control unit, thermal management system, active pre-charge control, dan power domain gateway.
Fungsi perangkat lunak yang digabungkan meliputi manajemen energi pintar, manajemen pengisian daya, kontrol gerak cerdas, serta manajemen kesehatan kendaraan. Penyatuan fungsi ini ditujukan agar komunikasi antarperangkat dapat berlangsung lebih singkat dan terpusat.
Geely memakai rumah berbahan magnesium alloy untuk menampung seluruh sistem tersebut. Bobot totalnya disebut hanya 75 kilogram, atau sekitar 15 persen lebih ringan dibandingkan penggerak listrik konvensional.
Efek integrasi juga terlihat pada instalasi kelistrikan kendaraan. Kebutuhan kabel tegangan tinggi disebut berkurang hingga 30 persen, sedangkan penggunaan kabel tegangan rendah turun 15 persen.
Pengemasan komponen yang lebih rapat turut membuka tambahan ruang bagasi sekitar 28 liter. Tambahan ini menjadi salah satu manfaat praktis dari komponen yang tidak lagi tersebar di beberapa unit terpisah.
Respons Kontrol Lebih Cepat
Sistem penggerak ini dibangun di atas arsitektur 800 volt dan menggunakan teknologi One-Chip. Geely menyebut waktu respons kontrol dapat dipangkas dari rata-rata 40 milidetik menjadi 2 milidetik.
Respons yang lebih singkat ditujukan untuk membuat kendaraan menerima perintah pengemudi dengan lebih cepat dan presisi. Untuk versi produksi massal, efisiensi menyeluruh sistem ini disebut dapat mencapai 93,8 persen.
Dalam pengujian di sekitar Danau Qinghai, kendaraan yang memakai sistem tersebut mencatat konsumsi energi 8,2 kWh per 100 kilometer. Berdasarkan standar CLTC, konsumsi energinya disebut mulai dari 10,7 kWh per 100 kilometer.
Geely juga menerapkan algoritma berbasis AI untuk mengatur kerja kendaraan pada kondisi cuaca berbeda. Pengelolaan energi ini mencakup penggunaan mobil pada temperatur rendah yang biasanya lebih menantang bagi kendaraan listrik.
Pada suhu minus 18 derajat Celsius, sistem ini disebut mampu menyimpan energi panas setara sekitar 7 kWh. Geely menyatakan kemampuan tersebut dapat memangkas kebutuhan energi pemanas kabin lebih dari 40 persen.
Galaxy TT Menjadi Model Pertama
Geely Galaxy TT disiapkan sebagai model pertama yang menggunakan Thunder 16-in-1. Sedan listrik ini akan hadir dalam pilihan penggerak roda belakang atau RWD dan penggerak semua roda atau AWD.
| Konfigurasi | Tenaga | Informasi Performa |
|---|---|---|
| RWD | 245 kW atau 329 hp | Jarak tempuh bergantung pada baterai |
| AWD | 425 kW atau 570 hp | 0-100 km/jam dalam 3,8 detik |
| Pilihan baterai | 52,4 kWh, 63,8 kWh, atau 75,2 kWh | Jarak tempuh hingga 540 km, 640 km, 650 km, atau 725 km CLTC |
Varian AWD menjadi pilihan dengan performa tertinggi berkat tenaga gabungan 425 kW. Sementara itu, angka jarak tempuh Galaxy TT mengikuti konfigurasi baterai dan dihitung menggunakan standar CLTC.
Penerapan sistem terintegrasi ini menunjukkan arah pengembangan mobil listrik Geely yang menempatkan unit penggerak sebagai pusat beberapa fungsi utama kendaraan. Debutnya pada Galaxy TT akan memperlihatkan dampak pengurangan komponen terhadap efisiensi pengemasan dan kepraktisan sedan listrik tersebut.
