Temon sempat terlihat sehat, bercanda, dan tertawa bersama keluarga pada Minggu pagi sebelum kondisi kesehatannya berubah drastis hanya dalam hitungan menit. Sekitar pukul 07.00 WIB, ia tiba-tiba mengeluhkan nyeri hebat di dada kiri sampai menangis.
Perubahan mendadak itu membuat keluarga panik dan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Kabar duka kemudian datang tak lama setelah penanganan medis dilakukan, saat keluarga masih berharap kondisinya bisa membaik.
Keluhan yang muncul saat suasana masih normal
Adik mendiang komedian itu, Jonathan, mengatakan pagi itu Temon masih bercengkerama seperti biasa bersama keluarga. Tidak ada tanda-tanda awal yang membuat keluarga menduga ada masalah serius.
“Masih ngobrol sama kita-kita, keluarga. Masih ketawa-ketawa. Terus tiba-tiba jam tujuh gitu ya, dada kirinya sakit banget sampai dia nangis,” kata Jonathan saat ditemui di rumah duka di GPIB Effatha, Melawai, Jakarta Selatan, Minggu.
Kakak perempuan Temon ikut panik dan menangis saat melihat kondisinya memburuk. Keluarga kemudian memutuskan membawa Temon ke fasilitas kesehatan yang paling dekat dari rumah mereka.
| Waktu | Peristiwa | Keterangan |
|---|---|---|
| Pagi hari | Bercengkerama dengan keluarga | Temon masih tertawa dan ngobrol seperti biasa |
| Sekitar 07.00 WIB | Keluhan nyeri dada kiri muncul | Sakitnya sangat hebat sampai Temon menangis |
| Setelah itu | Dibawa ke rumah sakit | Keluarga membawa Temon ke Rumah Sakit Mampang |
| Pukul 08.42 WIB | Temon meninggal dunia | Berusia 59 tahun |
Diduga serangan jantung
Rumah keluarga yang berada dekat Mampang membuat Temon cepat dibawa ke Rumah Sakit Mampang. Jonathan menuturkan, kakaknya sempat mendapat penanganan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Menurut keterangan pihak rumah sakit yang diterima keluarga, penyebab kematian Temon adalah serangan jantung. Jonathan menyebut dokter sempat memberi tindakan dengan dipompa dan diberi oksigen, tetapi kondisi jantungnya terus menurun.
“Serangan jantung,” ujar Jonathan.
Ia juga mengaku keluarga sempat berharap situasi itu masih bisa ditangani. Namun, setelah mendapat kabar dari istri Temon, keadaan justru disebut cepat memburuk.
“Pas kita dapat telepon dari istrinya dibilang, ‘Temon…’. Kita pikir serangan jantung masih oke lah, masih bisa diobatin. Eh ternyata tiba-tiba drop jantungnya,” tutur Jonathan.
Jonathan menambahkan, “Katanya sama dokter dipompa, dikasih oksigen. Enggak berapa lama meninggal… jantungnya sudah enggak berdetak lagi.”
Temon meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 08.42 WIB. Kabar itu datang hanya beberapa saat setelah ia mengeluhkan nyeri di dada kiri dan dibawa ke rumah sakit.
Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang sejak pagi masih melihat Temon dalam keadaan tampak baik-baik saja. Perubahan dari suasana hangat keluarga menjadi situasi darurat berlangsung sangat cepat, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di usia 59 tahun.
Source: entertainment.kompas.com






