Kepergian Temon meninggalkan duka yang tidak kecil di kalangan komedian. Dua rekan dekatnya, Jarwo Kwat dan Bedu, sama-sama menyorot satu hal yang sama dari sosok itu: Temon bukan hanya lucu di panggung, tetapi juga hangat dan menghibur di antara sesama pelawak.
Bagi Jarwo Kwat, Temon bahkan layak disebut sebagai “penghibur pelawak”. Tawa yang dibawa almarhum, menurutnya, tidak berhenti saat lampu panggung padam karena sifat ceria itu juga terasa dalam pergaulan sehari-hari.
Jarwo Kwat Baru Tiba Saat Jenazah Sudah Diberangkatkan
Jarwo Kwat mendapat kabar duka itu lebih dulu dari grup WhatsApp Persatuan Seniman Komedi Indonesia atau PASKI. Setelah mengetahui Temon meninggal, ia langsung menuju rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Namun saat tiba, jenazah Temon sudah diberangkatkan ke Gedung Serba Guna GPIB Effatha di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Jarwo kemudian berencana menyusul ke lokasi itu untuk memberikan penghormatan terakhir.
Dalam pernyataannya di rumah duka pada Minggu (12/7/2026), Jarwo menyebut Temon sebagai pribadi yang lucu, baik hati, dan jarang menunjukkan amarah. Ia juga menekankan bahwa Temon hampir tidak pernah mengeluhkan sakit yang dialaminya.
“Orangnya lucu. Nggak pernah ngeluh kalau masalah sakit. Perilakunya itu bikin kita menggemaskan, dalam arti pemecah suasana,” ujarnya.
Musik, Lagu Humor, dan Penampilan Terakhir di Ancol
Selain dikenal sebagai komedian, Temon juga memiliki kemampuan bermain gitar yang menurut Jarwo luar biasa. Ciri khas itu makin menonjol saat ia membawakan lagu-lagu humor bersama Abdel.
Jarwo menyebut duet Temon dengan Abdel sebagai bagian penting dari warna hiburan yang ia bawa. Main musik dan gaya membawakan lagu humor membuat almarhum punya tempat tersendiri di mata rekan-rekannya.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Sosok | Komedian, musisi, dan penghibur sesama pelawak |
| Ciri khas | Lagu-lagu humor bersama Abdel dan permainan gitar |
| Penampilan terakhir | Jak-Culture di Pasar Seni Ancol bersama PASKI pada 21 Juni 2026 |
Penampilan terakhir Temon terjadi dalam acara Jak-Culture di Pasar Seni Ancol bersama PASKI pada 21 Juni 2026. Menurut Jarwo, saat itu Temon tetap tampil lucu meski fisiknya sudah mulai melemah dan daya ingatnya menurun.
Jarwo mengaku tidak langsung memahami bahwa penampilan itu menjadi semacam isyarat. Ia baru menyadari setelah melihat kondisi Temon yang saat tampil sudah tidak sekuat sebelumnya.
Ia juga mengatakan sempat mendengar bahwa Temon beberapa kali sakit, meski tidak mengetahui penyakit yang diderita sahabatnya itu. Meski begitu, Jarwo menegaskan almarhum tetap dikenal sebagai sosok yang tidak suka mengeluh.
Bedu Ingat Temon sebagai Pengurus yang Rendah Hati
Bedu, yang juga Ketua PASKI Jakarta, menyampaikan duka mendalam karena Temon adalah salah satu pengurus organisasi tersebut. Ia menilai kehadiran para sahabat di rumah duka menjadi bentuk penghormatan untuk sosok yang aktif di komunitas komedi.
“Ini kebetulan teman salah satu pengurus juga di PASKI Jakarta. Saya selaku ketua bersama teman-teman yang lain benar-benar sebagai rasa duka kita, kita usahakan hadir ke rumah duka. Kita nggak pernah menduga kepergiannya begitu mendadak,” kata Bedu.
Bedu mengatakan Temon masih aktif mengikuti kegiatan PASKI, termasuk tampil dalam Jak-Culture di Ancol dan mengikuti workshop komedi. Ia juga mengenang pertemuan terakhir mereka yang terjadi sekitar dua hingga tiga bulan lalu di rumah Temon.
“Terakhir saya ke rumah beliau masih sempat main tenis meja. Dua-tiga bulan yang lalu masih sempat main tenis meja sama beliau,” tuturnya.
Menurut Bedu, Temon tidak pernah membagikan beban sakitnya kepada teman-teman. Ia menilai kebiasaan itu umum pada banyak pelawak yang memilih tetap ceria meski sedang menghadapi masalah pribadi.
“Dia orangnya nggak mau ngeluh. Dia orang selalu tertawa. Pelawak itu, komedian itu, sakit apa pun selalu dirahasiakan sendiri. Nggak pernah mau dibagi sama teman-teman,” ucap Bedu.
Bedu juga mengenang Temon sebagai sosok yang mudah diajak bercanda dan hampir tidak pernah tersulut emosi. Di mata rekan-rekannya, almarhum lebih sering membawa tawa ketimbang suasana tegang.
Selain sebagai komedian, Temon juga disebut memiliki latar belakang pendidikan psikologi dan berperan sebagai penasihat di PASKI. Bedu menyebut almarhum kerap memberi masukan dan pendampingan kepada rekan-rekannya yang membutuhkan.
Saat ini jenazah Temon disemayamkan di Gedung Serba Guna GPIB Effatha, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rencananya, almarhum akan dimakamkan pada Senin (13/7/2026) di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Di tengah suasana duka, para sahabatnya sepakat bahwa Temon meninggalkan jejak kuat di dunia komedi. Warisan itu tidak hanya datang dari penampilan di panggung, tetapi juga dari sikapnya yang terus menghibur orang-orang di sekitarnya sampai akhir hayat.
Source: hot.detik.com






