Rentetan tembakan di dekat Gedung Putih memicu respons keamanan besar dan membuat Presiden Donald Trump dievakuasi ke tempat aman saat situasi di pusat pemerintahan Amerika Serikat itu mendadak mencekam. Peristiwa ini terjadi di tengah sorotan keamanan yang kembali mengarah ke Trump, yang menurut keterangan dalam laporan tersebut telah menjadi target dari tiga dugaan upaya pembunuhan.
Aparat bergerak cepat menutup akses menuju area Gedung Putih untuk mengendalikan keadaan. Garda Nasional juga dikerahkan ke pusat kota Washington, sementara jurnalis dilarang mendekat ke lokasi kejadian.
Respons aparat langsung dikerahkan
Direktur FBI Kash Patel mengatakan lembaganya hadir di lokasi untuk membantu Secret Service menangani insiden itu. Dalam unggahannya di media sosial X, Patel menyebut FBI mendukung respons terhadap tembakan yang dilepaskan di dekat halaman Gedung Putih.
Secret Service masih mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. Hingga kini belum ada rincian resmi mengenai pelaku, motif, atau sumber tembakan yang memicu pengetatan keamanan di sekitar gedung kepresidenan.
Suasana panik di sekitar kompleks presiden
Ketegangan terasa cepat menyebar begitu suara tembakan terdengar di kawasan Gedung Putih. Seorang turis asal Kanada, Reid Adrian, mengatakan kepada AFP bahwa suara awalnya dikira kembang api.
“Kami mendengar sekitar 20 hingga 25 suara yang terdengar seperti kembang api, tetapi itu adalah tembakan senjata, dan kemudian semua orang mulai berlari,” kata Adrian.
Kepanikan juga dirasakan awak media yang berada di halaman utara Gedung Putih. Mereka diminta segera berlari dan berlindung di ruang pengarahan pers saat situasi memburuk.
Koresponden ABC News Selina Wang bahkan sempat merekam detik-detik mencekam itu sebelum langsung tiarap ke tanah setelah suara tembakan terdengar. Dalam unggahannya di X, Wang menulis bahwa suara itu terdengar seperti puluhan tembakan senjata.
Sorotan keamanan Trump kembali menguat
Insiden dekat Gedung Putih ini kembali menempatkan pengamanan Donald Trump dalam sorotan tajam. Pria berusia 79 tahun itu tercatat telah menghadapi tiga dugaan upaya pembunuhan.
Sebelum insiden terbaru ini, ancaman lain terjadi pada 25 April ketika seorang pria bersenjata menerobos pos pemeriksaan keamanan di dekat ruang acara gala media yang dihadiri Trump. Peristiwa itu menambah tekanan pada sistem pengamanan di sekitar presiden AS, terutama di area yang menjadi pusat kekuasaan negara.
Situasi di Washington menunjukkan betapa cepatnya aparat harus merespons ketika ancaman muncul di sekitar Gedung Putih. Hingga keterangan terakhir, penyelidikan masih berlangsung dan otoritas keamanan belum merilis identitas pelaku maupun motif di balik rentetan tembakan tersebut.
Source: mediaindonesia.com






