Target internet seluler dengan kecepatan rata-rata 100 Mbps pada 2029 kini menjadi salah satu agenda besar setelah tambahan spektrum radio dialokasikan kepada tiga operator. Langkah ini diharapkan tidak hanya mempercepat koneksi di kota besar, tetapi juga memperbaiki akses digital di wilayah yang selama ini masih menghadapi sinyal lemah.
Kementerian Komunikasi dan Digital menetapkan Telkomsel, Indosat, dan XLSmart Telecom Sejahtera sebagai pemenang seleksi penggunaan pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Kedua pita tersebut dipandang penting karena memiliki fungsi berbeda, yakni memperluas jangkauan sekaligus menambah kapasitas layanan 5G.
Target Koneksi yang Dikejar hingga 2029
Tambahan spektrum membawa serangkaian kewajiban layanan yang harus dipenuhi para pemenang, termasuk perluasan jaringan 4G dan cakupan 5G. Komitmen itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu Internet 5G serta konektivitas seluler secara lebih merata.
| Komitmen | Target | Periode |
|---|---|---|
| Perluasan layanan 4G | 538 desa dan kelurahan | Wajib dipenuhi pemenang |
| Cakupan layanan 5G | Minimal 51% populasi nasional | Tahun kelima |
| Kecepatan rata-rata mobile broadband | 100 Mbps | 2029 |
Kewajiban 4G diarahkan ke ratusan desa dan kelurahan dari Sumatra hingga Papua yang belum memiliki layanan memadai atau masih mengalami sinyal lemah. Sementara itu, target 5G minimal 51 persen populasi nasional harus dicapai pada tahun kelima pemanfaatan spektrum.
Pita 700 MHz akan digunakan untuk memperluas jangkauan layanan, termasuk ke daerah pelosok dan area di dalam bangunan. Karakteristik frekuensi ini membuatnya relevan untuk menutup kesenjangan akses di lokasi yang lebih sulit dijangkau jaringan.
Di sisi lain, pita 2,6 GHz disiapkan sebagai penopang kapasitas utama bagi layanan 5G yang lebih andal. Kombinasi kedua pita diharapkan membantu operator menyeimbangkan kebutuhan cakupan luas dengan kebutuhan koneksi berkapasitas tinggi.
Seleksi Rampung Setelah Masa Sanggah
Komdigi menetapkan PT Telekomunikasi Seluler atau Telkomsel, PT Indosat Tbk, serta PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk sebagai pemenang Lelang Frekuensi tersebut. Proses seleksi berlangsung sejak April 2026 dan dinyatakan rampung setelah masa sanggah berakhir pada Juli 2026 tanpa keberatan dari peserta.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan bahwa spektrum radio tidak semata dipandang sebagai komoditas yang diperjualbelikan. Menurutnya, frekuensi merupakan infrastruktur dasar untuk mendukung transformasi digital nasional.
“Komdigi memastikan bahwa lelang frekuensi ini memberikan manfaat nyata dan merata bagi masyarakat. Ujungnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat di level rumput,” kata Meutya dalam keterangan resminya pada Selasa (21/7).
Dengan kualitas koneksi yang lebih baik, masyarakat di wilayah dengan akses terbatas diproyeksikan memperoleh peluang lebih luas untuk menggunakan pendidikan digital, layanan kesehatan, dan pemerintahan berbasis digital. Konektivitas yang membaik juga diharapkan membuka ruang ekonomi baru bagi daerah yang sebelumnya sulit terlayani.
Potensi Penerimaan Negara dan Tarif Data
Selain kewajiban pembangunan jaringan, pengelolaan spektrum ini juga berpotensi menghasilkan penerimaan negara yang besar. Komdigi memproyeksikan Penerimaan Negara Bukan Pajak pada tahap awal mencapai sekitar Rp6 triliun.
Dalam proyeksi selama sepuluh tahun, total potensi penerimaan negara dari pengelolaan spektrum tersebut disebut mencapai Rp29,9 triliun. Nilai ekonomi itu dinyatakan akan kembali dimanfaatkan untuk pembangunan.
Menurut informasi yang diberitakan CNN Indonesia, tambahan spektrum juga dapat meningkatkan efisiensi biaya penyelenggaraan layanan oleh operator. Efisiensi tersebut dinilai berpotensi mendorong tarif data yang lebih kompetitif bagi pengguna.
Pemerintah juga menyiapkan proses pemanfaatan frekuensi 900 MHz untuk kebutuhan konektivitas yang berdampak langsung pada masyarakat. Optimalisasi spektrum dipandang penting untuk memperluas akses internet, memperkuat ekonomi digital, serta memberi kesempatan yang lebih setara bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.
