PT Telkom Indonesia mulai menyiapkan perampingan besar dalam struktur grupnya. Perusahaan telekomunikasi pelat merah itu menargetkan penutupan 10 anak usaha pada akhir Juni 2026.
Langkah ini muncul sebagai bagian dari penataan portofolio yang diminta Danantara Indonesia. Telkom menyebut evaluasi internal sudah dilakukan untuk menentukan entitas mana yang perlu digabung atau ditutup.
Fokus pada bisnis yang tumpang tindih dan merugi
Manajemen Telkom menilai perampingan perlu dilakukan pada anak usaha dengan bidang usaha serupa. Perusahaan juga menyoroti entitas yang mencatat kinerja negatif secara beruntun.
Dalam paparan TLKM 30: Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan melalui Transformasi Strategis di Kantor Telkom, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Seno menyampaikan bahwa Telkom diminta menutup 10 anak usaha pada akhir Juni. Ia menegaskan perusahaan akan memenuhi permintaan tersebut.
Penyelarasan bisnis akan lebih dulu mengutamakan penggabungan unit yang tumpang tindih. Penutupan total akan ditempuh pada anak perusahaan yang terus membukukan rapor merah dalam dua tahun terakhir.
Awal dari restrukturisasi yang lebih besar
Pengurangan 10 entitas itu belum menjadi akhir dari proses perampingan. Telkom menyebut langkah tersebut sebagai tahap awal dari restrukturisasi yang lebih luas.
Target akhirnya adalah memangkas total 67 anak usaha menjadi sekitar 15 hingga 22 perusahaan. Artinya, struktur grup Telkom akan dibuat jauh lebih ringkas dibandingkan kondisi saat ini.
Meski arah restrukturisasi sudah terbuka, Telkom belum mengumumkan nama-nama anak usaha yang terdampak. Seno mengatakan ada sejumlah lini bisnis yang masih perlu dipertimbangkan secara hati-hati karena faktor sensitivitas.
Peran Telkom bergeser jadi induk strategis
Transformasi ini juga mengubah posisi Telkom di dalam grupnya. Perusahaan akan memperkuat peran sebagai induk strategis, sementara operasional bisnis dijalankan oleh perusahaan praktisi di sektor-sektor tertentu.
Sektor yang disebut mencakup B2C, B2B Infra, B2B ICT, dan jangkauan internasional. Susunan baru itu ditujukan agar Telkom memiliki struktur yang lebih sederhana dan lebih fokus pada lini usaha yang dianggap relevan untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Perampingan grup ini menunjukkan bahwa Telkom tidak hanya menata jumlah entitas, tetapi juga merapikan pembagian peran di dalam korporasi. Di saat yang sama, perusahaan berusaha memastikan bisnis yang dipertahankan punya sinergi yang lebih kuat dan beban operasional yang lebih efisien.







