Kemudahan membeli saham dan ETF Amerika Serikat melalui token digital membawa peluang baru bagi pengguna pasar kripto. Namun, produk ini hanya akan dipercaya jika penerbit dapat menunjukkan bahwa setiap token benar-benar memiliki aset dasar yang memadai.
Persoalan cadangan kini menjadi titik krusial ketika platform berlomba menghadirkan saham tokenisasi. Investor tidak hanya perlu melihat harga dan likuiditas token, tetapi juga perlu memahami siapa yang menyimpan sekuritas dasar serta bagaimana jumlahnya diperiksa.
Cadangan Bukan Sekadar Klaim
Dalam produk saham tokenisasi, satu token merepresentasikan kepemilikan atau eksposur terhadap saham maupun ETF yang menjadi aset dasarnya. Karena itu, jumlah token yang beredar perlu selaras dengan aset yang tersimpan melalui mekanisme kustodian yang jelas.
Proof of Reserves atau PoR menjadi salah satu cara untuk membuka visibilitas atas cadangan tersebut. Laporan ini dapat membantu pasar menilai kesesuaian antara token yang diterbitkan dan sekuritas dasar yang disebut menopangnya.
CEO Bitget Gracy Chen menilai aspek itu masih kerap terabaikan dalam persaingan penyediaan saham tokenisasi. Dalam keterangan tertulis pada Rabu (22/7/2026), ia menekankan bahwa keamanan serta stabilitas harus berjalan bersama dengan ekspansi produk.
“Setiap exchange ingin berfokus pada penyediaan saham yang ditokenisasi, tetapi mereka mengabaikan pentingnya keamanan dan stabilitas, terutama terkait Proof of Reserves yang transparan,” ujar Chen. Pernyataan itu menyoroti risiko kepercayaan apabila platform tidak menjelaskan kondisi aset yang menjadi penopang token.
Reality Memublikasikan Laporan Cadangan
Reality, platform penerbitan aset dunia nyata teregulasi yang didukung Bitget, merilis laporan PoR untuk seluruh portofolio rToken. Portofolio tersebut mencakup saham AS dan ETF yang telah ditokenisasi dalam ekosistem blockchain.
Cadangan rToken disebut telah diverifikasi secara independen oleh The Network Firm. Sementara itu, sekuritas dasarnya disimpan melalui Alpaca Securities LLC, yang disebut sebagai broker-dealer terdaftar di FINRA dan dilindungi SIPC.
Menurut keterangan yang dikutip money.kompas.com, Reality telah menerbitkan lebih dari 500 saham dan ETF Amerika Serikat dalam bentuk token. Produk tersebut mencakup nama seperti SpaceX, Tesla, dan NVIDIA, dengan total aset kelolaan atau AUM melampaui 100 juta dollar AS.
| Indikator | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Produk token Reality | Lebih dari 500 | Saham dan ETF Amerika Serikat |
| Aset kelolaan rToken | Lebih dari 100 juta dollar AS | Total AUM yang disebutkan Reality |
| Proyeksi aset tokenisasi 2030 | Mendekati 2 triliun dollar AS | Proyeksi McKinsey & Company |
| Skenario optimistis 2030 | Sekitar 4 triliun dollar AS | Proyeksi alternatif McKinsey & Company |
Pasar Tumbuh, Standar Verifikasi Ikut Diuji
Tokenisasi memungkinkan instrumen keuangan konvensional diperdagangkan dalam sistem digital berbasis blockchain. Perkembangan ini berpotensi memperluas akses terhadap aset yang sebelumnya lebih sulit dijangkau melalui pasar tradisional.
Nilai aset dunia nyata atau RWA yang tercatat secara on-chain telah mencapai puluhan miliar dollar AS pada awal 2026. Angka tersebut menunjukkan penggunaan blockchain untuk merepresentasikan aset keuangan mulai bergerak melampaui tahap percobaan.
McKinsey & Company dalam laporan Tokenized Financial Assets: From Pilot to Scale memperkirakan nilai aset keuangan yang ditokenisasi dapat mendekati 2 triliun dollar AS pada 2030. Dalam skenario yang lebih optimistis, nilainya diproyeksikan mencapai sekitar 4 triliun dollar AS.
Chen menyatakan rToken memiliki likuiditas terbesar untuk saham berbentuk token di industri kripto yang terhubung dengan NASDAQ dan NYSE. Meski demikian, pertumbuhan pasar tetap bergantung pada kemampuan penerbit menyediakan data penerbitan on-chain, kustodian teregulasi, dan verifikasi independen secara konsisten.
Bagi pengguna, transparansi cadangan menjadi pembeda penting antara akses digital yang kredibel dan sekadar klaim produk. Semakin luas adopsi saham tokenisasi, semakin besar pula kebutuhan agar informasi aset dasar dapat diperiksa secara terbuka.
Source: money.kompas.com






