Tecno Pova 8 5G masuk ke Indonesia dengan kombinasi yang jarang ditemukan di kelasnya: baterai 8.000 mAh dan layar dot-matrix mini di punggung ponsel. Di tengah pasar yang sering bermain aman, perangkat ini menawarkan daya tahan panjang sekaligus tampilan yang terasa lebih berani.
Kehadiran model ini juga memperbarui lini Pova series di Tanah Air setelah Pova 7 5G meluncur pada Juli 2025. Tecno jelas menyasar pengguna yang membutuhkan baterai besar, koneksi stabil, dan fitur visual yang tidak biasa.
Alive Matrix Display jadi pembeda
Fitur paling menonjol ada pada Alive Matrix Display, layar dot-matrix mini yang ditempatkan di modul kamera belakang. Panel ini bisa menampilkan efek pencahayaan interaktif untuk panggilan masuk, notifikasi, pemutaran musik, gaming, hingga pengisian daya.
Tecno menyebut ada sekitar 49 skenario pencahayaan yang bisa dipilih pengguna. Selain itu, pola animasi juga dapat dibuat sendiri agar tampilan belakang ponsel lebih personal.
Baterai terbesar di sejarah Pova series
Peningkatan utama lainnya ada pada baterai 8.000 mAh, naik dari 6.000 mAh pada Pova 7 5G. Tecno menyebut kapasitas ini sebagai yang terbesar dalam sejarah Pova series.
Untuk penggunaan harian, daya tahannya diklaim bisa mendukung telepon hingga 60 jam, musik 85 jam, YouTube 29 jam, WhatsApp 26 jam, dan Mobile Legends selama 14 jam. Dalam pemakaian wajar, baterainya juga diklaim sanggup bertahan hingga dua hari dalam satu kali pengecasan.
Pengisian dayanya mendukung fast charging 45 watt, Bypass Charging, dan reverse charging 10 watt. Tecno juga menyebut baterai ini tahan di suhu ekstrem agar tetap andal dalam berbagai kondisi.
Mesin, layar, dan kamera yang dibawa
Dari sisi performa, Tecno Pova 8 5G memakai MediaTek Dimensity 7100 yang dipadukan dengan chip G1 Signal Enhanced dan SE1 WiFi Enhanced. Kombinasi ini ditujukan agar koneksi tetap mulus, termasuk saat bermain gim di basement, area ramai, atau ruang terbuka.
Perangkat ini juga dibekali RAM LPDDR5X hingga 8 GB dan penyimpanan UFS 2.2 berkapasitas 256 GB. Untuk menjaga suhu, ada lembar grafit 15.000 mm persegi, sementara klaim performanya mencakup frame rate stabil hingga 90 FPS pada game seperti Mobile Legends Bang Bang dan Honor of Kings.
| Spesifikasi Utama | Detail |
|---|---|
| Chipset | MediaTek Dimensity 7100 (2,4 GHz) |
| RAM / Penyimpanan | LPDDR5X hingga 8 GB / UFS 2.2 256 GB |
| Layar | IPS LCD 6,76 inci, Full HD Plus, 144 Hz |
| Kamera belakang | 50 MP dengan sensor Sony Lytia 600, autofocus, lossless zoom 2x |
| Kamera depan | 13 MP |
| Baterai | 8.000 mAh, fast charging 45 watt |
Bagian depan ponsel mengusung layar IPS LCD 6,76 inci dengan resolusi Full HD Plus dan refresh rate hingga 144 Hz. Layar ini juga mendukung touch sampling rate 240 Hz serta Wet & Oily Finger Touch Recognition 2.0 agar tetap responsif saat jari basah atau berminyak.
Di sektor kamera, ponsel ini membawa kamera utama 50 MP dengan sensor Sony Lytia 600 berukuran 1/1,95 inci. Kamera tersebut didukung autofocus dan lossless zoom 2x, sedangkan kamera depan beresolusi 13 MP.
Android 16, FreeLink 2.0, dan bodi tahan banting
Tecno Pova 8 5G menjalankan Android 16 dengan antarmuka HiOS 16. Tecno menjanjikan dua kali pembaruan OS dan tiga tahun patch keamanan untuk perangkat ini.
Fitur lain yang dibawa adalah FreeLink 2.0, yang memungkinkan komunikasi tanpa internet hingga jarak 1,5 kilometer. Ponsel ini juga mengantongi sertifikasi IP64 dan MIL-STD-810H untuk perlindungan terhadap debu, percikan air, jatuh, dan suhu ekstrem.
Harga dan varian di Indonesia
Tecno Pova 8 5G hadir dalam empat warna, yaitu Arc White, Graphite Black, Echo Green, dan Helios Orange. Di Indonesia, perangkat ini tersedia dalam tiga pilihan varian dengan harga berikut.
| Varian | Harga |
|---|---|
| 6/128 GB | Rp 4,3 juta |
| 8/128 GB | Rp 5 juta |
| 8/256 GB | Rp 5,6 juta |
Perangkat ini sudah bisa dipesan melalui marketplace Tecno dan toko ritel maupun marketplace rekanan hingga 20 Juli 2026. Selama masa pre-order, pembeli bisa mendapat potongan harga hingga Rp 300.000, sedangkan penjualan perdana dijadwalkan mulai 21 Juli 2026.
Source: tekno.kompas.com






