Investasi Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai Rp 511,8 triliun dan menciptakan 742.293 lapangan kerja baru. Namun, di balik kenaikan nilai tersebut, laju pertumbuhannya mulai melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Realisasi investasi itu tumbuh 7,1% secara tahunan atau year on year. Angka penyerapan tenaga kerja juga meningkat 5,1% dibandingkan kuartal II 2025, sehingga investasi tetap memberikan dampak langsung terhadap kesempatan kerja.
Nilai Investasi Menembus Rp 511,8 Triliun
Capaian kuartal II 2026 lebih tinggi dibandingkan realisasi pada kuartal I yang mencapai Rp 498,8 triliun. Kenaikan beruntun ini menunjukkan arus investasi ke Indonesia masih bergerak positif sepanjang paruh pertama tahun ini.
Meski demikian, pertumbuhan tahunan pada kuartal II 2026 lebih rendah daripada periode yang sama pada 2025. Saat itu, realisasi investasi tercatat Rp 477,7 triliun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 11,5%.
| Indikator | Realisasi | Porsi | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Total investasi | Rp 511,8 triliun | 100% | Naik 7,1% tahunan |
| PMA | Rp 257,7 triliun | 50,4% | Tipis unggul |
| PMDN | Rp 254,1 triliun | 49,6% | Hampir seimbang |
| Tenaga kerja | 742.293 orang | – | Naik 5,1% tahunan |
Data tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dalam konferensi pers laporan realisasi investasi nasional. Konferensi pers itu berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 16 Juli 2026.
PMA Hanya Unggul Tipis atas PMDN
Penanaman modal asing atau PMA menyumbang Rp 257,7 triliun dari total investasi kuartal II 2026. Nilai tersebut setara dengan 50,4% dari seluruh realisasi investasi pada periode April hingga Juni.
Sementara itu, penanaman modal dalam negeri atau PMDN mencapai Rp 254,1 triliun dengan porsi 49,6%. Selisih yang tipis memperlihatkan bahwa investasi asing dan domestik sama-sama menjadi penopang utama kinerja investasi nasional.
Komposisi tersebut juga memperlihatkan tidak adanya jarak besar antara kontribusi PMA dan PMDN. Dengan perbedaan hanya sekitar Rp 3,6 triliun, kedua sumber modal itu mencatat peran yang hampir seimbang pada kuartal kedua.
Masih Harus Mengejar Target Tahunan
Realisasi Rp 511,8 triliun pada kuartal II 2026 baru mencapai sekitar seperempat dari target investasi nasional tahun ini. Pemerintah menetapkan target investasi 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun.
Artinya, kinerja pada sisa tahun ini masih menjadi faktor penting untuk menjaga peluang pencapaian target tersebut. Nilai investasi yang lebih tinggi dari kuartal sebelumnya menjadi modal positif, tetapi perlambatan pertumbuhan tahunan menunjukkan tantangan untuk mempertahankan momentum.
Dampak terhadap tenaga kerja menjadi salah satu hasil paling terlihat dari realisasi investasi tersebut. Sebanyak 742.293 orang terserap melalui investasi yang masuk selama April hingga Juni 2026, atau meningkat 5,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja kuartal II menunjukkan investasi nasional belum kehilangan arah pertumbuhan. Namun, pemerintah tetap perlu menjaga laju realisasi pada periode berikutnya karena nilai target tahunan jauh lebih besar daripada capaian satu kuartal.
Source: www.beritasatu.com






